100 Calon Jemaah Umrah Asal Sumbar Batal Berangkat ke Mekkah

Jemaah Umrah Sumbar gagal berangkat ke Mekkah

Mekkah. (Pixabay)

Langgam.id – Sekitar 100 orang calon jemaah asal Sumatra Barat (Sumbar) terpaksa harus menunda keberangkatan ibadah umrah ke Tanah Suci Mekkah. Hal ini dikarenakan Pemerintah Arab Saudi menangguhkan sementara penerimaan jamaah umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Penangguhan penerima jemaah umrah itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Tindakan tersebut telah dilakukan Pemerintah Arab Saudi sejak Kamis (27/2/2020).

Data yang diterima langgam.id, 100 calon jemaah umrah itu tergabung dalam biro perjalanan terpercaya di Sumbar, yaitu PT AET Travel Indonesia. Mereka dijadwalkan akan berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau ke Arab Saudi, Minggu (1/3/2020).

Owner PT AET Travel Indonesia Rizky Ikhwan mengatakan rencananya para jemaah akan melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi mengunakan maskapai Lion Air. Namun karena ada penangguhan, keberangkatan sementara ditunda.

“Dalam waktu dekat dijadwal ulang. Sekarang ditunda sementara, sampai informasi resmi umrah diperbolehkan kembali,” kata Rizky dihubungi langgam.id, Jumat (27/2/2020).

Rizky mengungkapkan penundaan keberangkatan umrah ini diterima lapang dada oleh para jemaah. Mereka juga tidak mempersoalkan, apalagi ini merupakan kebijakan pemerintah setempat.

“Karena ini musibah, para jemaah menerima. Apalagi pejabat negara sudah berkomentar. Pada prinsipnya jemaah tidak ada persoalan, dari pada sakit nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, PT AET Travel Indonesia telah lebih dulu memberangkatkan 200 jemaah umrah dan telah sampai di Arab Saudi. Namun keberangkatan dilakukan sebelum adanya penangguhan penerima jemaah umrah.

“Ada banyak yang berada di Arab Saudi, sekitar 200 jemaah. Tindak lanjut yang sudah sampai enggak ada, mereka pulang sesuai jadwal saja,” tuturnya. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak