Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Siberut Barat Mentawai Terlambat, Ini Penyebabnya

Langgam.id - Warga terdampak gempa bermagnitudo 6,1 Mentawai masih menungu bantuan dari dermawan dan pemerintah.

Pj Bupati Mentawai, Martinus Dahlan bersama warga terdampak gempa di Simalegi, Siberut Barat, Mentawai. [Foto: Dok. Pemkab Mentawai]

Langgam.id - Warga terdampak gempa bermagnitudo 6,1 di Simalegi, Siberut Barat, Kabupaten Kepualauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar) masih menungu uluran tangan para dermawan dan pemerintah untuk menyalurkan bantuan.

Hingga saat ini, bantuan yang diperuntukkan bagi warga terdampak gempa tersebut juga masih dalam perjalanan, karena pengiriman terhalang cuaca.

Sekretaris BPBD Kepulauan Mentawai, Jarson mengatakan, bahwa sejumlah bantuan yang dikirim melalui Kapal Nade masih berada di Dermaga Pokai, Siberut Utara, Jumat (2/9/2022) sore.

Menurut Jarson, pengiriman bantuan atau logistik untuk warga terdampak gempa itu terkendala cuaca, sehingga datangnya terlambat.

Langgam.id - Gempa bermagnitudo 6,1 yang awalnya terdata 6,4 menguncang Kabupaten Kepualauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar).

Warga Siberut mengungsi usai gempa bermagnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Kepualauan Mentawai, Sumbar. [Foto: Dok. BPBD Mentawai]

Informasinya dari Kapten Kapal Nade, sebut Jarson, perjalanan akan dilanjutkan besok pagi ke Simalegi.

"Cuaca dan gelombang masih besar dan tidak bisa kita paksakan. Jadi, kapal Nade yang membawa logistik terpaksa harus menginap di Pelabuhan Pokai, Muara Sikabaluan, Siberut Utara. Kalau cuaca bagus, perjalanan akan dilanjutkan. Sebelumnya, kapal juga terpaksa menginap di Pelabuhan Maileppet," ujar Jarson melalui keterangan resminya, Jumat (2/9/2022).

Bantuan yang sedang dalam perjalanan itu, lanjut Jarson, berupa beras, gula, mie instan, biskuit, terpal, tikar dan kebutuhan lainnya.

Langgam.id - (BMKG memlakukan pemutakhiran data terkait gempa bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Warga Siberut mengungsi usai gempa bermagnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Kepualauan Mentawai, Sumbar. [Foto: Dok. BPBD Mentawai]

Baca juga: Temui Warga Terdampak, Pj Bupati Ungkap Makna Gempa Bagi Nenek Moyang Orang Mentawai

"Saat ini, kondisi cuaca dan gelombang laut masih relatif besar di Mentawai. Curah hujan juga masih relatif tinggi untuk wilayah Sipora dan sekitarnya," katanya.

Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Sebanyak 14 gempa bumi terjadi di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya selama periode 16-22 Agustus 2024. Tidak terdapat gempa bumi
14 Gempa Terjadi di Sumbar Selama Periode 16-22 Agustus 2024
Selama Juli 2024, terdapat 63 kali kejadian gempa bum yang tersebar di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya.
63 Gempa Terjadi di Sumbar Sepanjang Juli 2024, 2 Kali Dirasakan
Gempabumi Tektonik M5,0 Guncang Kepulauan Mentawai
Gempabumi Tektonik M5,0 Guncang Kepulauan Mentawai
Sebanyak 13 kali gempa bumi terjadi di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya selama periode 24-31 Mei 2024.
BMKG Catat Sumbar Digoyang 13 Gempa dalam Seminggu, 3 Kali Dirasakan
Gempa M 4,4 di Batusangkar Akibat Aktivitas Sesar Sumatra Segmen Sumani
Gempa M 4,4 di Batusangkar Akibat Aktivitas Sesar Sumatra Segmen Sumani
Gempa M 4,4 Dirasakan hingga Padang, Berpusat di Batusangkar
Gempa M 4,4 Dirasakan hingga Padang, Berpusat di Batusangkar