Langgam.id – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. Perannya semakin diperkuat oleh dukungan perbankan, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp31,62 triliun pada posisi Juni 2025.
Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Roni Nazra, angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM tetap menjadi sektor krusial bagi keberlanjutan ekonomi daerah. Penyaluran kredit untuk UMKM tumbuh 0,62 persen secara tahunan dan menyumbang 43,10 persen dari total seluruh kredit perbankan.
"Sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Sumatera Barat. Dukungan dari industri jasa keuangan, terutama perbankan, menjadi sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ini," ujar Roni Nazra, dalam keterangan resmi, Jumat (29/8/2025).
Secara keseluruhan, kinerja industri jasa keuangan di Sumatera Barat menunjukkan kondisi yang solid, tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II-2025 yang mencapai 3,94 persen. Total aset perbankan juga tumbuh 2,79 persen menjadi Rp84,22 triliun.
Selain perbankan konvensional, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga memainkan peran besar dalam mendukung UMKM. Pada posisi Juni 2025, penyaluran kredit dan pembiayaan oleh BPR mencapai Rp2,23 triliun, dengan 71,33 persen dari angka tersebut disalurkan untuk UMKM. Hal ini menunjukkan fokus BPR dalam melayani kebutuhan pembiayaan di tingkat akar rumput.
Kinerja positif ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara sektor keuangan dan UMKM akan terus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di Sumatera Barat.