Langgam.id – Keluhan sejumlah pengendara terkait kendaraan yang tiba-tiba mogok setelah mengisi Pertalite viral di media sosial. Pengendara menduga bahan bakar tersebut tercampur material menyerupai semen.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar). Salah satu bengkel di daerah itu menerima 17 mobil dalam sepekan terakhir dengan keluhan mesin merepet hingga terasa seperti kehabisan bahan bakar.
Montir bengkel, Jay Gumanti, mengatakan kendaraan yang masuk memiliki masalah gangguan yang hampir sama. Mobil awalnya masih dapat berjalan, kemudian mesin mulai merepet hingga akhirnya mogok.
“Kerusakannya persis sama. Saat mobil mulai merepet, seolah-olah kehabisan bensin,” kata Jay kepada Langgam.id, Minggu (27/9/2026).
Menurut Jay, pihak bengkel kemudian memeriksa sejumlah komponen kendaraan, mulai dari busi hingga bagian mesin. Namun, tidak ditemukan kerusakan pada komponen tersebut.
“Setelah dicek, busi sampai mesinnya tidak ada masalah. Namun ketika melihat tangki, ada tumpukan bahan berwarna putih keabu-abuan yang mengendap,” ujarnya.
Jay menambahkan, endapan tersebut ditemukan di dalam tangki bahan bakar. Menurutnya, material itu dapat mengganggu aliran bahan bakar menuju mesin.
“Endapan itu membuat aliran bahan bakar ke mesin tersumbat, sehingga mobil menjadi mogok,” katanya.
Banyaknya kendaraan yang masuk membuat pihak bengkel harus bekerja lebih lama untuk menyelesaikan perbaikan. Bahkan, pada Minggu (27/9/2026), tiga kendaraan kembali datang dengan keluhan serupa.
“Yang konfirmasi ke kami, ada tiga mobil yang masuk sore hari ini dengan penyakit yang sama,” katanya.
Sebagian besar kendaraan yang ditangani merupakan mobil travel. Kondisi tersebut membuat pengemudi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membersihkan tangki dan memperbaiki kendaraan.
“Untuk perbaikannya sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu,” ujarnya.
Meski temuan tersebut muncul di tengah ramainya informasi mengenai Pertalite yang diduga bercampur material menyerupai semen, Jay belum dapat memastikan jenis material yang ditemukan di dalam tangki kendaraan.
Ia juga belum dapat memastikan apakah endapan tersebut berasal dari Pertalite atau sumber lainnya.
“Untuk memastikan kandungan material tersebut diperlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.
Jay berharap persoalan tersebut segera mendapat kejelasan agar tidak semakin banyak kendaraan, terutama mobil travel, yang mengalami gangguan serupa.
“Mudah-mudahan masalah Pertalite ini cepat berlalu. Kasihan kawan-kawan travel, banyak travel yang merasakan dampaknya,” katanya. (WAN)






