Tinjau Lokasi Bencana Sumbar, Kepala BNPB: Memang Cukup Parah

Tinjau Lokasi Bencana Sumbar, Kepala BNPB: Memang Cukup Parah

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi bencana di Agam. (Foto: Irwanda Saputra/Langgam)

Langgam.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung ke lokasi bencana banjir bandang (galodo) di sejumlah daerah di Sumbar. Ia melihat langsung kondisi bencana di Bukit Batabuah, Kabupaten Agam.

“Ini di Bukit Batabuah memang cukup parah kondisinya,” katanya, usai mengecek lokasi bencana tersebut, Selasa (14/5/2024).

Ia mengatakan langkah awal pihaknya akan mengkoordinasikan sejumlah pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut dampak bencana itu. Di masa tanggap darurat, prioritas utama adalah pemulihan masyarakat di lokasi bencana terkait kebutuhan dasar, serta perbaikan infrastruktur utama yang dibutuhkan mendesak.

“Sekarang fokusnya di lokasi bencana dulu, besok kita lihat di pengungsian apa-apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Adapun, BNPB menyalurkan bantuan awal dana operasional berupa Dana Siap Pakai (DSP) kepada pemerintah daerah terdampak banjir lahar di Sumatra Barat dengan jumlah total Rp3,2 miliar.

Kepala BNPB Letjend TNI Suharyanto mengatakan dana awal itu dibutuhkan untuk mengatasi penanganan darurat bagi daerah terdampak.

Selain itu juga diserahkan bantuan logistik berupa tenda pengungsian, tenda keluarga, sembako, makanan siap saji, hygiene kit, terpal, selimut, kasur, pompa alpon, jendet light, lampu solar panel, toilet portable, gergaji pohon, dan perlengkapan kebersihan.

BNPB mencatat korban jiwa yang meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat menjadi 50 orang, 27 orang hilang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi.

Adapun rincian dengan korban meninggal dunia di antaranya Kota Padang Panjang 2 orang, Kabupaten Agam 20 orang, Kabupaten Tanah Datar 19 orang, Kota Padang 1 orang, Kabupaten Padang Pariaman 8 orang.

“Datanya akan berkembang terus. Untuk membantu mencari (korban) yang masih hilang alat berat itu masuk harus secepat mungkin karena kan Basarnas punya golden time di 6×24 jam, kita akan tetap upayakan mencari sampai ketemu apabila ada pihak keluarga atau ahli waris yang minta tetap dicarikan ya kita harus cari,” ujarnya. (*/IS/Fs)

Baca Juga

Heboh WN Brasil Diisukan Pendukung Israel Miliki Resort di Mentawai
Heboh WN Brasil Diisukan Pendukung Israel Miliki Resort di Mentawai
Langgam.id-aniaya balita
Polisi Soal Balita Dianiaya Ayah Tiri di Limapuluh Kota: Dibanting-Diinjak, Disundut Rokok
Longsor di kawasan tambang Silokek, Kabupaten Sijunjung, Minggu (23/8/2026).
Breaking News! Longsor di Kawasan Bekas Tambang SilokekĀ 
investasi, investasi emas
WN India Tampung-Jual Emas Ilegal Asal Sumbar untuk WN Malaysia
Penyarang baru Semen Padang FC Junior Batista
Pelatih Nil Maizar Beberkan Alasan Boyong Junior Batista ke Semen Padang FC
Penjelasan UNP Soal Video Viral Mahasiswa Baru Disuruh Jalan Jongkok
Penjelasan UNP Soal Video Viral Mahasiswa Baru Disuruh Jalan Jongkok