Zona Oranye Covid-19 di Sumbar Berkurang, Wilayah Kuning Bertambah

Kasus Covid lima besar, peta zonasi

Ilustrasi Peta Covid-19 di Sumbar (Foto: Langgam.id)

Langgam.id – Zona oranye Covid-19 di Sumatra Barat (Sumbar) berkurang dari 15 menjadi 12 kabupaten dan kota dalam data terbaru Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Minggu (8/11/2020). Sebaliknya, wilayah yang masuk zona kuning bertambah dari empat menjadi tujuh kabupaten dan kota.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal merilis, data terbaru tersebut berdasar hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke 35 pandemi covid-19 di Sumbar. Penghitungan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Sumbar. Zona tersebut berlaku mulai 7 November sampai dengan 14 November 2020.

Sama dengan data sebelumnya, berdasar data Pemprov tidak ada lagi zona merah (risiko penyebaran) Covid-19 di Sumbar. Juga belum ada lagi yang zona hijau (bebas dari Covid-19).

Perbedaan dengan data minggu sebelumnya, Kabupaten Dharmasraya, Pasaman Barat, Solok Selatan dan Kota Sawahlunto yang sebelumnya masuk zona oranye, berdasar data baru masuk zona kuning. Sementara, Kota Payakumbuh yang sebelumnya di zona kuning, kini masuk zona oranye.

Hal tersebut, membuat zona oranye di Sumbar menjadi 12 daerah, yaitu:
1. Kabupaten Tanah Datar (Skor 1,91)
2. Kota Padang (Skor 1,97)
3. Kabupaten Solok (Skor 2,12)
4. Kota Padang Panjang (Skor 2,18)
5. Kabupaten Padang Pariaman (Skor 2,20)
6. Kota Pariaman (Skor 2,24)
7. Kota Solok (Skor 2,28)
8. Kota Payakumbuh Skor 2,28)
9. Kabupaten Agam (Skor 2,34)
10. Kabupaten Pasaman (Skor 2,34)
11. Kabupaten Pesisir Selatan (Skor 2,36)
12. Kota Bukittinggi (Skor 2,37)

Sedangkan zona kuning bertambah menjadi tujuh daerah, yaitu:
1. Kabupaten Dharmasraya (Skor 2,41)
2. Kabupaten Kepulauan Mentawai (Skor 2,42)
3. Kabupaten Pasaman Barat (Skor 2,46)
4. Kabupaten Limapuluh Kota (Skor 2,51)
5. Kota Sawahlunto (Skor 2,56)
6. Kabupaten Sijunjung (Skor 2,58)
7. Kabupaten Solok Selatan (Skor 2,77)

“Skor terendah adalah Kabupaten Tanah Datar dan mendekati resiko rendah zona Kuning adalah Kota Bukittinggi. Semakin Kecil Skor, semakin kurang baik keadaannya. Skor Tertinggi adalah Kabupaten Solok Selatan. Semakin tinggi Skornya, semakin baik dalam pengendalian pemaparan covid-19 di daerah tersebut,” tutur Jasman.

Setelah penetapan status zonasi daerah pada minggu ke-35 ini, Jasman meminta kabupaten Kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. “Hal ini bertujuan agar penyebaran covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan,” katanya. (*/SS)

Baca Juga

Banjir bandang merendam pemukiman wawrga di Kota Padang, Jumat (28/11/2025). BPBD
Bencana Picu Inflasi Sumbar Melambung Tinggi
Presiden Prabowo saat meninjau pembangunan Huntara untuk korban banjir di Kabupaten Agam.
Pemerintah Bangun 750 Huntara untuk Korban Banjir Sumbar
Jaime Giraldo pemain baru Semen Padang
Jaime Giraldo Resmi Gabung ke Semen Padang FC
Wali Kota Padang Panjang Lantik 10 Pejabat Eselon II, Zia Ul Fikri Jabat Kepala BPKD
Wali Kota Padang Panjang Lantik 10 Pejabat Eselon II, Zia Ul Fikri Jabat Kepala BPKD
Banjir bandang di Nagari Batang Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam Jumat dini hari (2/1/2026).
Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Akses Lubuk Basung–Bukittinggi Terputus
Pelunasan Biaya Haji di Sumbar Tahap 1 Capai 75 Persen
Pelunasan Biaya Haji di Sumbar Tahap 1 Capai 75 Persen