31 Atlet Karate Sumbar Ikuti Kejurnas di Bandung

atlet sumbar kejurnas

31 atlet karate Sumbar ikuti Kejurnas [Irwanda/Langgam.id]

Langgam.id – Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumatra Barat (Sumbar) lepas 31 atlet dan tim official menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bandung yang dimulai pada 5-6 November 2021.

Menurut Ketua Harian FORKI Sumbar, Kompol Alvira, Kejurnas ini memperebutkan Piala Ketua Umum PB FORKI. Di antaranya untuk kategori Kadet Junior dan Under 21.

“Untuk jumlah kontingen yang berangkat sebanyak 31 orang, termasuk satu manajer, empat pelatih, dan ada juga pendamping satu orang,” kata Alvira, Minggu (31/10/2021) malam.

Alvira mengungkapkan, untuk sistem Kejurnas ini tidak semua atlet yang berangkat, karena sebagiannya dilaksanakan secara virtual.

Baca juga: Semen Padang FC Mulai Berbenah Jelang Putaran Kedua Liga 2 2021

“Jadi untuk atlet cabang Kata, mereka bertahan di Padang karena kejuaraannya secara virtual, jadi yang berangkat ke Bandung hanya Tim Kumite saja,” jelasnya.

Untuk masalah target yang akan dicapai pada Kejurnas ini, pihaknya tidak muluk-muluk. Alvira mengungkapkan maksimal atletnya bagaimana mendapatkan medali emas sebanyak mungkin.

“Hari ini pemetaannya belum jelas, karena selama dua tahun kita vakum kejuaraan, sehingga peta kejuaraan nasional belum jelas. Tapi dengan materi kita sekarang, kita optimis kita bisa dapat medali emas maksimal,” harapnya.

Alvira menambahkan terkait seleksi atlet Sumbar untuk Kejurnas ini, hanya dengan waktu yang sangat singkat sekali.

“Memang kejuaraan ini juga waktu persiapan sangat singkat, karena surat yang kita terima untuk Kejurnas ini setelah PON XX Papua,” tuturnya.

“Sehingga kita melaksanakan seleksi di tanggal 23 Oktober kemarin. Dari 159 atlet yang kita seleksi, inilah hasilnya. Ada 31 anggota tim yang lulus seleksi untuk mengikuti Kejurnas tersebut,” sambungnya.

Baca Juga

Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Djangan sekali-kali meninggalkan sedjarah! Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sedjarahnya sendiri. Dari sedjarah
Gala Adat dan Pertaruhan Marwah
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar