Tidak Sejalan dengan Partai, Wakil Ketua DPRD Solok Selatan Mengundurkan Diri

Langgam.id-Ali Sabri Abbas

Ali Sabri Abbas. [foto: FB Ali Sabri Abbas]

Langgam.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Selatan Ali Sabri Abbas mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Alasannya karena tidak sejalan lagi dengan partainya yaitu Partai Amanat Nasional (PAN).

“Sebenarnya saya tidak maksimal lagi bekerja di DPRD karena saya dan partai kurang harmonis, makanya saya mundur saja dan memberikan kesempatan pada kader lain,” kata Ali Sabri Abas, Jumat (15/10/2021).

Dia mengatakan, pengajuan surat pengunduran diri telah dimasukkan pada sekretariat DPRD Solok Selatan pada Kamis (14/10/2021).

Surat itu akan berproses dan nanti bakal terbit Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar tentang pemberhentian dirinya.

Ali mengungkapkan, secara administrasi dirinya diangkat menjadi anggota DPRD Solok Selatan lewat SK Gubernur Sumbar, maka untuk pemberhentian nantinya juga bakal terbit dari Gubernur Sumbar.

Meski demikian, dirinya masih ke kantor untuk menyelesaikan urusan administrasi.

“Paling sekitar 20 hari lagi keluar keputusan resminya, biasanya cepat itu. Nanti saya bakal digantikan oleh yang jumlah suara terbanyak di bawah saya juga dari PAN, Jetra Ferdi namanya,” katanya.

Keinginan Mundur Sejak Lama

Ia mengaku keputusan mundur itu didukung oleh para pendukungnya. Bahkan menginginkan mundur sejak lama karena partai tidak sejalan dengan para pendukungnya. Keinginan banyak yang berbeda.

Kalau secara pribadi dirinya tidak ada masalah dengan pengurus DPC PAN Solok Selatan sekarang. Namun karena memikirkan pendukung ia memilih mundur, karena pendukung adalah aset yang jangan sampai dikecewakan.

“Pendukung inginnya saya kalau mencalonkan lagi dari partai lain, karena pendukung menganggap PAN Solok Selatan ini pendukung yang membesarkan, tapi sekarang partai tidak memihak lagi terhadap para pendukung,” katanya.

Baca juga: Ayah Derita Stroke, Seorang Anggota DPRD Solok Selatan Pilih Mengundurkan Diri

Ia mencontohkan, saat pilkada lalu, PAN memilih calon yang bukan kadernya sendiri. Kemudian pengurus partai sekarang ini baru dan dianggap tidak memihak pada pendukung.

Menurutnya, kalau jauh hari dari pemilu seperti saat ini dirinya mundur, partai bisa mengambil sikap untuk membenahi kepengurusan.

“Kalau dekat pemilu tentu partai akan kesulitan, sehingga saat ini partai diberi kesempatan untuk berbenah agar tetap eksis di Solok Selatan dan bisa berbenah diri,” beber Ali.

Fokus Urus Keluarga dan Ladang

Setelah mengundurkan diri ini, dirinya ingin menepi dari politik. Ia akan fokus mengurus keluarga dan ladangnya.

Apakah akan mencalon lagi pada tahun 2024, ia melihat dulu. Kalau memang memungkinkan ia akan mencalonkan diri lagi.

Dengan mundurnya Ali Sabri Abbas, maka dia merupakan orang kedua yang mundur dari jabatannya di DPRD Solok Selatan.

Sebelumnya juga dari kader PAN anggota DPRD Solok Selatan Ade Vernanda mengundurkan diri. Dia mengundurkan diri karena fokus merawat orang tuanya yang sakit.

Baca Juga

Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata
Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata
Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja
Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja
RSUP M Djamil Padang
Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang: Hasil Audit hanya Dilaporkan ke Kemenkes, Tak Diumumkan
Rano Karno "Si Doel" Terharu Pulang Kampung ke Bonjol Pasaman, Bakal Bangun Rumah di Tanah Leluhur
Rano Karno “Si Doel” Terharu Pulang Kampung ke Bonjol Pasaman, Bakal Bangun Rumah di Tanah Leluhur
Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
Kasus Puluhan Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Dinkes Tunggu Hasil Labor
Kasus Puluhan Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Dinkes Tunggu Hasil Labor