<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Media Digital Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/media-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/media-digital/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Sep 2025 04:50:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Media Digital Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/media-digital/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Algoritma Kesepian Digital Manusia</title>
		<link>https://langgam.id/algoritma-kesepian-digital-manusia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdullah Khusairi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 04:49:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Media Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=234588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media digital yang di dalamnya penuh dengan media sosial adalah pasar malam tanpa henti, tanpa tidur. Ketika diikuti, hingga 40 tahun ke depan, video-video pendek itu tidak habis ditonton! Lampu-lampu notifikasi menyala, tawa virtual terdengar, tetapi di balik keramaian itu ada kesepian yang sunyi. Kesepian modern lahir dari keramaian virtual itu. Ketika berkumpul sesama, di ruang keluarga, di manapun, sering sekali suasana menjelma sunyi. Masing-masing asyik dengan smartphone sendiri. Adab berteman bisa hanyut jauh ke muara sunyi. Seterusnya, kini algoritma mengatur lalu lintas emosi, menentukan apa yang dilihat, siapa yang didengar, dan bagaimana merasa. Semua menjanjikan kepastian, yang muncul di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/algoritma-kesepian-digital-manusia/">Algoritma Kesepian Digital Manusia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Media</strong> digital yang di dalamnya penuh dengan media sosial adalah pasar malam tanpa henti, tanpa tidur. Ketika diikuti, hingga 40 tahun ke depan, video-video pendek itu tidak habis ditonton! Lampu-lampu notifikasi menyala, tawa virtual terdengar, tetapi di balik keramaian itu ada kesepian yang sunyi. Kesepian modern lahir dari keramaian virtual itu. Ketika berkumpul sesama, di ruang keluarga, di manapun, sering sekali suasana menjelma sunyi. Masing-masing asyik dengan smartphone sendiri. Adab berteman bisa hanyut jauh ke muara sunyi.</p>



<p>Seterusnya, kini algoritma mengatur lalu lintas emosi, menentukan apa yang dilihat, siapa yang didengar, dan bagaimana merasa. Semua menjanjikan kepastian, yang muncul di layar adalah “yang terbaik untuk kita.” Inilah yang relevan dikritik Imam Al-Ghazali dalam Tahâfut al-Falâsifa (1095), klaim kepastian yang rapuh ketika diuji dengan standar rasionalitas yang dibangun dengan filsafat. Berdasarkan ini, algoritma seperti pemberi kepastian, padahal hanya memantulkan citra dunia yang dipilihkan penggunanya, bukan dunia sebagaimana adanya.</p>



<p>Sir Muhammad Iqbal mengungkapkan konsep Khudi dalam Asrar-i-Khudi (1915). Sastrawan cum filosof yang berasal dari anak benua India itu menulis, segala yang kita lihat adalah cermin dari diri (The form of existence is an effect of the Self, whatsoever thou seest is a secret of the Self). Pada konteks ini, algoritma itu memberi cermin. Self kita yang awalnya terbentuk oleh kebebasan memilih kini digiring oleh pola klik, scroll, dan like. Iqbal bahkan menyerukan dalam bait terkenalnya: “Khudi ko kar buland itna…” — tinggikanlah dirimu sedemikian rupa hingga takdir sendiri bertanya apa kehendakmu. Seruan ini hendak menegaskan; jangan biarkan algoritma membentuk diri, melainkan tegakkan Self yang otonom.</p>



<p>Karl Marx dalam A Contribution to the Critique of Hegel’s Philosophy of Right (1843) menulis kalimat yang kemudian sangat terkenal: “Religion is the heart of a heartless world, and the soul of soulless conditions.” Jika agama pada abad ke-19 ia sebut demikian, maka timeline media sosial pada abad ke-21 bisa kita sebut sebagai “soulless conditions” — kondisi tanpa jiwa, penuh konten, miskin makna. Marx juga mengingatkan dalam Theses on Feuerbach (1888), “The philosophers have only interpreted the world, in various ways; the point, however, is to change it.” Kalimat ini terasa relevan: persoalan kita hari ini bekerja menafsirkan algoritma, seterusnya menuntut perubahan bagaimana menjalin percakapan digital yang lebih manusiawi.</p>



