Kondisi Udara Sumbar Kembali Buruk, Ini Analisis BMKG

Kabut Asap Riau

Ilustrasi kabut asap. (Foto: mwewering/pixabay.com)

Langgam.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun GAW Koto Tabang, Kabupaten Agam merilis kondisi udara di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) terkontaminasi partikulat padat seperti debu dan partikel asap kebakaran. Kondisi ini berdasarkan pengukuran kualitas udara yang dilakukan pada Minggu (22/9/2019) pukul 10.00 WIB.

Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang Wan Dayantolis mengatakan, model satelit menunjukkan kondisi udara di Sumbar paling pekat berada di perbukitan ke arah timur seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Sawahlunto hingga Payakumbuh.

“Berdasarkan sebaran asap dari satelit himawari menunjukan asap terpantau merata di seluruh wilayah Sumbar. Angin secara umum mengarah dari arah tenggara di mana masih banyak terlihat hotspot pada wilayah tenggara/timur di luar Sumbar,” ujar Dayantolis dalam rilis yang diterima langgam.id, Minggu (22/9/2019).

Kondisi udara di wilayah Sumbar berada di angka 221 mikrogram/m3. Nilai tersebut berada di atas baku mutu PM10 yaitu 150 ug/m3. Parameter Aerosol Optical Depth (AOD) masih menunjukkan nilai 1.6 yang berarti kondisi udara terkontaminasi partikulat padat seperti debu dan partikel asap kebakaran.

“Di Sumbar, terpantau sembilan titik hotspot api. Di antaranya, lima di Dharmasraya, dua di Pesisir Selatan, dan satu di Mentawai serta Solok Selatan,” jelasnya.

Dayantolis mengungkapkan, berdasarkan analisis model satelit, potensi konsentrasi polutan masih berpotensi tinggi hingga beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pagi hingga siang hari dan pada malam hari. Kondisi kualitas udara yang buruk ini dapat dijadikan pertimbangan langkah antisipasi kepada pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dina Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar Siti Asiyah membenarkan kondisi udara mengalami penurunan. Namun, ia menyebutkan data Indeks Pencemaran Udaranya (ISPU) secara keseluruhan baru akan terbit hingga sore nanti.

“Kondisi udara sedikit menurun kualitasnya dengan paremeter debu ukuran 2.5 mikron (PM 2.5) di atas ambang batas. Demikian infonya. Data ISPU baru terbit setelah pukul 15.00 WIN nanti,” katanya singkat kepada langgam.id dalam keterangan tertulis. (Irwanda/RC)

Baca Juga

Pemprov dan Polda Sumbar Perketat Pengawasan Karhutla, Vasko Targetkan Nol Titik Api
Pemprov dan Polda Sumbar Perketat Pengawasan Karhutla, Vasko Targetkan Nol Titik Api
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Sejumlah Daerah Masuk Kategori Tidak Sehat
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Sejumlah Daerah Masuk Kategori Tidak Sehat
Kabut Asap Selimuti Sumbar, Wagub Vasko Minta Mitigasi Diperkuat
Kabut Asap Selimuti Sumbar, Wagub Vasko Minta Mitigasi Diperkuat
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Kualitas Udara Sumbar Pagi Ini, Sebagian Besar Daerah Masuk Kategori Tidak Sehat
Gubernur Mahyeldi Beri Dukungan Moral bagi Atlet SOIna Sumbar di PESONAS II Kupang
Gubernur Mahyeldi Beri Dukungan Moral bagi Atlet SOIna Sumbar di PESONAS II Kupang
Gubernur dan Kapolda Sumbar Perkuat Sinergi, Keselamatan Warga Jadi Prioritas
Gubernur dan Kapolda Sumbar Perkuat Sinergi, Keselamatan Warga Jadi Prioritas