Wawako Harapkan Program Basunting Efektif Atasi Stunting di Padang Panjang

Wawako Harapkan Program Basunting Efektif Atasi Stunting di Padang Panjang

Asrul (kiri) Wakil Walikota Padang Panjang. (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Langgam.id — Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatra Barat berupaya untuk menurunkan angka stunting di daerah itu dengan program Bapak dan Ibu Asuh Anak Stunting (Basunting) yang telah diluncurkan pada Desember 2022 lalu.

“Kita terus melakukan berbagai langkah nyata guna menyelesaikan masalah-masalah stunting, sehingga trend dari angka kasusnya bisa menurun,” kata Wakil Wali Kota Padang Panjang Asrul dikutip dari laman resmi Kominfo, Rabu (11/1/2023).

Wawako Asrul juga mendorong penuh percepatan penurunan stunting di Kota Padang Panjang. Menurutnya, penguatan koordinasi dan kerja sama diperlukan agar bisa bersama-sama melakukan aksi nyata dalam upaya perubahan yang lebih baik.

“Program Basunting telah berjalan selama satu bulan. Nanti pada Februari akan dievaluasi secara keseluruhan. Sebelum evaluasi, saya meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dapat mengejar target sehingga 81 kasus yang ada sekarang, saat evaluasi nanti sudah ada penurunan,” ucapnya.

Asrul meminta perangkat daerah untuk sesegera mungkin melaksanakan pencegahan stunting. Mulai dari mencari data mengenai faktor risiko apa saja yang selama ini menyebabkan peningkatan prevalensi stunting, perkembangannya, hingga sosialisasi secara masif terkait stunting.

“Apa yang menjadi tugas dalam upaya penanganan stunting segerakan. Sehingga target percepatan penurunan bisa tercapai sesuai harapan kita bersama,” harapnya.

Ia juga berharap adanya inovasi yang dilakukan puskesmas dan kelurahan untuk penurunan stunting di Kota Padang Panjang.

Kepala Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, PemberdayaanPerempuandanPerlindunganAnak (DSPPKBPPPA) Osman Bin Nur menjelaskan, percepatan penanganan stunting merupakan program prioritas nasional.

Hal ini, menjadi fondasi awal dalam membentuk generasi yang tangguh guna menyongsong masa depan.

Osman menyebutkan, stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan anak, tetapi juga perkembangannya.

“Kunci kemajuan sebuah bangsa itu terletak pada penanganan generasi sejak awal. Apabila angka stunting rendah, maka dapat dihasilkan sumberdaya manusia yang produktif dan kompeten,” ujarnya.

Adapun upaya percepat penurunan stunting yang sudah dilakukan di Kota Padang Panjang, sebutnya, dengan membangun komitmen dan membuat kebijakan, melaksanakan delapan aksi konvergensi, melaksanakan koordinasi intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif, serta meningkatan peran TPK (Tim Pendamping Keluarga) dan lintas sektor.

“Kita juga telah memberikan makanan tambahan untuk anak stunting dan telah berjalan selama satu bulan. Nanti pada Februari akan kita evaluasi sudah sejauh mana program ini, apa sudah tepat sasaran atau belum,” sebutnya. (*FS)

Tag:

Baca Juga

Sejumlah siswa TK dan SD di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam diduga keracunan setelah makan MBG
Kasus Keracunan Siswa di Sumbar Berulang, PBHI Sumbar Desak MBG Dievaluasi Total
Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Pemko Padang Tetapkan PJJ Sampai Jumat Imbas Udara Memburuk
Sumbar Diselimuti Asap, BMKG Sebut Berasal dari Jambi dan Sumsel 
Sumbar Diselimuti Asap, BMKG Sebut Berasal dari Jambi dan Sumsel 
Gubernur Sumbar Mahyeldi
Dugaan Keracunan MBG, Mahyeldi Perintahkan Dapur SPPG Terlibat Tutup Sementara
Kawasan Padang Teater Pasar Raya, Rabu (16/9/2026)/ Foto: Langgam/Fajar
Revitalisasi Pasar Raya, Pemko Bakal Ubah Padang Teater Jadi Pusat Kuliner
Harga Cabai Merah Keriting Naik Jadi Rp62 Ribu per Kilogram di Pasar Raya Padang
Harga Cabai Merah Keriting Naik Jadi Rp62 Ribu per Kilogram di Pasar Raya Padang