<p>Max Weber dalam The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1920), menulis modernitas lahir dari rasionalisasi kerja dan disiplin. Namun rasionalisasi itu juga membangun “sangkar besi” (stahlhartes Gehäuse) yang menjerat manusia. Begitulah sebenarnya algoritma bekerja hari ini, membuat kita rasional dalam klik, efisien dalam scroll, cepat dalam respons, tetapi kehilangan keutuhan diri. Kita menjadi spesialis dalam kecepatan, tetapi miskin kedalaman.</p>



<p>Al-Ghazali mengingatkan manusia untuk meragukan klaim kepastian, Iqbal menyalakan api otonomi diri, Marx menuntut perubahan struktural, dan Weber memperingatkan jebakan rasionalisasi, maka refleksi mereka bertemu di sini; algoritma hanyalah cermin kusam yang memperbesar kesepian, bila manusia menyerahkan dirinya sepenuhnya. Jadi, agak-agak jugalah di depan smartphone. &#8216;Kan bitu?</p>



<p>Kesepian digital adalah kesepian yang disamarkan oleh keramaian. Manusia modern seakan punya seribu teman, tetapi tak ada yang mendengar dengan sungguh-sungguh. Jalan keluarnya mungkin sederhana, tapi radikal; berhenti sejenak dari layar, menatap mata seseorang di hadapan kita, hadir dalam percakapan tanpa algoritma. Sebab pada akhirnya, manusia lebih besar daripada sistem mana pun, subjek penting di atas dunia ini. Bukan mesin, bukan robot, bukan algoritma. Dan percakapan, betapapun ringkas, lebih bernilai daripada seribu scroll yang sunyi. Yo, ndak? []</p>



<p><strong><em>Abdullah Khusairi adalah Dosen Islamic Studies; Pengkajian Media Dakwah dan Politik pada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/algoritma-kesepian-digital-manusia/">Algoritma Kesepian Digital Manusia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">234588</post-id>	</item>
		<item>
		<title>64 Media Ikuti Pelatihan Manajemen, Bisnis dan Keberlanjutan Media Digital</title>
		<link>https://langgam.id/64-media-ikuti-pelatihan-manajemen-bisnis-dan-keberlanjutan-media-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 May 2023 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AMSI]]></category>
		<category><![CDATA[Media Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181752</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan dukungan Internews dan USAID MEDIA menggelar pelatihan daring penguatan manajemen, bisnis, dan keberlanjutan media digital (Online Training on Media Management, Business Development and Sustainability). Pelatihan ini merupakan program ketiga dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan media, khususnya media lokal dalam mengembangkan media digital. Hal ini dilakukan agar tumbuh menjadi media independen, tata kelola yang baik serta dapat memenuhi kebutuhan informasi publik yang berkualitas. Direktur Eksekutif AMSI, Adi Prasetya mengungkapkan, pelatihan manajemen media adalah bagian terpenting dari program pengembangan dan penyehatan ekosistem media yang digarap AMSI. Bedanya dengan dua pelatihan tahun-tahun sebelumnya, pelatihan batch</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/64-media-ikuti-pelatihan-manajemen-bisnis-dan-keberlanjutan-media-digital/">64 Media Ikuti Pelatihan Manajemen, Bisnis dan Keberlanjutan Media Digital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan dukungan Internews dan USAID MEDIA menggelar pelatihan daring penguatan manajemen, bisnis, dan keberlanjutan media digital (Online Training on Media Management, Business Development and Sustainability). </p>



<p>Pelatihan ini merupakan program ketiga dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan media, khususnya media lokal dalam mengembangkan media digital. </p>



<p>Hal ini dilakukan agar tumbuh menjadi media independen, tata kelola yang baik serta dapat memenuhi kebutuhan informasi publik yang berkualitas.</p>



<p>Direktur Eksekutif AMSI, Adi Prasetya mengungkapkan, pelatihan manajemen media adalah bagian terpenting dari program pengembangan dan penyehatan ekosistem media yang digarap AMSI. </p>



<p>Bedanya dengan dua pelatihan tahun-tahun sebelumnya, pelatihan batch ketiga ini semua media yang mendaftar diterima tanpa dibatasi jumlah peserta.</p>



<p>“Kita harapkan kegiatan ini dapat betul-betul memberikan pengembangan kemampuan teknis, konten/editorial, kemampuan pengelolaan manajemen dan bisnis, distribusi konten dan klaster IT. Ini semua bagian dari ikhtiar AMSI mewujudkan misi agar media anggotanya sehat secara bisnis dan berkualitas kontennya,” ujar Adi Prasetya saat membuka pelatihan secara daring, Senin (8/5/2023).</p>



<p>Program Manager Internews Indonesia, Firmansyah Syamsi juga turut hadir untuk menyambut kegiatan pelatihan daring penguatan manajemen, bisnis, dan keberlanjutan media digital. Ia mengatakan, Internews dan USAID MEDIA mendukung penuh kegiatan ini. </p>



<p>“Internews dan USAID MEDIA sangat mendukung upaya AMSI ini. Rangkaian pelatihan ini kita harapkan bisa meningkatkan pemahaman pentingnya standarisasi produksi konten dan model bisnis untuk media, terutama kawan kawan media di level provinsi maupun kabupaten dan kota. Supaya media teman-teman bisa menerapkan pola manajemen untuk keberlangsungan media dan saling berbagi pengalaman pengelolaan antarmedia,” beber Firmansyah.</p>



<p>Rangkaian kegiatan pelatihan daring penguatan manajemen, bisnis, dan keberlanjutan media digital ini berlangsung selama delapan hari sejak 8 hingga 17 Mei 2023 dan diikuti oleh 64 media anggota AMSI dari 25 wilayah. </p>



<p>Topik yang disampaikan meliputi Business Environment, Brand Development, Business Management, Content Development, Distribution Development, Audience Development, Revenue Development dan Technology Development.</p>



<p>Pelatihan hari pertama diisi dengan materi Business Environment Development oleh Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut, yang juga Chief Content Officer Kapanlagi Group. </p>



<p>Wens mengajak agar pengelola media selalu adaptif dengan perubahan ekosistem bisnis media yang sangat didisrupsi oleh revolusi teknologi digital.</p>



<p>“Di landscape yang baru, jurnalisme tetap is the king, tapi harus lebih mendengar banyak pihak. Harus berbagi ruang dengan banyak pihak, karena begitu banyak pihak yang menentukan sampai ke tangan publik. Bahkan setelah sampai ke tangan pembaca pun, kita masih juga harus berbagi. Inilah ekosistem bisnis media siber yang kita alami saat ini. Kita yang bikin kontennya, tapi akan selalu ada perubahan di luar sana yang akan menggiring news room kita juga harus berubah,” kata Wens.</p>



<p>Selain Wenseslaus Manggut, AMSI juga menyiapkan para trainer sesuai keahlian masing-masing. Mereka adalah Amrie Hakim (Chief of Media &amp; Engagement Officer Hukumonline), Dwi Eko Lokononto (Pemimpin Umum Beritajatim.com).</p>



<p>Kemudian, Wahyu Dhyatmika (CEO Tempo Digital), Suwarjono (Pemimpin Redaksi Suara.com), Citra Dyah Prastuti (Pemimpin Redaksi KBR.id), Maryadi (Direktur Katadata Media Network), dan Heru Tjatur (Chief of Technology Officer Buddyku-MNC).</p>



<p>Setelah pelatihan daring usai, AMSI akan memilih 10 tim media untuk mendapatkan pendampingan (mentorship) penguatan media dan beasiswa senilai masing-masing Rp15 juta. </p>



<p>Pendampingan ini akan dibantu oleh praktisi media online yang telah berhasil mengembangkan medianya, dengan periode pelaksanaan selama tiga bulan sebagai pendalaman materi dan praktik pengembangan media sesuai kebutuhan media lokal.</p>



<p>Bersamaan dengan mentoring 10 media di kelas intermediate nanti, AMSI juga akan memberikan pendampingan kepada 5 media yang lolos program pelatihan kelas advance pada 2022 lalu. </p>



<p>Pendampingan tingkat lanjut ini akan melibatkan Tim Newsgain, salah satu organisasi nirlaba yang selama ini mempunyai pengalaman memberikan pendampingan dari aspek bisnis dan manajemen pada media online di berbagai negara. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/64-media-ikuti-pelatihan-manajemen-bisnis-dan-keberlanjutan-media-digital/">64 Media Ikuti Pelatihan Manajemen, Bisnis dan Keberlanjutan Media Digital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181752</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Konten dan Bisnis Media yang Sehat, AMSI Kini Punya Agensi Iklan</title>
		<link>https://langgam.id/dorong-konten-dan-bisnis-media-yang-sehat-amsi-kini-punya-agensi-iklan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2022 12:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AMSI]]></category>
		<category><![CDATA[Media Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=165379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Untuk mendorong terbentuknya ekosistem media dengan konten dan bisnis yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mendirikan perusahaan agensi iklan. Agensi baru bernama PT Inisiatif Digital AMSI dengan akronim IDiA itu, diluncurkan di Jakarta, Rabu (23/11/2022). Peluncuran tersebut dihadiri pengurus pusat AMSI serta sejumlah ketua AMSI wilayah dari berbagai daerah di Indonesia. AMSI dalam siaran persnya menyebut, IDia ingin membuat media yang berada di dalamnya memiliki konten dan bisnis yang sama-sama sehat. Pendirian IDiA merupakan amanat kongres AMSI. Ketua AMSI Wenseslaus Manggut dalam sambutannya mengatakan, pendirian agensi iklan itu adalah realisasi dari slogan AMSI sejak lama untuk mendorong</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dorong-konten-dan-bisnis-media-yang-sehat-amsi-kini-punya-agensi-iklan/">Dorong Konten dan Bisnis Media yang Sehat, AMSI Kini Punya Agensi Iklan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Untuk mendorong terbentuknya ekosistem media dengan konten dan bisnis yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mendirikan perusahaan agensi iklan.</p>
<p>Agensi baru bernama PT Inisiatif Digital AMSI dengan akronim IDiA itu, diluncurkan di Jakarta, Rabu (23/11/2022). Peluncuran tersebut dihadiri pengurus pusat AMSI serta sejumlah ketua AMSI wilayah dari berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>AMSI dalam siaran persnya menyebut, IDia ingin membuat media yang berada di dalamnya memiliki konten dan bisnis yang sama-sama sehat. Pendirian IDiA merupakan amanat kongres AMSI.</p>
<p>Ketua AMSI Wenseslaus Manggut dalam sambutannya mengatakan, pendirian agensi iklan itu adalah realisasi dari slogan AMSI sejak lama untuk mendorong ekosistem media yang sehat.</p>
<p>Suka tidak suka, menurutnya, setiap media akan masuk ke dalam ekosistem dengan di persaingan yang ketat. Demikian pula halnya dengan para brand, baik nasional maupun internasional akan menyasar ke daerah.</p>
<p>&#8220;Butuh wadah dan penggerak untuk bisa mengambil brand-brand tersebut. Kita ingin brand yg sehat landing di media yang berkualitas. Untuk itu ekosistemnya harus kita bantu,&#8221; kata Wens, sapaan akrab Wenseslaus Manggut.</p>
<p>AMSI saat ini menaungi 412 media siber dari seluruh Indonesia. Tidak bisa tunggal mendapatkan bisnis bersama brand-brand tersebut, sehingga solusi untuk menaunginya adalah agensi. &#8220;Tugas agensi adalah memberikan jalan untuk menggaet brand tersebut agar landing di media yg berkualitas,&#8221; kata Wens.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://langgam.id/amsi-dan-huawei-tingkatkan-kecakapan-digital-media-siber-di-indonesia/">AMSI dan Huawei: Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia</a></strong></p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMSI Wahyu Dhyatmika menambahkan, agensi AMSI ini siap bekerjasama dengat berbagai pihak. Saat ini bekerjasama dengan internews lewat Ads For News yang menerapkan brands savety ketat.</p>
<p>&#8220;Jadi ada guideline yang diterapkan sehingga baik media yang dinaungi agensi ini maupun brand akan berada pada ekosistem yang sehat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Director Ads For News, Chris Hajecki dalam pemaparannya melalui zoom meeting menyampaikan senang sekali bekerja sama dengan AMSI melalui agensi. Hal ini, kata dia, merupakan kesempatan untuk bekerjasama dengan berbagai media lokal maupun nasional yang ada di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Ads for News memiliki tujuan sederhana untuk memungkinkan merek memperkuat komunitas tempat mereka menjual dengan beriklan dengan media berita lokal tepercaya yang melaporkan komunitas tersebut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Peluncuran tersebut sekaligus menandai peresmian susunan komisaris dan direksi agensi ini. Mereka adalah Wenseslaus Manggut sebagai komisaris utama serta Suwarjono, Irfan Junaidi, Wahyu Dhyatmika dan Maryadi sebagai komisaris.</p>
<p>Sementara, direksi terdiri dari Adi Prasetya sebagai direkur utama, Dwi Eko Lokononto menjabat wakil direktur utama dan Ismoko Wijaya sebagai direktur. (*/SS)</p>
<p>—</p>
<h4>Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update </strong>di tautan <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a> atau mengikuti Langgam.id di Google News pada <a href="https://news.google.com/publications/CAAiEOFfL6UhA3p22pJaSaYeHlsqFAgKIhDhXy-lIQN6dtqSWkmmHh5b?ceid=ID:id&amp;oc=3">tautan ini</a>.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dorong-konten-dan-bisnis-media-yang-sehat-amsi-kini-punya-agensi-iklan/">Dorong Konten dan Bisnis Media yang Sehat, AMSI Kini Punya Agensi Iklan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165379</post-id>	</item>
		<item>
		<title>AMSI Rilis Riset Komprehensif Pertama Soal Media Digital di Indonesia</title>
		<link>https://langgam.id/amsi-rilis-riset-komprehensif-pertama-soal-media-digital-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 00:39:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AMSI]]></category>
		<category><![CDATA[Media Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=119928</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) merilis hasil riset tentang media digital di Indonesia. Riset tersebut bertajuk &#8220;Lanskap Media Digital di Indonesia: Menyambut Tantangan dan Peluang Digital untuk Media Online Lokal&#8221;. Sekretaris Jenderal AMSI Wahyu Dhyatmika mengatakan, ini adalah riset komprehensif pertama yang memotret kondisi media digital Indonesia. &#8220;Riset ini penting untuk merumuskan program-program peningkatan kapasitas pengelola media digital,&#8221; katanya, dalam siaran pers pada Jumat (30/7/2021). Ia mengatakan, perlu memahami potret atau lanskap media online Indonesia sebagai data awal (baseline) untuk menyusun langkah strategis membangun ekosistem digital yang mendukung pengembangan media online di Indonesia. Riset itu sendiri diluncurkan secara</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/amsi-rilis-riset-komprehensif-pertama-soal-media-digital-di-indonesia/">AMSI Rilis Riset Komprehensif Pertama Soal Media Digital di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) merilis hasil riset tentang media digital di Indonesia. Riset tersebut bertajuk &#8220;Lanskap Media Digital di Indonesia: Menyambut Tantangan dan Peluang Digital untuk Media Online Lokal&#8221;.</p>
<p>Sekretaris Jenderal AMSI Wahyu Dhyatmika mengatakan, ini adalah riset komprehensif pertama yang memotret kondisi media digital Indonesia. &#8220;Riset ini penting untuk merumuskan program-program peningkatan kapasitas pengelola media digital,&#8221; katanya, dalam <a href="https://www.amsi.or.id/hasil-riset-lanskap-media-digital-indonesia-882-persen-optimis-industri-media-cerah/">siaran pers</a> pada Jumat (30/7/2021).</p>
<p>Ia mengatakan, perlu memahami potret atau lanskap media online Indonesia sebagai data awal (<em>baseline</em>) untuk menyusun langkah strategis membangun ekosistem digital yang mendukung pengembangan media online di Indonesia. Riset itu sendiri diluncurkan <a href="https://www.youtube.com/watch?v=s1TRb85FCHA">secara virtual</a> sehari sebelumnya, pada Kamis (29/7/2021).</p>
<p>Dosen Universitas Multimedia Nusantara Ignatius Haryanto yang menjadi periset utama mengatakan, riset ini menggambarkan sikap optimisme para pelaku media menjalankan bisnis media. Namun, menurutnya, optimisme itu tidak ditunjang kemampuan memadai untuk menghadapi perubahan bisnis media ke depan.</p>
<p>“Banyak yang masih menggunakan modal mandiri yang tidak besar, perangkat analitik yang sederhana, pemasukan yang tidak optimal, dan ketergantungan yang tinggi pada dengan iklan pemerintah, sehingga memunculkan pertanyaan pada independensi media ke depan,” ujarnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://langgam.id/amsi-sumbar-dan-kominfo-gelar-webinar-cegah-disinformasi-vaksin-covid-19/"><strong>AMSI Sumbar dan Kominfo Gelar Webinar Cegah Disinformasi Vaksin Covid-19</strong></a></p>
<p>Riset tersebut melibatkan responden 100 media online anggota AMSI. Jumlah responden terbagi 82 persen di luar Jakarta dan 18 persen di Jakarta. Internews dan USAID mendukung AMSI dalam riset itu.</p>
<p>Dalam riset itu, tim membagi hasil survey berdasarkan responden Jakarta dan luar Jakarta. Tom kemudian melakukan analisis komparasi dari dua area tersebut.</p>
<p>Menurut Ignatius, pembagian tersebut karena perbedaan kondisi antara media Jakarta dan luar Jakarta. &#8220;Terdapat disparitas terkait kapasitas dan pemanfaatan teknologi, yang masih cukup tinggi,&#8221; katanya.</p>
<h2>Hasil Riset</h2>
<p>Hasil riset antara lain menunjukkan, pengelola media baik di Jakarta (88.2%) maupun di luar Jakarta (79.7%) masih memiliki harapan pada kelangsungan (viability) dan keberlanjutan (sustainability) media di Indonesia. Namun, responden mengaku, media harus melakukan inovasi.</p>
<p>Pengelola media siber di Jakarta mengaku mengembangkan interaktivitas media lewat media sosial (24,1%), kemudian 22,2% responden menggunakan teknologi baru untuk penyebarluasan berita, dan 20,4% responden membangun sistem berlangganan lewat dompet digital seperti GoPay, Ovo, dan DANA.</p>
<p>Sementara itu 28,3% pengelola media siber di luar Jakarta percaya bahwa mengembangkan interaktivitas media lewat media sosial bisa menjadi inovasinya, sementara 23% responden menyatakan bahwa inovasi bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi baru untuk penyebarluasan berita.</p>
<p>Temuan lain, sebanyak 42,1% pengelola media siber di Jakarta mengaku pemodal mereka adalah pengusaha nasional, sementara 26,3% responden mengaku pemodal media siber adalah mandiri. Kemudian 21,1% responden yang memiliki pemodal media siber dari pengusaha lokal. Sisanya ada 10,5% yang mengaku pemodalnya adalah lembaga donor.</p>
<p>Kondisi sebaliknya pada media siber di luar Jakarta masih didominasi modal mandiri (66,2%). Sementara 21,5% mengaku pemodalnya adalah pengusaha lokal, dan 10,8% adalah pengusaha nasional.</p>
<p>Sebanyak 62,5% pengelola media siber di Jakarta mengaku sebagai bagian dari grup media tertentu, kemudian ada 37,5% responden yang mengaku bukan bagian dari grup media tertentu. Sedangkan di media siber luar Jakarta kondisinya 80,3% mengaku bukan bagian dari grup media tertentu. Hanya 18% yang mengaku merupakan bagian dari grup media tertentu. (*/SS)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/amsi-rilis-riset-komprehensif-pertama-soal-media-digital-di-indonesia/">AMSI Rilis Riset Komprehensif Pertama Soal Media Digital di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119928</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/52 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-08 05:14:59 by W3 Total Cache
-->