4 Daerah Gelar Tatap Muka, Gubernur Sumbar Sampaikan 4 Metode Sekolah di Masa Pandemi

Perda covid-19 Sumbar, Ranperda New Normal Sumbar | Gubernur Sumbar Bagikan Masker Sekolah dibuka ditengah pandemi, Bansos,gubernur batal vaksin

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Langgam.id – Empat kabupaten dan kota di Sumatra Barat (Sumbar) sudah membuka sekolah dan menerapkan sistem belajar tatap muka mulai Senin (13/7/2020). Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, empat daerah yang masuk kategori “zona hijau” itu adalah Kota Pariaman, Sawahlunto, Kabupaten Pesisir Selatan dan Pasaman Barat.

Ia menjelaskan, sebenarnya ada enam daerah yang sudah kembali menjadi zona hijau. Selain empat daerah tersebut, juga ada Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Namun kedua daerah yang saling bertetangga itu, menunda dulu. “Kita tetap memberi kesempatan kepada bupati dan wali kota untuk menentukan kebijakan,” kata gubernur, sebagaimana dirilis Humas Pemprov Sumbar.

Dalam pembukaan tahun ajaran baru yang digelar secara virtual dari ruang kerja gubernur pada Senin (13/7/2020), Irwan mengatakan, metode belajar saat pembukaan tahun ajaran baru terdiri dari empat metode. Yakni, tatap muka, tatap maya, campuran tatap maya dan tatap muka serta pembelajaran jarak jauh (PJJ) luar jaring (luring).

Daerah yang berada di zona hijau, menurutnya, boleh tatap muka langsung dengan skenario tatanan normal baru, boleh campuran antara tatap muka langsung dengan tatap maya. “Sementara untuk zona oranye dan zona kuning tetap dengan metode tatap maya atau “PJJ luring” bagi daerah yang tidak ada sinyal internet atau tidak ada HP.

Baca Juga: 3 Tips Dokter Reisa Agar Daerah Beralih ke Zona Hijau Covid-19

PJJ luring yakni dengan para siswa menjemput dokumen tugas ke sekolah, dikerjakan di rumah dan diantarkan kembali ke sekolah. “Dalam kebijakan pendidikan dimasa pandemi Covid-19, kita tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan murid, guru, keluarga dan masyarakat,” kata gubernur.

Gubernur berharap keempat cara ini bisa dijalani tanpa mengorbankan pendidikan dan mudah-mudahan target dari kompetensi dasar (KD) terpenuhi. “Kriteria ketuntasan minimal (KKM) selesai walaupun dengan pendekatan tidak tatap muka,” ujar gubernur, sebagaimana juga dilansir Dinas Kominfo di situs resmi Pemprov.

Tahun ajaran baru sekarang, menurut gubernur, masih akan terus dilakukan secara daring (online). Hal ini karena masih banyak daerah di Provinsi Sumbar yang berzona oranye dan kuning. Pembelajaran melalui daring menuntut siswa dan guru untuk tidak gaptek alias gagap teknologi.

Ia mengaakan, pendekatan dengan teknologi informasi adalah sebuah keniscayaan. “Semua guru harus akrab dan ramah dengan IT. Murid-muridpun harus mengubah perilaku dari mendengar guru mengajar di kelas. Sekarang harus terbiasa mendengarkan dari tatap maya. Guru harus berubah, siswa harus berubah, itulah new normal. Kita semua berubah, normal dengan kehidupan baru yang berbeda dengan kehidupan yang dulu. Sesuai dengan protokol kesehatan,” tuturnya. (*/SS)

Baca Juga

Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir
Kemenhaj Provinsi Sumatera Barat akan terus memperkuat pengawasan terhadap travel umrah yang belum mengantongi izin operasional.
Kemenhaj Sumbar Akan Tindak Tegas Travel Umrah Tak Berizin
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai 
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai 
Kewajiban Sipangka Tol dan Hak Publik untuk Tahu
Kewajiban Sipangka Tol dan Hak Publik untuk Tahu
5 Anggota DPR RI Asal Sumbar Belum Lapor LHKPN 2025, dari Andre Rosiade hingga Rahmat Saleh
5 Anggota DPR RI Asal Sumbar Belum Lapor LHKPN 2025, dari Andre Rosiade hingga Rahmat Saleh
LBH Padang Soroti Temuan BPK Rp704 Juta pada Proyek Gedung MUI
LBH Padang Soroti Temuan BPK Rp704 Juta pada Proyek Gedung MUI