10 Hari Terakhir, Intensitas Hujan di 3 Daerah Ini Tertinggi di Sumbar

10 Hari Terakhir, Intensitas Hujan di 3 Daerah Ini Tertinggi di Sumbar

Ilustrasi - hujan lebat. (Foto: pixabay.com)

Langgam.id – Selama 10 hari terakhir, intensitas hujan di tiga daerah tertinggi di Sumatra Barat (Sumbar). Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang dan Kabupaten Agam.

Berdasar data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima pada Rabu (17/11/2022), dalam rentang 7-17 November 2022, curah intensitas tertinggi adalah di Pesisir Selatan. Total curah hujan yang mengguyur daerah tersebut sudah mencapai 465 mm.

Sedangkan untuk Kota Padang dari sepuluh hari kebelakang menerima curah hujan 451 mm. Kabupaten Agam lebih kecil daripada dua wilayah sebelumnya. Yakni sebanyak 203.5 mm.

Puncaknya sendiri terjadi Rabu (16/11/2022). Pada hari tersebut, BMKG mencatatkan, Pesisir Selatan diguyur hujan dengan intensitas 198 mm, disusul Padang di angka 179 mm.

Baca Juga: BMKG: Puncak Musim Hujan di Sumbar Bisa Sampai Desember

Bila kita rujuk situs resmi BMKG, curah hujan di kedua daerah itu pada Rabu sudah masuk kategori ekstrem. Di situs resmi disebutkan, intensitas hujan di atas 150 mm per hari, sudah masuk kategori ekstrem.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman Sakimin kepada Langgam.id mengatakan, dalam 10 hari, intensitas hujan di Pesisir Selatan dan Padang sudah hampir menyamai intensitas hujan selama 1 bulan. “Normalnya bulan November itu curahnya 520 mm,” ujar Sakimin.

Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari posisi dari wilayah tersebut yang ada di pantai pesisir barat Sumatra. Sementara, bagian Sumatra Barat yang lebih ke arah timur, hujannya lebih ringan.

Sepanjang sepuluh hari kebelakang, hanya beberapa hari wilayah di Padang, Agam, dan Pesisir Selatan tidak diguyur hujan.

Tepatnya untuk Kota Padang, Dari Senin-Jumat 07-11 November kemarin, hanya terjadi hujan dengan curah yang rendah. Hujan cukup besar lainnya selain pada Rabu kemarin, terjadi pada Jumat (11/11/2022) dengan intensitas 150 mm. (Dharma Harisa/SS)

Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Tersangka penganiayaan anak berusia tiga tahun saat diamankan polisi. (Foto: Polres Solok)
Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok
Petani berajalan di antara lahan sawah yang masih tertimbun material sisa banjir bandang di Kabupaten Solok, Rabu (7/4/2026). Abdul Latif
Perbaikan Sawah Pascabencana Lambat: Ekonomi Petani Terhimpit, Musim Panen Terancam
Wakop di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar
Viral Warkop di Zona Terlarang Lembah Anai, Walhi Sumbar Sebut Pelanggaran
Oktavinus Warga Nagari Manggu Tana mengumpulkan pasir yang menimbun sawah usai diterjang banjir bandan, Senin 30 Maret 2026. Abdul Latif
Saat Petani Solok Bertahan Hidup dari Sisa Bencana
Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)
Jembatan Darurat Rusak Lagi, Putus Akses 3 Nagari di Padang Pariaman hingga Menyeberang Pakai Rakit
Berita Pessel - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang tukang ojek ditangkap diduga melakukan pencabulan anak di bawah umur
Paman di Tanah Datar Cabuli dan Perkosa Keponakan: Tangan Diikat, Mulut Dibekap