Telkomsel Belum Bayar Retribusi Menara, Diskominfo Padang: Tagihan Rp800 Juta

Langgam.id-menara

Ilustrasi menara. [foto: canva.com]

Langgam.id – Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Rudy Rinaldy mengatakan, pihaknya masih menunggu sejumlah pemilik menara yang masih belum membayarkan kewajibannya.

Ia mengungkapkan, pemilik tower yang masih belum membayar retribusi yakni sebanyak 12 pemilik. Termasuk provider plat merah, yakni Telkomsel. Angka tagihan Telkomsel sebesar Rp800 juta lebih.

“Kita berharap jangan sampai Telkomsel melakukan kesalahan yang sama seperti tahun lalu,” terang Rudy dalam rilis Pemko Padang, Kamis {11/11/2021).

Rudy menjelaskan, bahwa Diskominfo Kota Padang memberi tenggat waktu pembayaran kepada pemilik tower yang masih belum membayar retribusi. Yaitu hingga pertengahan bulan November 2021 ini.

“Kita beri tenggat waktu hingga 13 November 2021,” ucap Rudy.

Hingga saat ini sebut Rudy, sudah ada 10 pemilik menara atau tower sudah membayarkan retribusinya kepada Pemko Padang.

Rudi menambahkan, pembayaran retribusi dari 10 pemilik menara tersebut angka capaian Pajak Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut meningkat. Dari data yang dihimpun, angka capaian PAD menyentuh Rp1,6 miliar.

“Dari yang sudah bayar tersebut, PAD dari sektor itu sudah mencapai 70 persen dari target,” ujar Rudy.

Baca juga: Terdata 22, Baru 7 Pemilik Tower Bayar Retribusi di Padang

Ia menyebutkan, bahwa setiap pembayaran retribusi menara dilakukan melalui sistem online lewat e-Payment. Sistem ini merupakan inovasi yang dilakukan Diskominfo Padang.

Dari sistem ini terang Rudy, pihaknya dapat melihat langsung siapa saja yang sudah membayar dan siapa yang belum.

Tahun ini, Diskominfo Padang ditargetkan meraih pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi menara sebesar Rp2.350.000.000.

Sebelumnya, Diskominfo menyebutkan bahwa saat ini di Kota Padang terdapat sebanyak 477 menara telekomunikasi.

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Listrik Mulai Menyala di Sebagian Kota Padang
Listrik Mulai Menyala di Sebagian Kota Padang