2 Pekan, 14 Kabupaten dan Kota di Sumbar Tak Lagi Catatkan Kasus Baru Covid-19

Kabar Baik, 30 Pasien Positif Corona di Sumbar Sembuh

Peta sebaran corona di Sumbar. (corona.sumbarprov.go.id)

Langgam.id - Sejak 2 pekan terakhir, tidak ada lagi kasus baru Covid-19 di 14 kabupaten dan kota di Sumatra Barat (Sumbar). Kalau dihitung 3 minggu, sudah 8 kabupaten dan kota yang tak ada kasus baru.

Demikian dikatakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno usai salat Jumat di Masjid Raya Sumbar, Padang, Jumat (19/6/2020). "Satu ada kemaren di Padang Pariaman. Kalau Kota Padang memang setiap hari masih ada, insya Allah itu terkendali," katanya.

Delapan kabupaten dan kota yang sudah 3 pekan tak ada kasus baru  Covid-19 adalah Kabupaten Solok, Pasaman, Pesisir Selatan, Kota Solok, Pariaman, Padang Panjang, Sawahlunto dan Bukittinggi. Sementara, yang telah dua minggu tak ada kasus baru Covid-19, selain 8 daerah itu, ditambah 6 kabupaten dan kota lainnya. Yakni, Kabupaten Tanah Datar, Agam, Limapuluh Kota, Sijunjung, Dharmasraya dan Kota Payakumbuh.

Sebanyak 14 kabupaten dan kota tersebut tak ada lagi kasus baru terhitung Kamis (4/6/2020) atau tepat 15 hari yang lalu.

Berikut kasus positif Covid-19 di Sumbar berdasar catatan Gugus Tugas Provinsi sejak tanggal tersebut:
- Kamis 4 Juni: positif 11 orang (9 Padang, 1 Solok Selatan, 1 Mentawai)
- Jumat 5 Juni: positif 13 orang, semua dari Padang
- Sabtu 6 Juni: positif 14 orang, semua dari Padang
- Minggu 7 Juni: positif 8 orang (5 dari Padang, 1 Padang Pariaman, 1 Pasaman Barat dan 1 Solok Selatan)
- Senin 8 Juni: tak ada pemeriksaan swab pada Minggu-Senin pagi
- Selasa 9 Juni: positif 19 orang, semua dari Padang
- Rabu 10 Juni: positif 14 orang, semua dari Padang
- Kamis 11 Juni: positif 2 orang, semua dari Padang
- Jumat 12 Juni: positif 10 orang, semua dari Padang
- Sabtu 13 Juni: positif 3 orang, semua dari Padang
- Minggu 14 Juni: positif 7 orang, semua dari Padang
- Senin 15 Juni: tak ada pemeriksaan swab pada Minggu-Senin pagi
- Selasa 16 Juni: positif 6 orang (4 dari Padang, 2 Padang Pariaman)
- Rabu 17 Juni: positif 4 orang, semua dari Padang
- Kamis 18 Juni: positif 5 orang, semua dari Padang
- Jumat 19 Juni: positif 4 orang, semua dari Padang

Dengan demikian, dalam 2 pekan (15 hari) terakhir ini, kasus positif baru hanya ada di 5 kota dan kabupaten. Yakni, 113 kasus positif di Padang, 3 di Padang Pariaman, 1 Pasaman Barat, 1 Solok Selatan dan 1 Kepulauan Mentawai.

Sebelum itu, 16 hari lalu, 1 kasus positif terakhir di Kota Payakumbuh pada Rabu (3/6/2020). Berikutnya, 17 hari lalu, kasus penambahan terakhir Dharmasraya 2 positif dan Sijunjung 1 positif, pada Selasa (2/6/2020). Seterusnya, 20 hari lalu, kasus terakhir Limapuluh Kota dan Agam, masing-masing 1 positif pada Sabtu (30/5/2020). Kemudian 21 hari lalu, kasus penambahan terakhir Tanah Datar 1 positif pada Rabu (27/5/2020).

Irwan mengatakan, angka effective reproduction number atau angka reproduksi penyebaran virus covid-19 di Sumbar juga sudah berada di bawah angka 1. Yaitu, yaitu 0,77 dalam tiga minggu terakhir. Untuk kabupaten kota selain Kota Padang juga angkanya sudah di bawah 1.

"Sementara Kota Padang dalam dua minggu ini di bawah angka 1, kecuali satu hari yaitu 1,0. Jadi sebetulnya daerah kita sebagian besar sudah zona kuning," katanya.

Ia mengatakan Sumbar tidak akan mungkin lagi menjadi zona hijau karena seluruh kabupaten kota sudah ada kasus covid-19. Sedangkan daerah hijau dari awal harus nol kasus covid-19. Sumbar sudah menjadi merah dulunya di 19 Kabupaten kota. Kemudian pindah zona orange, dan kemudian menjadi daerah kuning.

"Jadi tinggal dua yang daerah merah yaitu Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Selebihnya ada yang orange dan ada kuning," katanya.

Selain itu pasien di Sumbar juga memiliki tingkat kesembuhan paling tinggi di Indonesia dengan angka sekitar 70 persen. (Rahmadi/SS)

Baca Juga

Permasalahan baru yang menimpa umat Islam yakni terkait daftar nama-nama ustadz kondang yang terdaftar dalam jaringan radikalisme.
Universitas Muhammadiyah Sumbar Luncurkan Beasiswa Peduli Bencana
Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Mantan Anggota DPR RI Taslim Soroti Keramba Jaring Apung yang Rusak Keindahan Danau Maninjau
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Wajah Gelap Homo Digitalis
Wajah Gelap Homo Digitalis
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Nofel Nofiadri
Galodo Soko dalam Kontestasi Kepala Daerah