Tips Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem

Sejumlah wilayah di Sumatra Barat (Sumbar) masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat selama tiga hari ke depan, Sabtu (31/1/2026)

Ilustrasi hujan lebat. [foto: canva.com]

Langgam.id – Memasuki bulan November, iklim cuaca di Kota Padang menjadi tidak stabil, terkadang panas dan juga terkadang hujan, yang memaksakan tubuh untuk tetap harus memiliki imun yang baik dikarnakan cuaca yang seiring selalu berganti ganti dari cuaca panas ke cuaca dingin yang menyebabkan tubuh gampang menjadi rentan terkena penyakit.

Selain panas yang ekstrim, cuaca dingin yang berlebihan juga bisa mengakibatkan daya imun tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit. Pada masa pancaroba ini bukan hanya manusia yang tidak bisa selalu keluar rumah, akan tetapi bakteri-bakteri dalam tubuh juga akan terperangkap dan menyebabkan daya imun menurun.

Kurang lebih setengah dari semua orang dewasa mengaku mengalami perubahan kesehatan akibat perubahan cuaca, termasuk lebih sering sakit kepala, flu/pilek, nyeri sendi, kelelahan, masuk angin dan bahkan bisa terserang tipes.

Di langsir dari Halodoc Kamis (9/11/2023), hal yang Perlu Diperhatikan Selama Perubahan Cuaca
Ada dua hal yang perlu kamu perhatikan terkait perubahan cuaca, antara lain:

Kebutuhan Air
Dalam cuaca panas, kamu akan lebih sering mengalami dehidrasi. Ingat, dehidrasi bisa menjadi masalah yang cukup fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Jika cuaca sedang cukup panas, maka pastikan untuk minum banyak cairan.

Air putih adalah pilihan terbaik dan bawalah sebotol air setiap saat supaya kamu lebih mudah untuk minum. Kamu juga bisa minum teh herbal dan jus buah dan sayuran segar, tetapi usahakan untuk versi rendah gula. Hindari kafein dalam jumlah besar seperti kopi, teh hitam, soda, minuman berenergi.

Selain itu, bersikaplah proaktif tentang minum. Jadi, ketika kamu merasa haus, maka kamu sudah mengalami gejala dehidrasi dan segeralah minum. Biarkan urine menjadi pemandu, jadi saat warnanya cukup keruh, maka minumlah air putih hingga urine berwarna jernih.

Alergi
Alergi musiman juga bisa terjadi selama perubahan musim, pasalnya paparan alergen tertentu selama perubahan musim seperti serbuk sari dari bunga dapat memicu respons imun dan inflamasi. Jika kamu memiliki alergi, yang ditunjukkan dengan gejala pilek misalnya, minum obat yang diresepkan dokter sesuai anjuran dan minum obat alergi sesuai kebutuhan. Jauhkan serbuk sari dengan cara menutup jendela di rumah dan di mobil. Jika kamu hendak beraktivitas di luar rumah, maka keluarlah saat jumlah serbuk sari sedikit, biasanya di pagi hari, hari berawan, dan hari berangin.

Ketika terjadi perubahan cuaca badan harus tetap di jaga agar menjadi sehat dengan banyak mengkonsumsi buah buahan, makanan bergizi untuk tubuh, dan perbanyak meminum air putih agar tidak dehidrasi.(Idin/Fs)

Tag:

Baca Juga

Budiman Swalayan Tawarkan Promo dan Potongan Harga Meriahkan HJK Padang ke-357
Budiman Swalayan Tawarkan Promo dan Potongan Harga Meriahkan HJK Padang ke-357
Sinergi untuk Umat, LAZ Alumni FK UNAND Jalin Kerja Sama dengan Unit ZISWAF IKA Kimia
Sinergi untuk Umat, LAZ Alumni FK UNAND Jalin Kerja Sama dengan Unit ZISWAF IKA Kimia
Bank Nagari Perkuat Peran sebagai Penerima Setoran Haji, Kuasai 54,41 Persen Pangsa Pasar di Sumbar
Bank Nagari Perkuat Peran sebagai Penerima Setoran Haji, Kuasai 54,41 Persen Pangsa Pasar di Sumbar
Program Afirmasi Pendidikan Tinggi, UBH Terima 4 Mahasiswa Asal Papua
Program Afirmasi Pendidikan Tinggi, UBH Terima 4 Mahasiswa Asal Papua
Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku Pengedar 21 Paket Ganja di Agam
Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku Pengedar 21 Paket Ganja di Agam
Langgam.id-Polda Sumbar
Mutasi Polda Sumbar, dari Auditor hingga AKBP F Terduga Pelaku Pelecehan Polwan