Dinilai Tak Etis, Peti Jenazah Utuh Dibuang ke Tempat Sampah di Padang

Dinilai Tak Etis, Peti Jenazah Utuh Dibuang ke Tempat Sampah di Padang

Seseorang membuang peti jenazah ke tempat sampah di Padang. (Foto: Ist)

Langgam.id – Peti jenazah ditemukan di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di kawasan Asratek tepatnya di Jalan Jakarta, Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Peti berwarna coklat itu diketahui berada di TPS pada Minggu (15/9/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pertama sekali peti jenazah tersebut ditemukan oleh pasukan oranye dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang saat melakukan pembersihan. Namun, tidak tahu pemilik dan siapa orang yang membuang peti dengan panjang dua meter dan lebar satu meter itu.

Menurut Kepala DLH Kota Padang Mairizon, peti jenazah yang sengaja dibuang oleh masyarakat ke TPS itu tidak melanggar aturan. Namun tindakan tersebut sangat tidak beretika karena dibuang secara utuh tanpa harus dihancurkan terlebih dahulu.

“Secara aturan tidak ada yang dilarang, karena itu sampah. Cuma, etika budaya dan sosial tidak pantas. Masak peti jenazah diletakkan di TPS, seharusnya dihancurkan dan dibongkar baru ditarok tidak masalah,” ujar Mairizon dihubungi langgam.id, Minggu (15/9/2019) siang.

Mairizon mengungkapkan, secara etika dan budaya tentu masyarakat Kota Padang tidak menerima. Bahkan, ia yang mendapat informasi adanya peti jenazah dibuang langsung mendatangi lokasi TPS.

“Saya sudah ke sana. Kami langsung angkut peti jenazah itu ke tempat pembuangan akhir (TPA) Air Dingin. Sudah kami hancurkan. Sangat disayangkan ya, tindakan membuang peti jenazah ini,” katanya.

Mairizon menduga peti jenazah berasal dari luar Kota Padang, karena terdapat tulisan kargo. Namun, tulisan kargo di peti jenazah tersebut telah rusak sehingga alamat tujuan tidak jelas. Meskipun demikian, ia memprediksi yang membuang merupakan masyarakat di kawasan Kecamatan Padang Utara.

Bahkan, katanya, peti jenazah itu telah pernah digunakan sebelumnya. Sebab, di dalam peti terdapat kain putih dan penjaga jenazah meski aroma di dalam peti tidak mengeluarkan bau apapun serta kondisinya bersih.

“Kami meminta dan mengimbau kepada masyarakat jangan melakukan hal yang melawan etika dan kebiasaan yang telah dilakukan. Memang tingkat kesadaran pengelolaan sampah sangat kurang, hal ini seperti hal yang tidak pantas malah diletakkan ke TPS,” pungkasnya.

Sebelumnya, peti jenazah dibuang di TPS juga pernah terjadi pada Bulan Mei 2018. Bahkan, peti jenazah itu ditemukan
di sekitar lokasi Pantai Padang. Peti itu juga ditemukan oleh pasukan orangye dari DLH Kota Padang. (Irwanda)

Baca Juga

Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Kota Padang Kembali Sekolah Tatap Muka Besok
Meski sempat diguyur hujan beberapa hari yang lalu, namun saat ini kondisi Kota Padang kembali diselimuti kabut tebal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebu
BMKG Prediksi Sumbar Bakal Diguyur Hujan, Asap Karhutla Diperkirakan akan Berkurang
Dinas Perdagangan (Disdag) mengingatkan kepada produsen dan pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang jelang Ramadan dan Lebaran 2025.
Harga Cabai Jawa di Pasar Raya Padang Kembali Naik Jadi Rp75 Ribu
Asap Karhutla, Puskesmas di Padang Catat 428 Pasien ISPA Sejak Awal Oktober
Asap Karhutla, Puskesmas di Padang Catat 428 Pasien ISPA Sejak Awal Oktober
Tabrakan Truk di Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Macet Panjang
Tabrakan Truk di Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Macet Panjang
Walikota Padang, Fadly Amran.
Mitigasi Banjir, Pemko Padang Kaji Ulang RTRW