Tingkat Keterisian Tempat Tidur RSUD Rasidin Padang Tinggi, Ini Sebabnya

langgam.id-RSUD Rasidin Padang

Gubernur Sumbar, Mahyeldi meninjau RSUD dr Rasidin Padang. [foto: Pemprov Sumbar]

Langgam.id – RSUD dr Rasidin Padang ternyata tidak hanya menerima dan merawat pasien dari Kota Padang saja. Namun rumah sakit yang berada di Kecamatan Kuranji ini juga menerima pasien dari luar Kota Padang.

Direktur RSUD dr Rasidin Padang, dr Herlin Sridiani mengatakan, pasien di rumah sakit itu tidak hanya dari Padang tetapi juga dari Dharmasraya dan Pesisir Selatan.

“Oleh karena itu tingkat keterisian tempat tidur BOR cukup tinggi,” ujarnya saat menerima kunjungan Gubernur Sumbar Mahyeldi, Selasa (28/7/2021).

Herlin menambahkan, bahwa untuk pasien covid-19, RSUD dr Rasidin Padang menyediakan sebanyak 94 kamar.

“Sedangkan pasokan oksigen hingga saat ini masih aman karena ada kontrak setahun untuk 50 tabung setiap hari,” katanya.

Namun Kendala yang dihadapi saat ini ungkapnya, adalah kurangnya tenaga kesehatan (nakes). Sebab ada 10 orang yang positif terpapar covid-19.

Untuk persoalan itu menurutnya, gubernur menyarankan agar Dinas Kesehatan bisa memanfaatkan nakes yang ada kelebihan di kabupaten kota lain.

Lengkapi Kebutuhan Rumah Sakit

Sementara itu, peninjauan yang dilakukan Gubernur Sumbar Mahyeldi ke RSUD dr Rasidin Padang untuk melihat kesiapan rumah sakit itu dalam mengantisipasi lonjakan kasus covid-19. Pemerintah berusaha melengkapi semua kebutuhan rumah sakit untuk melayani masyarakat.

Baca juga: RSUD Rasidin Padang Kekurangan Nakes di Tengah Lonjakan Covid-19

“Rumah Sakit di Padang ini menjadi rujukan bagi beberapa kabupaten dan kota. Karena itu kita lihat kesiapannya seperti ketersediaan tempat tidur untuk pasien covid-19,” sebutnya.

Menurutnya, pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat termasuk yang terpapar covid-19.

Dalam beberapa rapat koordinasi terangnya, pihak rumah sakit di daerah diminta untuk melakukan konversi tempat tidur untuk kebutuhan pasien covid-19. Hal itu sudah dilakukan beberapa rumah sakit sehingga tingkat keterisian tempat tidur atau BOR mulai menurun.

Pemprov Sumbar juga mengupayakan tambahan oksigen untuk keperluan rumah sakit yang melonjak karena banyaknya pasien. Salah satunya berkoordinasi dengan provinsi tetangga seperti Riau.

“Kita sudah dapat bantuan dari Riau kemaren dan sudah habis terdistribusi. Kita akan upayakan tambahan dari pihak-pihak lain agar stok mencukupi untuk kebutuhan RS,” katanya.

Saat ini Mahyeldi mengatakan, pihaknya juga telah meminta dukungan 800 ribu vaksin ke pusat untuk meningkatkan cakupan vaksinasi demi mencapai heard immunity.

“Yang disetujui baru 30.900 di tambah 700 dosis. Ini dalam waktu singkat akan habis lagi. Mudah-mudahan secepatnya ada kiriman lagi,” katanya.

 

 

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre