<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Lebaran 2023 Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/lebaran-2023/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/lebaran-2023/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Jun 2024 07:21:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Lebaran 2023 Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/lebaran-2023/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Mudik dan Keindahan Momen Berhari Raya di Kampung Halaman: Sebuah Refleksi Perantau</title>
		<link>https://langgam.id/mudik-dan-keindahan-momen-berhari-raya-di-kampung-halaman-sebuah-refleksi-perantau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 May 2023 01:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181555</guid>

					<description><![CDATA[<p>ALHAMDULILLAH. Puji syukur kepada Yang Kuasa, perjalanan mudik pulang kampung pada momen Idul Fitri 1444H/2023M yang saya jalani berjalan lancar. Saat ini saya sudah berada kembali di tanah rantau, untuk menjalani aktivitas rutin keseharian. Perjalanan lewat darat yang ditotal berjarak hampir 5 ribu kilometer, termasuk perjalanan pulang pergi dan mondar-mandir di kampung. Berhari raya di kampung halaman, bagi saya masih menjadi momen penting yang membahagiakan. Suasana berkumpul bersama orang tua, adik-adik dan saudara lainnya adalah sebuah momen yang indah. Apalagi keluarga besar kami masih banyak yang tinggal di Sumbar. Perantau luar provinsi masih berhitung jari. Perjalanan itu sendiri bisa kita</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mudik-dan-keindahan-momen-berhari-raya-di-kampung-halaman-sebuah-refleksi-perantau/">Mudik dan Keindahan Momen Berhari Raya di Kampung Halaman: Sebuah Refleksi Perantau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>ALHAMDULILLAH. Puji syukur kepada Yang Kuasa, perjalanan mudik pulang kampung pada momen Idul Fitri 1444H/2023M yang saya jalani berjalan lancar. Saat ini saya sudah berada kembali di tanah rantau, untuk menjalani aktivitas rutin keseharian. Perjalanan lewat darat yang ditotal berjarak hampir 5 ribu kilometer, termasuk perjalanan pulang pergi dan mondar-mandir di kampung. Berhari raya di kampung halaman, bagi saya masih menjadi momen penting yang membahagiakan. Suasana berkumpul bersama orang tua, adik-adik dan saudara lainnya adalah sebuah momen yang indah. Apalagi keluarga besar kami masih banyak yang tinggal di Sumbar. Perantau luar provinsi masih berhitung jari.</p>



<p>Perjalanan itu sendiri bisa kita bahas di tulisan lain. Yang jelas, dari dulu saya selalu berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah bekerja maksimal untuk “melayani” pemudik. Mulai dari TNI/Polri, Tenaga Medis, Operator alat berat yang <em>stand by </em>untuk memastikan jalanan baik-baik saja. Juga pada petugas SPBU, sopir truk tanki BBM dan semua yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Dari dulu, mereka selalu bekerja maksimal di musim mudik ini. Jauh melebihi semangat kerja di hari-hari biasa. Kampung saya menyebutnya di bulan coghai (cerai).</p>



<p>Setibanya di kampung, silaturahmi adalah kegiatan yang paling saya nikmati. Dan itu hanya sebatas silaturahmi. Sebagai perantau semenjana/sekedar, hal yang paling dihindari adalah muncul di kampung sebagai sosok yang berhasil. Kegiatan sumbang menyumbang di muka publik apalagi ditambah <em>ota</em> tentang kemajuan kampung halaman, selalu dihindari. Saya pulang murni untuk bersilaturahmi. Kalaupun ada halal bi halal kaum dan nagari, saya hadiri memang untuk bersilaturahmi. Saya tidak mau menyumbang di acara itu, walaupun pembawa acara dan peminta sumbangan terus berteriak. Berpendapat sok tahu dan menggurui pun tidak dilakukan. Banyak diam dan mendengar saja. Kalaupun nanti saya dianggap <em>sampilik</em> dan sombong, saya sudah tidak peduli. Saya pulang hanya untuk bersilaturahmi. Soal sumbangan kepada kampung, ada cara dan jalan lain.</p>



<p>Kalau boleh berharap, masyarakat di kampung menanggapi sekadar saja terhadap para pemudik atau para perantau pulang basamo. Tak perlu lah tebaran spanduk mengucapkan selamat datang. Tak ada decak kagum berlebihan lagi. Kalaupun mereka pulang, salami saja lah dengan sebuah salaman <em>dek alah lamo indak basuo</em>. Tak perlu lagi drum-drum bekas di tengah<em> labuah</em> lengkap dengan orang membawa <em>tangguak</em> meminta kerilaan perantau untuk membangun masjid atau turnamen sepakbola. </p>



<p>Pun harapan untuk perantau, tak lagi berebut membeli singgang ayam ketika pulang. Tak perlu juga bertingkah-meningkah dalam menyebutkan jumlah sumbangan untuk surau dan masjid. Cerita sok tahu berupa seolah sebuah brief untuk kemajuan kampung perlu kita kurangi. Kita pulang untuk bersilaturahim dan berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai di kampung halaman. Memaksakan diri untuk terlihat bergaya di kampung halaman mudah-mudahan tidak lagi kita lakukan. Kita pulang apa adanya saja.</p>



<p>Di kampung, kehidupan masih berjalan seperti nan biasa. Menjadi Aparatur Sipil Negara nampaknya masih sebagai jalan keluar utama penyambung hidup. Bagi sebagian orang berharap dengan menjadi anggota legislatif. Spanduk dan baliho berisi lambang partai, foto diri dan ucapan selamat idul fitri bertebaran di seluruh pelosok kampung. Sebagian masih menantikan <em>rasaki harimau</em>, berharap menemukan emas di sepanjang sungai. Sebagian apak dan mamak-mamak kita, masih <em>gadang ota</em> dan sok tahu dengan segala ceita ala lapaunya. Sebagian lagi masih setia bertani di sawah, menggembalakan ternak dan berladang. Sebagian anak muda masih rajin ke sekolah, surau dan masjid. Sebagian muda lagi, rambutnya sudah diwarnai. Kampung kita masih mengalir dan bergerak. Kampung juga sebuah kedimanisan. Tapian tampek mandi bahkan sudah banyak yang hadir sudut kamar tidur.</p>



<p>Apapun itu. Pulang kampung dan berhari raya bersama keluarga adalah sebuah keindahan yang harus kita nikmati bersama. Belum terlambat rasanya untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444H untuk seluruh pembaca setia langgam. Semoga kita semua diberikan kesempatan bertamu lagi di momen indah hari raya tahun depan. (*)</p>



<p><strong><em>Yoss Fitrayadi</em></strong> adalah <em>Praktisi Digital Marketing</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mudik-dan-keindahan-momen-berhari-raya-di-kampung-halaman-sebuah-refleksi-perantau/">Mudik dan Keindahan Momen Berhari Raya di Kampung Halaman: Sebuah Refleksi Perantau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181555</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kedewasaan Menyikapi Keberagaman</title>
		<link>https://langgam.id/kedewasaan-menyikapi-keberagaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Faisal Zaini Dahlan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Apr 2023 06:41:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Zaini Dahlan]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1444 H]]></category>
		<category><![CDATA[Keberagaman]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181512</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEJUMLAH fenomena narasi kebencian di media sosial lantaran perbedaan waktu hari raya, menyadarkan kita tentang keragaman dan perbedaan yang ternyata belum diterima secara utuh. Terlepas dari motif maupun pemicunya, satu hal yang faktual bahwa realitas pluralitas dan multikulturalitas sebagai jati diri bangsa belum menjadi kesadaran mendalam, bahkan di sebagian kalangan terpelajar sekalipun. Padahal sudah lebih satu dekade kita dijejali dengan doktrin dan ajaran tentang toleransi, kerukunan, hingga moderasi beragama untuk mematri sikap menghadapi keragaman dan perbedaan sebagai realitas yang taken for granted dalam kehidupan berbangsa bernegara. Hikmah penting yang mesti dipetik bahwa internalisasi nilai-nilai keberagaman harus terus digalakkan. Kedewasaan semua</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kedewasaan-menyikapi-keberagaman/">Kedewasaan Menyikapi Keberagaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>SEJUMLAH fenomena narasi kebencian di media sosial lantaran perbedaan waktu hari raya, menyadarkan kita tentang keragaman dan perbedaan yang ternyata belum diterima secara utuh. Terlepas dari motif maupun pemicunya, satu hal yang faktual bahwa realitas pluralitas dan multikulturalitas sebagai jati diri bangsa belum menjadi kesadaran mendalam, bahkan di sebagian kalangan terpelajar sekalipun. Padahal sudah lebih satu dekade kita dijejali dengan doktrin dan ajaran tentang toleransi, kerukunan, hingga moderasi beragama untuk mematri sikap menghadapi keragaman dan perbedaan sebagai realitas yang <em>taken for granted</em> dalam kehidupan berbangsa bernegara. Hikmah penting yang mesti dipetik bahwa internalisasi nilai-nilai keberagaman harus terus digalakkan. Kedewasaan semua anak bangsa menyikapi keragaman dan perbedaan masih perlu terus diperkokoh. Kita khawatir jika fenomenanya seperti puncak gunung es yang ternyata di tingkat akar rumput jauh lebih besar dan massif.  </p>



<p><strong>Indonesia dan Keberagaman</strong></p>



<p>Tidak berlebihan jika almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengidentikkan negeri ini dengan keberagaman. Dalam bahasa Gus Dur, “kalau tidak ada keberagaman, tidak perlu ada Indonesia (Alissa Wahid, 2020). Dengan kata lain, penolakan terhadap realitas keberagaman sama saja mengangkangi eksistensi Indonesia sendiri. Secara historis, jauh-jauh hari para <em>founding father</em> kita sudah menyadari keberagaman sebagai realitas yang tidak bisa diingkari. Penetapan <em>Bhinneka Tunggal Ika</em>sebagaisemboyan, merupakan pilihan dan diksi yang tepat mewakili realitas sekaligus idealitas bangsa. Uniknya, keberagaman di negeri ini hampir terjadi pada setiap aspek. Tidak saja pada dimensi sosio-kultural seperti etnis, budaya, dan bahasa, tetapi juga dimensi teologis yakni agama dan kepercayaan, bahkan beberapa tahun belakangan justru lebih fenomenal dan lebih banyak dipersoalkan ketimbang yang lain. Ini wajar mengingat sifat agama yang urgen, vital, fundamental, sekaligus emosional dan sensitif.</p>



<p>Keberagaman teologis di Indonesia, selain berwujud macam-macam agama dan kepercayaan, juga secara internal dalam entitas sebuah agama sendiri terdapat sejumlah paham, aliran, dan ormas yang beragam dan dinamis. Masing-masing tidak saja memiliki sejumlah perbedaan pemahaman atas teks-teks keagamaan, tetapi satu sama lain juga banyak beririsan pada aspek kesamaan. Bahkan, dalam sebuah ormas pun masih terdapat perbedaan secara individual sehingga menambah kompleksitas dan dinamikanya. Dalam konteks kasus hisab-rukyat penentuan hari raya kemaren misalnya, beberapa pesantren berbasis NU di Jawa Timur berhari raya Jum’at 21 April 2023, karena mendasarkannya pada hisab (suaramerdeka.com/21 April 2023). Begitu pula sebaliknya, tidak menutup kemungkinan ada warga Muhammadiyah secara personal mengikuti metode rukyat. Artinya, mengidentifikasi secara rigid dan ketat ormas keagamaan dengan pemahaman tertentu, apalagi kemudian menghadap-hadapkannya dengan ormas lain, menjadi absurd. Sangat tepat ungkapan petinggi Muhammadiyah Abdul Mu&#8217;ti bahwa perbedaan Idul Fitri, bukan antara Muhammadiyah dan NU, tetapi antara umat Islam yang menggunakan metode hisab hakiki <em>wujudul hilal</em> dengan <em>imkanur ru&#8217;yah</em> (republika.co.id/19/4/2023).</p>



<p><strong>Hakekat Keberagaman</strong></p>



<p>Realitas keberagaman yang sangat kompleks dan dinamis di negeri ini pada satu sisi menjadi berkah, sekaligus di sisi lain sebagai batu ujian. Keberagaman diyakini sebagai sifat alam semesta yang merupakan wujud <em>sunnatullah </em>atau kehendak Khalik Sang Pencipta. Lantaran keberagamanlah muncul relasi, interaksi, komunikasi, yang pada gilirannya membangun peradaban. Keberagaman juga memicu dan memacu prestasi, kontestasi, dan eksplorasi. Di bidang ilmu pengetahuan, keberagaman teori dan perpsektif telah melahirkan aneka khazanah sain dan pengembangan teknologi yang luar biasa. Dalam konteks hisab-rukyat yang terus diperdebatkan misalnya, keberagaman tersebut telah memunculkan pendalaman keilmuan yang sangat pesat di kedua pihak, baik terkait dengan dunia astronomi maupun teknologi instrumen penjelajahan ruang angkasa.</p>



<p>Namun, di sisi lain keberagaman sekaligus batu ujian mengukur sejauh mana kita mampu tidak menjadikannya pemicu dan pemacu konflik. Egoisme, kepentingan kelompok, merasa paling benar, dan hasrat menghegemoni, harus diletakkan di atas kepentingan bersama dengan prinsip satu sama lain saling memberi ruang untuk eksis, saling menghormati, dan saling menghargai. Dalam konteks inilah urgensitas nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan moderasi. Sepanjang perjalanannya yang sudah hampir empat dekade, bangsa ini terbukti berhasil merawat keberagaman dengan segala rintangan dan halangan. Sangat miris tentunya jika ke depan masing-masing kita justru mengedepankan ego sektoral dan mengabaikan keberagaman yang sejatinya tidak bisa ditawar-tawar.</p>



<p>Adalah keliru jika kita komitmen dengan kesatuan, persatuan, kebersamaan, serta mengusung pluralisme, multikulturalisme, toleransi, kerukunan, dan moderasi beragama, namun pada saat yang sama kita tidak bisa menerima perbedaan. Semua jargon itu justru diperlukan ketika kita dihadapkan pada realitas keberagaman. Intinya adalah kesediaan berlapang dada dengan orang lain yang berbeda, serta menempatkannya pada posisi yang sama sejajar dengan kita. Keberagaman harus dimaknai secara positif sebagai anugerah dan ketetapan Tuhan, bukan kehendak manusia. Karenanya, pihak yang berbeda justru dijadikan partner dalam karya-karya kebaikan, bukan sebaliknya sebagai rival yang harus dimarginalkan. Keberagaman bukan penyeragaman, tetapi saling mengakui perbedaan dan eksistensi masing-masing. Mengutip Mukti Ali, mantan Menteri Agama dan Bapak Kerukunan Beragama, bahwa dalam menyikapi keragaman diperlukan sikap <em>agree in disagreement, </em>setuju bahwa kita memang berbeda. Dengan realitas perbedaan itulah jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan justru diperlukan.</p>



<p><em>Dr. Faisal Zaini Dahlan, MAg adalah Dosen Studi Agama-Agama UIN Imam Bonjol Padang</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kedewasaan-menyikapi-keberagaman/">Kedewasaan Menyikapi Keberagaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181512</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Tiket Penerbangan Padang-Jakarta Masih Melonjak, Transit ke Kualalumpur</title>
		<link>https://langgam.id/tiket-penerbangan-padang-jakarta-masih-melonjak-transit-ke-kualalumpur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Apr 2023 03:51:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Tiket Pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181500</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Harga tiket pesawat terbang Padang-Jakarta melonjak dalam beberapa hari ke depan dan harus transit ke Kulalumpur Malaysia hingga lebih 20 jam. Demikian pantauan langgam.id pada sejumlah situs layanan tiket peswat pada Sabtu (30/4/2023). Saat mengakses traveloka.com pada Sabtu pukul 10.30 WIB misalnya, tiket pesawat untuk Senin (1/5/2023) sudah habis, baik untuk penerbangan langsung maupun transit. Tiket Padang-Jakarta baru tersedia pada Selasa (2/5/20203) dengan harga terendah Rp2.099.690 per orang. Itupun harus transit di Kualalumpur, Malaysia selama 23 jam. Tiket lainnya dengan harga lebih Rp2 juta pada hari itu, semuanya transit di Kualalumpur selama belasan jam hingga lebih 20 jam.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiket-penerbangan-padang-jakarta-masih-melonjak-transit-ke-kualalumpur/">Harga Tiket Penerbangan Padang-Jakarta Masih Melonjak, Transit ke Kualalumpur</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id &#8211; Harga tiket pesawat terbang Padang-Jakarta melonjak dalam beberapa hari ke depan dan harus transit ke Kulalumpur Malaysia hingga lebih 20 jam. Demikian pantauan langgam.id pada sejumlah situs layanan tiket peswat pada Sabtu (30/4/2023).</p>



<p>Saat mengakses traveloka.com pada Sabtu pukul 10.30 WIB misalnya, tiket pesawat untuk Senin (1/5/2023) sudah habis, baik untuk penerbangan langsung maupun transit.</p>



<p>Tiket Padang-Jakarta baru tersedia pada Selasa (2/5/20203) dengan harga terendah Rp2.099.690 per orang. Itupun harus transit di Kualalumpur, Malaysia selama 23 jam.</p>



<p>Tiket lainnya dengan harga lebih Rp2 juta pada hari itu, semuanya transit di Kualalumpur selama belasan jam hingga lebih 20 jam. Itu artinya, baru akan sampai di Jakarta pada hari berikutnya.</p>



<p>Pada hari berikutnya, Rabu (3/5/2023) harga tiket terendah turun ke angka Rp1,8 juta, tetap harus transit di Kualalumpur selama belasan jam hingga lebih dari 20 jam. Artinya, baru akan sampai di Jakarta pada Kamis (4/4/2023).</p>



<p>Tiket penerbangan langsung Padang-Jakarta baru ada pada Jumat (5/5/2023) dengan harga terendah lebih Rp1,3 juta. Harga tiket di angka tersebut bertahan sampai dengan Minggu (7/5/2023).</p>



<p>Tiket Padang-Jakarta baru turun di angka Rp1 jutaan mulai Senin (8/5/2023). Namun, angka ini juga tidak akan tetap dan bisa saja melonjak, tergantung permintaan.</p>



<p>Sebaliknya, harga tiket penerbangan Jakarta-Padang terlihat normal mulai angka terendah di bawah Rp1 juta. Tiket langsung juga masih tersedia sejak Senin (1/5/2023) pada angka Rp800 hingga Rp900 ribu.</p>



<p>Sementara, tiket langsung Padang-Kualalumpur pada angka yang hampir sama untuk dua hari ke depan. Namun, jauh lebih murah untuk beberapa hari ke depan, di angka Rp600 an ribu.</p>



<p>Pada sisi lain, tiket penerbangan antara Padang-Batam tidak tersedia hingga Selasa (2/5/2023). Tiket ke Batam baru tersedia pada Rabu (3/5/2023) dengan harga lebih Rp4 juta, karena harus dua kali transit.</p>



<p>Penerbangan langsung ke Batam baru tersedia pada Jumat (5/5/2023) pada harga Rp1 jutaan. Sementara, penerbangan langsung ke Medan, selama beberapa pekan ke depan terpantau tak tersedia. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiket-penerbangan-padang-jakarta-masih-melonjak-transit-ke-kualalumpur/">Harga Tiket Penerbangan Padang-Jakarta Masih Melonjak, Transit ke Kualalumpur</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiket Pesawat Padang-Jakarta dan Padang-Batam Ludes Hingga 1 Mei 2023</title>
		<link>https://langgam.id/tiket-pesawat-padang-jakarta-dan-padang-batam-ludes-hingga-1-mei-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wista Yuki]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Apr 2023 01:23:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Tiket Pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181459</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tiket pesawat dari Padang menuju Jakarta usai Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah hingga 1 Mei 2023 habis terjual. Tiket pesawat untuk tujuan ini baru tersedia pada 2 Mei 2023 nanti. Berdasarkan penelusuran Langgam.id dari aplikasi penjualan tiket online pada Sabtu (29/4/2023), tiket pesawat tujuan Padang-Jakarta untuk kelas ekonomi tidak tersedia hingga 1 Mei 2023. &#8220;Penerbangan yang kamu cari nggak ada nih. Ayo coba ganti tanggal atau destinasi lainnya untuk menemukan perjalanan seru,&#8221; tulis aplikasi penjualan tiket online m.tiket.com. Tiket pesawat untuk kelas ekonomi tujuan Padang-Jakarta baru tersedia pada Selasa (2/5/2023). Dilansir pada Sabtu (29/5/2023) dari m.tiket.com, tiket</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiket-pesawat-padang-jakarta-dan-padang-batam-ludes-hingga-1-mei-2023/">Tiket Pesawat Padang-Jakarta dan Padang-Batam Ludes Hingga 1 Mei 2023</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Tiket pesawat dari Padang menuju Jakarta usai Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah hingga 1 Mei 2023 habis terjual. Tiket pesawat untuk tujuan ini baru tersedia pada 2 Mei 2023 nanti.</p>



<p>Berdasarkan penelusuran Langgam.id dari aplikasi penjualan tiket online pada Sabtu (29/4/2023), tiket pesawat tujuan Padang-Jakarta untuk kelas ekonomi tidak tersedia hingga 1 Mei 2023.</p>



<p>&#8220;Penerbangan yang kamu cari nggak ada nih. Ayo coba ganti tanggal atau destinasi lainnya untuk menemukan perjalanan seru,&#8221; tulis aplikasi penjualan tiket online m.tiket.com. </p>



<p>Tiket pesawat untuk kelas ekonomi tujuan Padang-Jakarta baru tersedia pada Selasa (2/5/2023). Dilansir pada Sabtu (29/5/2023) dari m.tiket.com, tiket yang tersedia hanya ada dua penerbangan dengan menggunakan Wings Air. Itupun penerbangannya harus transit terlebih dahulu.</p>



<p>Sementara itu, untuk tiket pesawat untuk kelas Bisnis Padang-Jakarta hingga 2 Mei 2023, masih tersedia. Di antaranya, tiket pesawat Batik Air pada 30 April dari Rp6,5 juta hingga Rp6,8 juta. Kemudian harga tiket pesawat pada 1 Mei, Batik Air Rp6,8 juta dan Garuda Indonesia Rp7,4 juta.</p>



<p>Hal yang sama juga ditemukan untuk tiket pesawat tujuan Padang-Batam. Dilansir dari m.tiket.com, hingga Senin (1/5/2023), tiket pesawat kelas ekonomi juga habis. </p>



<p>Tiket pesawat Padang-Batam baru tersedia pada Selasa (2/5/2023) dengan 1 kursi dengan menggunakan Garuda Indonesia. Penerbangan ini pun harus transit dengan harga Rp3,6 juta. </p>



<p>Tiket pesawat Padang-Batam tanpa transit atau langsung baru tersedia pada Kamis (4/5/2023) dengan harga Rp1.040.870. </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiket-pesawat-padang-jakarta-dan-padang-batam-ludes-hingga-1-mei-2023/">Tiket Pesawat Padang-Jakarta dan Padang-Batam Ludes Hingga 1 Mei 2023</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181459</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seluruh Homestay di Tanah Datar Terisi Penuh di Momen Libur Lebaran 2023</title>
		<link>https://langgam.id/seluruh-homestay-di-tanah-datar-terisi-penuh-di-momen-libur-lebaran-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2023 10:02:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181424</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seluruh homestay yang terdaftar di Asosiasi Homestay Tanah Datar (ASHTAR) terisi penuh pada momen libur Lebaran 2023. Saat ini, ada 35 homestay yang terdaftar dalam ASHTAR dan tersebar di seluruh kecamatan di Tanah Datar. Terisi penuhnya seluruh homestay tersebut dikarenakan adanya peningkatan kunjungan wisata di Kabupaten Tanah Datar. Baik pengunjung yang datang hanya untuk menikmati wisata saja atau pun para perantau yang pulang ke kampung halaman bersama keluarga dan sanak saudara. Peningkatan kunjungan tersebut tentu saja hal ini berdampak besar terhadap pelaku wisata seperti rumah wisata atau homestay. &#8220;Jumlah yang menginap di homestay naik hingga 300 persen dibanding</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seluruh-homestay-di-tanah-datar-terisi-penuh-di-momen-libur-lebaran-2023/">Seluruh Homestay di Tanah Datar Terisi Penuh di Momen Libur Lebaran 2023</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seluruh homestay yang terdaftar di Asosiasi Homestay Tanah Datar (ASHTAR) terisi penuh pada momen libur Lebaran 2023. Saat ini, ada 35 homestay yang terdaftar dalam ASHTAR dan tersebar di seluruh kecamatan di Tanah Datar.</p>



<p>Terisi penuhnya seluruh homestay tersebut dikarenakan adanya <span style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0.2); font-size: revert; color: initial;">peningkatan kunjungan wisata di Kabupaten Tanah Datar. Baik pengunjung yang datang hanya untuk menikmati wisata saja atau pun para perantau yang pulang ke kampung halaman bersama keluarga dan sanak saudara.</span>   <p>Peningkatan kunjungan tersebut tentu saja hal ini berdampak besar terhadap pelaku wisata seperti rumah wisata atau homestay.</p></p>



<p>&#8220;Jumlah yang menginap di homestay naik hingga 300 persen dibanding hari biasanya,&#8221; ujar Ketua Harian ASHTAR, Yoni Andra, dikutip dari infopublik.id pada Kamis (27/4/2023). </p>



<p>Andra menambahkan, peningkatan jumlah yang menginap di homestay di Tanah Datar ini sudah terjadi sejak 21 April lalu. Diperkirakan homestay di Tanah Datar akan masih terisi hingga 30 April mendatang.</p>



<p>Masing-masing homestay yang ada di Tanah Datar terang Andra, memiliki keunikan yang menjadi nilai jual atau daya tarik tersendiri bagi wisatawan. </p>



<p>&#8220;Sebagian besar pengunjung berasal dari Pekanbaru, Bengkulu, dan Jambi, juga ada dari Medan hingga Jakarta,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ia menerangkan, peningkatan kunjungan tamu di homestay di Tanah Datar ini turut ikut andil dalam memajukan ekonomi kreatif di kabupaten tersebut.</p>



<p>Andra mengharapkan kepada pengelola homestay untuk berperilaku ramah dan agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada tamu yang menginap.</p>



<p>Diketahui, Tanah Datar merupakan salah satu kabupaten di Sumbar yang kaya dengan wisatanya. Baik itu wisata sejarah, wisata alam, religi, bahkan kuliner yang beragam dengan cita rasa.</p>



<p>Dilansir dari akun Instagram @pesona.tanahdatar, destinasi wisata yang ada di Tanah Datar di antaranya, Istano Basa Pagaruyung, Puncak Pato, Nagari Tuo Pariangan, Tanjung Mutiara, Panorama Tabek Patah.</p>



<p>Kemudian, Lembah Anai, Batu Angkek-angkek, Aia Angek Padang Gantiang, Pandai Sikek, dan Aua Sarumpun. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seluruh-homestay-di-tanah-datar-terisi-penuh-di-momen-libur-lebaran-2023/">Seluruh Homestay di Tanah Datar Terisi Penuh di Momen Libur Lebaran 2023</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181424</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Punya 40 Destinasi Favorit, 11 Daerah di Sumbar Ini Sering Macet Saat Lebaran</title>
		<link>https://langgam.id/punya-40-destinasi-favorit-11-daerah-di-sumbar-ini-sering-macet-saat-lebaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Apr 2023 03:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181351</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Selain bersilaturahim dengan sanak keluarga, momen libur Lebaran sering dimanfaatkan oleh pemudik atau perantau yang pulang ke Sumatra Barat (Sumbar) untuk menikmati destinasi wisata favorit. Bukan hanya pemudik, mobilitas warga yang berdomisili di Sumbar pun meningkat dalam masa libur tersebut. Sebanyak 11 daerah Sumbar sering macet atau setidaknya padat oleh mobilitas kendaraan dan orang saat libur Lebaran itu. Mobilitas bertambah banyak, karena pada 11 kabupaten dan kota itu, setidaknya terdapat 40 destinasi wisata favorit yang menarik perhatian para pemudik. Daerah-daerah tersebut adalah Bukittinggi, Agam, Padang, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Tanah Datar, Padang Panjang, Pariaman, Padang Pariaman, serta Kabupaten Solok.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/punya-40-destinasi-favorit-11-daerah-di-sumbar-ini-sering-macet-saat-lebaran/">Punya 40 Destinasi Favorit, 11 Daerah di Sumbar Ini Sering Macet Saat Lebaran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Selain bersilaturahim dengan sanak keluarga, momen libur Lebaran sering dimanfaatkan oleh pemudik atau perantau yang pulang ke Sumatra Barat (Sumbar) untuk menikmati destinasi wisata favorit. Bukan hanya pemudik, mobilitas warga yang berdomisili di Sumbar pun meningkat dalam masa libur tersebut.</p>



<p>Sebanyak 11 daerah Sumbar sering macet atau setidaknya padat oleh mobilitas kendaraan dan orang saat libur Lebaran itu. Mobilitas bertambah banyak, karena pada 11 kabupaten dan kota itu, setidaknya terdapat 40 destinasi wisata favorit yang menarik perhatian para pemudik.</p>



<p>Daerah-daerah tersebut adalah Bukittinggi, Agam, Padang, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Tanah Datar, Padang Panjang, Pariaman, Padang Pariaman, serta Kabupaten Solok.</p>



<p>Berikut 40 destinasi wisata favorit di 12 kabupaten dan kota itu:</p>



<p><strong>I. Bukittinggi</strong></p>



<p>Kota Bukittinggi layak disebut sebagai magnet paling besar yang menarik perantau maupun pengunjung domestik saat libur Lebaran. Karena itu, berbagai jalur menuju Bukittinggi sering macet saat libur Idul Fitri,  terutama dari arah Kota Padang (selatan) dan dari arah Payakumbuh (timur). Kota ini paling tidak memiliki empat destinasi utama yang mengandalkan keindahan alam, kuliner, sejarah serta wisata belanja:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Jam Gadang dan Pasar Ateh</li>



<li>Panorama Ngarai Sianok</li>



<li>Lubang Jepang</li>



<li>Benteng Fort de Kock dan Taman Margasatwa Kinantan</li>
</ol>



<p><strong>II. Agam</strong></p>



<p>Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Agam yang mengitari Kota Bukittinggi juga sering macet saat libur Lebaran, antara lain sejumlah ruas di sekitar Kota Bukittinggi, jalur menuju Kota Bukittinggi, jalur antara Balingka dan Padang Lua dan jalur Ngarai Sianok. Kabupaten Agam memiliki sejumlah objek wisata favorit di sekitar Kota Bukittinggi hingga ke bagian barat kabupaten ini. Selain menikmati keindahan alam dengan panorama gunung, ngarai dan danau, para wisatawan juga berburu kuliner di sejumlah destinasi ini:</p>



<ol class="wp-block-list" start="5">
<li>Ngarai Sianok</li>



<li>Janjang Kotogadang</li>



<li>Puncak Lawang</li>



<li>Kelok 44</li>



<li>Danau Maninjau</li>
</ol>



<p><strong>III. Padang</strong></p>



<p>Selain merupakan ibu kota provinsi Sumatra Barat, Padang memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik minat pengunjung menghabiskan libur Lebaran. Karena itu, jalur menuju Kota Padang biasanya juga macet saat libur Lebaran, seperti jalur masuk dari arah Bukittinggi (utara), dari arah Pesisir Selatan (selatan) dan dari arah Solok (timur).</p>



<p>Selain wisata pantai dan kuliner, banyak pengunjung menyempatkan diri beribadah di Masjid Raya Sumbar sekaligus untuk wisata religi. Destinasi favorit di Kota Padang antara lain:</p>



<ol class="wp-block-list" start="10">
<li>Pantai Padang</li>



<li>Pantai Air Manis</li>



<li>Gunung Padang</li>



<li>Pantai Nirwana</li>



<li>Jembatan Siti Nurbaya</li>



<li>Masjid Raya Sumbar</li>
</ol>



<p><strong>IV. Tanah Datar</strong></p>



<p>Keindahan alam Kabupaten Tanah Datar dengan panorama Gunung Marapi, danau, air terjun, sawah serta kuliner dan peninggalan budayanya membuat daerah ini menjadi salah kawasan yang dipadati pengunjung saat libur Lebaran. Karena itu, jalur di kawasan ini termasuk padat hingga macet saat libur Lebaran, seperti jalur antara Padang Panjang dan Danau Singkarak, jalur Bukittinggi-Batusangkar dan sejumlah jalur lainnya. Destinasi di daerah ini antara lain:</p>



<ol class="wp-block-list" start="16">
<li>Lembah Anai</li>



<li>Nagari Pariangan</li>



<li>Istano Pagaruyung</li>



<li>Tanjung Mutiara Danau Singkarak</li>



<li>Tabek Patah</li>



<li>Puncak Pato</li>
</ol>



<p><strong>V. Pesisir Selatan</strong></p>



<p>Selain mengandalkan keindahan suasana pantai dan alamnya, Pesisir Selatan menarik perhatian pengunjung karena kuliner pesisirnya. Kawasan Mandeh yang baru dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir ditambah merupakan jalur lintas barat Sumatra, membuat jalan di wilayah ini sering macet saat libur Lebaran. Sejumlah destinasi di daerah ini adalah:</p>



<ol class="wp-block-list" start="22">
<li>Kawasan Mandeh,</li>



<li>Pantai Carocok Painan,</li>



<li>Bukit Langkisau,</li>



<li>Jembatan Akar dan Air Terjung Bayang Sani</li>
</ol>



<p><strong>VI. Kota Pariaman</strong></p>



<p>Pengembangan wisata yang masif di Kota Pariaman sejak beberapa tahun terakhir, membuat kota terdekat dari Padang ini menjadi salah satu tujuan wisata saat libur Lebaran. Meski ada kereta api menuju kota ini dari dan menuju Padang, jalur di Pariaman terbilang padat saat libur Lebaran. Selain bisa menikmati wisata pantai dan pulau, di kota ini, pengunjung dapat menikmati kuliner laut khas Pariaman.<br>Sejumlah tempat wisata favorit di Pariaman adalah sebagai berikut:</p>



<ol class="wp-block-list" start="26">
<li>Pantai Gandoriah</li>



<li>Pantai Kata</li>



<li>Pantai Talao Pauh</li>



<li>Pulau Angso Duo</li>
</ol>



<p><strong>VII. Limapuluh Kota</strong></p>



<p>Menjadi jalur perlintasan menuju Riau, membuat kondisi lalu lintas di Limapuluh Kota sering macet atau setidaknya padat saat libur Lebaran. Kabupaten ini juga memiliki sejumlah kawasan wisata yang mengandalkan keindahan alam, infrastruktur serta wisata kuliner. Sejumlah destinasi favorit adalah:</p>



<ol class="wp-block-list" start="30">
<li>Harau</li>



<li>Kelok Sembilan</li>



<li>Kapalo Banda Taram</li>
</ol>



<p><strong>VIII. Payakumbuh</strong></p>



<p>Kota Payakumbuh yang terletak di jalan perlintasan menuju Riau, menjadi salah satu kawasan yang padat bahkan terkadang macet saat Lebaran. Kota ini punya banyak kafe dan rumah makan yang bisa jadi tempat wisata kuliner. Payakumbuh juga punya beberapa destinasi wisata, salah satunya adalah:</p>



<ol class="wp-block-list" start="33">
<li>Ngalau Indah</li>
</ol>



<p><strong>IX. Padang Pariaman</strong></p>



<p>Sejumlah wilayah Kabupaten Padang Pariaman yang terletak di jalur Padang-Bukittinggi sering macet saat libur Lebaran. Daerah ini juga memiliki pantai dengan aneka kuliner serta makam Syekh Burhanuddin di Ulakan yang banyak diziarahi pengunjung, sehingga sejumlah jalur menuju lokasi itu sering padat hingga macet. Sejumlah destinasi favorit itu adalah:</p>



<ol class="wp-block-list" start="34">
<li>Kawasan Malibou Anai</li>



<li>Pantai Tiram</li>



<li>Ulakan</li>
</ol>



<p><strong>X. Kabupaten Solok</strong></p>



<p>Sejumlah kawasan Kabupaten Solok bersama Kota Solok merupakan daerah perlintasan yang dilalui jalur lintas Sumatra, baik dari arah Bukittinggi maupun Padang. Selain itu, karena memiliki danau, gunung dan panorama alam yang indah, daerah ini juga menjadi salah satu kawasan favorit para wisatawan saat libur Lebaran. Hal ini membuat jalur di daerah ini sering macet atau setidaknya padat saat libur Lebaran. Sejumlah destinasi wisata di daerah ini adalah:</p>



<ol class="wp-block-list" start="37">
<li>Danau Singkarak</li>



<li>Kebun Teh</li>



<li>Danau Kembar</li>
</ol>



<p><strong>XI. Padang Panjang</strong></p>



<p>Berada di jalur Padang-Bukittinggi dan juga merupakan persimpangan jalan lintas Sumatra menuju Tanah Datar dan Solok membuat lalu lintas di Kota Padang Panjang sangat padat hingga macet saat libur Lebaran. Selain berada di jalur utama, Padang Panjang juga memiliki banyak tempat kuliner yang diminati pengunjung. Selain itu, Padang Panjang juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang menambah kepadatan itu, yakni:</p>



<ol class="wp-block-list" start="40">
<li>PDKM dan Mifan.</li>
</ol>



<p>Selain 11 daerah dengan 40 lokasi wisata tersebut, kabupaten dan kota lainnya dengan destinasi wisata menarik juga lebih padat pada masa libur Lebaran ketimbang hari biasa.</p>



<p>Bagi yang punya waktu lebih dari libur Lebaran, biasanya menunggu masa libur Lebaran habis, sebelum kemudian berkunjung ke destinasi wisata yang diminati. Untuk yang tak punya waktu setelah Lebaran, ada pula yang telah mengunjungi berbagai objek wisata terlebih dahulu sebelum Lebaran datang. Untuk yang hanya punya waktu saat libur, perlu bersiap dan bersabar karena kemungkinan lalu lintas yang macet ke sejumlah daerah itu.(*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/punya-40-destinasi-favorit-11-daerah-di-sumbar-ini-sering-macet-saat-lebaran/">Punya 40 Destinasi Favorit, 11 Daerah di Sumbar Ini Sering Macet Saat Lebaran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181351</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2 Hari Libur Lebaran, Pantai Tiram Dipadati 6 Ribu Pengunjung</title>
		<link>https://langgam.id/2-hari-libur-lebaran-pantai-tiram-dipadati-6-ribu-pengunjung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Afdal Afrianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Apr 2023 01:03:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Tiram, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman Sumatra Barat (Sumbar) mencatat selama dua hari libur lebaran, 6 ribu wisatawan mengunjungi destinasi wisata itu. Para wisatawan datang dengan keluarganya untuk menikmati wisata kuliner di lokasi ini. Ketua Pokdawis Pantai Tiram, Saharman memperkirakan volume kunjungan akan terus bertambah selama liburan lebaran. Menurutnya, selain bisa menikmati wisata pantai, Tiram merupakan salah satu destinasi wisata kuliner unggulan yang dimiliki Sumbar. “Tiram ini dikenal dengan surga kulinernya Kapalo lauak (kepala ikan). Selesai makan, masyarakat juga bisa mengunjungi Pantai disini,” katanya saat ditemui Langgam.id, Minggu (23/4/2023). Ia mengatakan, selama libur lebaran</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-hari-libur-lebaran-pantai-tiram-dipadati-6-ribu-pengunjung/">2 Hari Libur Lebaran, Pantai Tiram Dipadati 6 Ribu Pengunjung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Tiram, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman Sumatra Barat (Sumbar) mencatat selama dua hari libur lebaran, 6 ribu wisatawan mengunjungi destinasi wisata itu.</p>



<p>Para wisatawan datang dengan keluarganya untuk menikmati wisata kuliner di lokasi ini. Ketua Pokdawis Pantai Tiram, Saharman memperkirakan volume kunjungan akan terus bertambah selama liburan lebaran.</p>



<p>Menurutnya, selain bisa menikmati wisata pantai, Tiram merupakan salah satu destinasi wisata kuliner unggulan yang dimiliki Sumbar.</p>



<p>“Tiram ini dikenal dengan surga kulinernya Kapalo lauak (kepala ikan). Selesai makan, masyarakat juga bisa mengunjungi Pantai disini,” katanya saat ditemui Langgam.id, Minggu (23/4/2023).</p>



<p>Ia mengatakan, selama libur lebaran kali ini, 15 orang anggota Pokdawis betugas untuk memberikan kenyamanan pada pengunjung disana. Anggotanya itu bertugas mulai dari menjaga kendaraan sampai memberikan himbauan pada pengunjung agar tidak melepaskan anak-anaknya untuk mandi air laut.</p>



<p>“Karena kunjungan sangat meningkat, keamanan perlu kami berikaan. Agar wisatawan disini bisa fokus untuk liburan. Untuk di Pantai, anggota kami juga ada yang selalu memberikan himbauan pada orang tua agar melarang anaknya mandi-mandi. Kalau mandi, harus dalam pengawasan,” ujarnya.</p>



<p>Ia juga mengimbau, pada masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk melapor pada anggotanya yang bertugas.</p>



<p>Faisal salah seorang wisatawan asal Kota Padang, mengungkapkan ia dan keluarganya sengaja memilih Pantai Tiram sebagai tempat liburan keluarga besarnya. Katanya, selain kulineran, akses ketempat wisata lain juga dekat dari sana.</p>



<p>“Kami ke Pariaman tujuan utama ke Pantai Tiram dulu, makanan di sini enak-enak. Kalau sudah puas kami main di sini, kami juga bisa pindah ketempat lain. Karena akses ke wisata lain sangat dekat,” ungkapnya.</p>



<p>Selain itu, Lisa Medikayati salah seorang pemilik rumah makan Pondok Lesehan Bahagia mengatakan pengujung di warungnya meningkat selama liburan lebaran kali ini. Katanya terkait harga, rumah makananya masih memakai tarif normal.</p>



<p>“Liburan lebaran kami masih memakai harga normal, kami tidak menaikan tarif harga di sini,” katanya saat ditemui Langgam.id, Minggu (23/4/2023).</p>



<p>Lebih lanjut, ia mengatakan wisatawan sudah bisa berkulinernya di Pantai Tiram sejak Pukul 08.30 WIB. Menurutnya makanan sudah siap dihidangkan pada jam tersebut.</p>



<p>Selain itu, pantauan Langgam.id di lokasi. Harga tiket masuk di Pantai Tiram dihitung perkendaraan. Untuk satu motor memakai tarif 3 ribu dan untuk satu mobil memakai tarif 10 ribu.</p>



<p>Selain itu, tempat pakiran di sana juga dipenuhi oleh minibus. Sementara, plat nomor kendaraan yang mengujungi wisata disana masih didominasi oleh plat kendaraan yang berasal dari Sumbar (BA). (Afdal/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-hari-libur-lebaran-pantai-tiram-dipadati-6-ribu-pengunjung/">2 Hari Libur Lebaran, Pantai Tiram Dipadati 6 Ribu Pengunjung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181345</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemudik Meningkat, Kapolda Tekankan Pemantauan Lalu Lintas dan Tempat Wisata</title>
		<link>https://langgam.id/pemudik-meningkat-kapolda-tekankan-pemantauan-lalu-lintas-dan-tempat-wisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Apr 2023 03:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jumlah pemudik ke Sumatra Barat (Sumbar) dalam libur Lebaran 2023 diperkirakan meningkat. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono menekankan pemantauan arus lalu lintas dan tempat wisata. “Kami memantau arus lalu lintas, simpul kemacetan dan juga tempat wisata kuliner atau pariwisata serta memantau ancaman, hambatan dan gangguan yang kemungkinan akan terjadi,” kata Irjen Pol Suharyono, sebagaimana dirilis situs resmi Polda Sumbar, Sabtu (22/4/2023). Menurutnya, kedatangan para pemudik ke Sumbar sehingga jumlah masyarakat meningkat dua kali lipat dibanding hari-hari biasa. Sehingga hal tersebut perlu peningkatan keamanan baik secara individu dari masyarakat itu sendiri. “Terutama rekan-rekan Polri</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemudik-meningkat-kapolda-tekankan-pemantauan-lalu-lintas-dan-tempat-wisata/">Pemudik Meningkat, Kapolda Tekankan Pemantauan Lalu Lintas dan Tempat Wisata</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id &#8211; Jumlah pemudik ke Sumatra Barat (Sumbar) dalam libur Lebaran 2023 diperkirakan meningkat. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono menekankan pemantauan arus lalu lintas dan tempat wisata.</p>



<p>“Kami memantau arus lalu lintas, simpul kemacetan dan juga tempat wisata kuliner atau pariwisata serta memantau ancaman, hambatan dan gangguan yang kemungkinan akan terjadi,” kata Irjen Pol Suharyono, sebagaimana dirilis situs resmi Polda Sumbar, Sabtu (22/4/2023).</p>



<p>Menurutnya, kedatangan para pemudik ke Sumbar sehingga jumlah masyarakat meningkat dua kali lipat dibanding hari-hari biasa. Sehingga hal tersebut perlu peningkatan keamanan baik secara individu dari masyarakat itu sendiri.</p>



<p>“Terutama rekan-rekan Polri yang berada di wilayah yang memiliki tugas pokok fungsi peranannya, untuk mengamankan masyarakat yang sedang merayakan Idul Fitri,” ujarnya.</p>



<p>Dalam pengamanan tersebut kata Kapolda, Polri juga dibantu dan dibackup oleh unsur TNI dan Forkopimda yang mendapatkan tugas di Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu yang tentunya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang berlibur.</p>



<p>Sebelumnya, menurut kapolda, malam takbiran dalam menyambut lebaran Idul Fitri 1444 H / 2023 M di Sumbar, secara umum berlangsung dalam keadaan aman, nyaman, dan kondusif.</p>



<p>“Saya beserta seluruh staf jajaran menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Sumatra Barat yang selama Idul Fitri maupun satu bulan sebelumnya (bulan Ramadan) sudah bersama-sama mewujudkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Baik itu di tempat keluarga maupun tempat umum,” tuturnya.</p>



<p>Ia mengatakan, rasa aman dan kondusif itu semua tercipta karena kesamaan, terintegrasi nya Forkopimda, baik ditingkat Provinsi maupun di Kota dan Kabupaten.</p>



<p>“Oleh karenanya mohon dipertahankan dan ditingkatkan, karena tiga hari setelah Idul Fitri ini tentunya banyak objek wisata dan wisata kuliner yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, baik penduduk yang menetap maupun yang pendatang,” ujarnya. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemudik-meningkat-kapolda-tekankan-pemantauan-lalu-lintas-dan-tempat-wisata/">Pemudik Meningkat, Kapolda Tekankan Pemantauan Lalu Lintas dan Tempat Wisata</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181338</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Salat Hari Raya Idul Fitri Berbeda Hari di Sumbar Berlangsung Lancar</title>
		<link>https://langgam.id/salat-hari-raya-idul-fitri-berbeda-hari-di-sumbar-berlangsung-lancar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2023 13:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1444 H]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Salat Hari Raya Idul Fitri berbeda hari di Sumatra Barat (Sumbar) berlangsung lancar. Sebagian masyarakat, sudah merayakan Idul Fitri pada Jumat (21/4/2023) dan sebagian lainnya pada Sabtu (22/4/2023). Rilis Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar menyebutkan, pada Jumat, Salat Idul Fitri antara lain berlangsung di Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang dengan Khatib Manager Nasution dan Halaman Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang Panjang dengan Khatib Zulkarnain. Pada Jumat juga, Salat Idul Fitri berlangsung di Masjid Ansharullah Payakumbuh dengan Khatib Fakhrul Usni, Masjid Muhajirin Lubuk Basung (Agam) dengan Khatib Buya Mursyidi, halaman kantor PDM Pasaman Barat dengan Khatib Alwizra, Lapangan Cindua Mato Batusangkar dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/salat-hari-raya-idul-fitri-berbeda-hari-di-sumbar-berlangsung-lancar/">Salat Hari Raya Idul Fitri Berbeda Hari di Sumbar Berlangsung Lancar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Salat Hari Raya Idul Fitri berbeda hari di Sumatra Barat (Sumbar) berlangsung lancar. Sebagian masyarakat, sudah merayakan Idul Fitri pada Jumat (21/4/2023) dan sebagian lainnya pada Sabtu (22/4/2023).</p>



<p>Rilis Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar menyebutkan, pada Jumat, Salat Idul Fitri antara lain berlangsung di Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang dengan Khatib Manager Nasution dan Halaman Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang Panjang dengan Khatib Zulkarnain.</p>



<p>Pada Jumat juga, Salat Idul Fitri berlangsung di Masjid Ansharullah Payakumbuh dengan Khatib Fakhrul Usni, Masjid Muhajirin Lubuk Basung (Agam) dengan Khatib Buya Mursyidi, halaman kantor PDM Pasaman Barat dengan Khatib Alwizra, Lapangan Cindua Mato Batusangkar dengan Khatib Ismail Novel.</p>



<p>Selanjutnya, Masjid Mujahidin Lakitan dengan Khatib Jenny Sukmal, Masjid Sejarah Kuraitaji dengan khatib Jauhar Muis, Masjid Taqwa Taratak dengan khatib Farid Anshar Alghifari, halaman Masjid Baitul Jalal Bukittinggi dengan khatib Yasmansyah, lapangan Segi Tiga PT. BO dengan khatib Fadih Riefenta.</p>



<p>Salat Idul Fitri pada Jumat juga berlangsung di Masjid Taqwa Muhammadiyah Lubuk Sikaping Pasaman dengan khatib Habibullah, halaman MTs Muhammadiyah Lubuk Alung dengan khatib Iryos Mardi serta Masjid Taqwa Muhammadiyah Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan khatib Fungki.</p>



<p>Selain itu, pantauan dan laporan yang diterima langgam.id pada Jumat, salat Idul Fitri juga berlangsung di Masjid Raya Gantiang (Padang), Masjid Raya Koto Tangah Balai Gadang (Padang), Lapangan Komplek Pondok Pinang, Lubuk Buaya (Padang), Masjid Taqwa Kotogadang VI Koto Maninjau (Agam), Masjid Raya Koto Baru (Solok), lapangan Koto Baru Simalanggang (Limapuluh Kota) dan berbagai lokasi lain di Sumbar.</p>



<p>Sementara, dalam pantauan langgam.id pada Sabtu di Padang, Salat Idul Fitri dipusatkan di halaman kantor Gubernur Sumbar, halaman kantor Balai Kota Padang, halaman Universitas Negeri Padang (UNP) dan berbagai masjid lainnya.</p>



<p>Laporan tim langgam.id dari sejumlah daerah di Sumbar, pelaksanaan Salat Idul Fitri berlangsung lancar. Di Lapangan GOR Gor H. Ilyas Yacub Painan Pesisir Selatan Salat Idul Fitri tetap berjalan pada Sabtu, meski tak seramai biasanya. Hal ini karena sebagian jemaah sudah menggelar salat hari raya sehari sebelumnya.</p>



<p>Salat Idul Fitri juga berlangsung di Surau Kalawi, Pauh, Sicincin, Padang Pariaman pada Sabtu selain ada yang telah menggelar sehari sebelumnya. Khatib Tuanku Yogi di sini mengingatkan, pentingnya umat Islam memaafkan kesalahan dan kekhilafan sesama, melupakan dendam dan menjalinkan kembali hubungan yang terputus.</p>



<p>Dari Lunto, Kota Sawahlunto dilaporkan, Salat Idul Fitri juga berlangsung dua kali, pada Jumat dan Sabtu. Karena berlangsung dua kali, masing-masing salat Idul Fitri tak seramai biasanya.</p>



<p>Di Masjid Arrahman, Lunto, Khatib Brori Agusta mengingatkan agar para pemimpin takut kepada Allah SWT. &#8220;Pemimpin yang tidak takut kepada Allah SWT, maka pengikutnya juga akan tersesat ke jalan yang tidak baik,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara, Salat Hari Raya Idul&nbsp;Fitri di Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung digelar di lapangan sepak bola setempat pada Sabtu.</p>



<p>Khatib Almarjon dalam khutbahnya menekankan umat untuk menghormati orang tua. “Hormati ibu maupun ayahmu. Jika kamu berkata kasar atau menyakitinya akan membuatmu berdosa sehingga perbuatan baikmu akan sia-sia,” ujarnya.</p>



<p>Warga di provinsi lain di Indonesia juga menggelar Idul Fitri pada Jumat maupun Sabtu. Di Lapangan Desa Gunung Labu yang terletak di lereng Kerinci, Jambi misalnya, Salat Idul Fitri digelar pada Sabtu. Sekitar 2 ribuan jemaah memadati lapangan di provinsi tetangga Sumbar itu. (Feronikha/Selvi/Nazira/Rila/Vira/Nisha/Tim/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/salat-hari-raya-idul-fitri-berbeda-hari-di-sumbar-berlangsung-lancar/">Salat Hari Raya Idul Fitri Berbeda Hari di Sumbar Berlangsung Lancar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181327</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rasional dalam Pikiran, Emosional dalam Toleransi</title>
		<link>https://langgam.id/rasional-dalam-pikiran-emosional-dalam-toleransi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2023 12:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti sudah diduga sebelumnya, Hari Raya Idul Fitri 1444 H menyisakan perbedaan. Muhammadiyah sudah jauh-jauh hari menetapkan bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh pada 21 April 2023, sementara pemerintah lewat sidang isbat pada Kamis 20 April 2023 menetapkan bahwa 1 Syawal 1444 H sebagai hari Lebaran jatuh pada 22 April 2023. Pascasidang Isbat tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan warga masyarakat akar menjaga sikap toleransi, saling menghormati dan tetap menjaga persaudaraan dan kebersamaan. Tidak cukup lama usai pengumuman tersebut, linimasa media sosial gegap gempita dengan perdebatan teks keagamaan, perang tafsir hingga klaim-klaim kebenaran, terutama seputar metode hilal versus rukyat.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rasional-dalam-pikiran-emosional-dalam-toleransi/">Rasional dalam Pikiran, Emosional dalam Toleransi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seperti sudah diduga sebelumnya, Hari Raya Idul Fitri 1444 H menyisakan perbedaan. Muhammadiyah sudah jauh-jauh hari menetapkan bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh pada 21 April 2023, sementara pemerintah lewat sidang isbat pada Kamis 20 April 2023 menetapkan bahwa 1 Syawal 1444 H sebagai hari Lebaran jatuh pada 22 April 2023. Pascasidang Isbat tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan warga masyarakat akar menjaga sikap toleransi, saling menghormati dan tetap menjaga persaudaraan dan kebersamaan.</p>



<p>Tidak cukup lama usai pengumuman tersebut, linimasa media sosial gegap gempita dengan perdebatan teks keagamaan, perang tafsir hingga klaim-klaim kebenaran, terutama seputar metode hilal versus rukyat. Dalam konteks intelektual, petarungan pemikiran ini absah dan bukan sesuatu yang baru. Apalagi bagi mereka yang sudah terbiasa dengan dunia pesantren, tradisi mantiq, keragaman madzhab dalam Islam, bahkan perdebatan ilmiah ala dunia kampus. Di Tanah Air sendiri, perbedaan awal Ramadhan dan Idul Fitri bukanlah perkara aneh, baik secara historis maupun sosiologis.</p>



<p>Perkara menjadi berbeda ketika distingsi tafsir tekstual keagamaan menyempit dan diseret menjadi gesekan antara kubu pro dan kontra pemerintah. Muhammadiyah dianggap sebagai kontra pemerintah, tidak taat kepada ulul albab. Sementara yang berbuka pada 22 April 2023 dipersepsikan sebagai masyarakat yang taat azaz dan patuh kepada seruan pemerintah. Perdebatan yang terjadi bukan lagi beredar pada lintasan <em>khilafiyah</em>&nbsp;tapi juga menyerempet pada mana pihak yang berdosa dan tidak berdosa, atau mana kelompok yang hak dan mana kubu yang batil. Sebagai misal, yang mana yang lebih berdosa, kehilangan puasa sehari di bulan puasa atau berpuasa di hari raya? Bila asumsinya Tuhannya berbeda, ini mungkin bisa dipahami sebab yang satu tentu saja menista yang lain berdosa. Tapi yang berdebat masih meyakini Tuhan yang sama.</p>



<p>Terus terang pandangan ini kian dipopulerkan meskipun sejatinya hal ini adalah penyederhanaan dan generalisasi yang menyesatkan karena berpotensi memecah belah atau mengadu domba. Saat perdebatan masih sekitar tafsir teks keagamaan, umat Islam masih relatif rasional dengan alasan masing-masing meski berbeda dalam memahami dan adakalanya terkesan perang urat saraf. Tapi begitu yang ditonjolkan adalah pengembangbiakan perbedaan, maka yang berlaku adalah sikap emosional menerapkan toleransi. &nbsp;</p>



<p>Titik-titik perbedaan yang kini mengalami ‘ekspansi teritorial’ ini tampak nyata ketika ia bersenyawa dengan pengambilan kebijakan, atau bahkan keputusan politik. Penolakan memberikan izin kepada Muhammadiyah oleh sementara pemerintah daerah buat menyelenggarakan salat Idul Fitri menunjukkan bahwa narasi menghormati perbedaan hanya sekadar rasional dalam pikiran dan manis dalam ucapan. Yang justru terjadi adalah sikap emosional dalam merespon perbedaan.</p>



<p>Yang sangat dibutuhkan ketika terjadi silang sengketa pendapat bukan sekadar sebatas seruan atau khotbah untuk menghormati perbedaan di atas mimbar, tapi kemauan untuk memfasilitasi perbedaan ini; memberikan hak yang sama bagi umat untuk shalat Ied, baik yang berlebaran hari Jumat maupun Sabtu. Pemerintah harus memberikan izin kepada masyarakat untuk menggunakan fasilitas publik melakukan shalat Ied —seperti lapangan bola mengingat sunnah penyelenggaraan shalat Ied adalah di lapangan terbuka. Bukan dengan menolak satu kelompok dan mengizinkan kelompok yang lain. Jangan sampai ada satu kelompok yang merasa sebagai anak tiri dan anak emas dalam pelaksanaan shalat Ied tersebut. Ini adalah tindakan diskriminatif. Tapi inilah hakikat dari toleransi yang ‘<em>real-time</em>’ dan praktis.</p>



<p>Di tengah masyarakat sendiri, toleransi ini bisa dilakukan dengan melakukan mekanisme pergiliran. Sebagai contoh, masing-masing masjid atau mushalla yang menjadi milik atau didirikan oleh publik memberikan peluang yang sama untuk mengumandangkan takbir di ujung Ramadhan. Bagi yang berlebaran hari Jumat diberi kesempatan untuk mengumandangkan takbir setelah Isya pada Kamis malam. Setelah kumandang takbir selesai, bagi yang berhari raya Idul Fitri hari Sabtu dipersilahkan untuk melanjutkan shalat tarawih untuk terakhir kalinya pada tahun 1444 H/2003 M ini. Namun ini relatif susah bagi masjid-masjid yang dimiliki oleh <em>jam`iyah</em>, misal masjid Muhammadiyah atau masjid Nahdlatul Ulama (NU).</p>



<p>Sungguhpun mayoritas Muslim, Indonesia berbeda dengan negara-negara Islam atau berpenduduk mayoritas Muslim di mana negara campur tangan terlalu dalam hingga urusan teknis sekalipun. Di Malaysia dan Brunei Darussalam, materi khotbah Jumat dipersiapkan oleh kerajaan sehingga isu khotbah Jumat sama saja di seantero Malaysia dan Brunei Darussalam. Tak terkecuali dengan penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri yang ‘dipaksa’ seragam. Memang keragaman ini adalah kelebihan kita yang ditertawakan oleh Dunia Islam sebab tak ada negara di dunia seperti Indonesia di mana 1 Syawalnya lebih dari satu hari. Tapi kita perlu ingat bahwa mereka itu negara-negara kecil, bahkan yang ada seukuran kabupaten kita. Kalau kita wajar sebab kita negara besar. Jadi berbeda sedikit tidak masalah.</p>



<p>Sikap berbeda dengan pemerintah tidak perlu dianggap perlawanan dan mereka yang berbeda pendapat dengan keputusan penguasa bukanlah <em>bughat</em>&nbsp;(pemberontak). Di negara-negara maju, kritis terhadap penguasa, lebih-lebih dalam urusan publik, seperti penggunaan dana publik, kerap berhadapan dengan resistensi khalayak ramai.</p>



<p>Penobatan Raja Charles yang akan berlangsung pada 6 Mei 2023 di Inggris sangat tidak populer. Sejumlah artis Inggris terkenal menolak untuk tampil di acara ini. Harry Styles mengatakan tidak akan hadir, Elton John juga mengatakan tidak. Begitu pula dengan Adele, Spice Girls dan Robbie Williams. Ini masuk akal karena acara penobatan Raja Charles ini akan menelan biaya antara 60 juta hingga 120 juta dolar Amerika yang bersumber dari uang pembayar pajak. Dana sebanyak itu bisa digunakan untuk membangun sekolah untuk mempekerjakan lebih banyak guru atau dokter. Inflasi Inggris mencapai angka 10 persen. Ini adalah yang tertinggi di antara negara-negara Eropa Barat dan kelompok G7. Masyarakat Inggris bekerja keras untuk membayar kebutuhan pokok (makan/minum) dan tagihan (listrik, air, dan internet) mereka yang membengkak.</p>



<p>Marilah kita berhari raya dengan memilih jalan kita sendiri tanpa harus menyalahkan jalan yang dipilih orang lain. Kita memilih untuk mempertahankan prinsip hidup sendiri tanpa harus kecewa dan meremehkan pilihan orang lain.</p>



<p>Kita tidak perlu memaksakan pendapat kita kepada orang lain, tapi kita juga mempertahankan kemerdekaan pendapat siapa saja dengan teguh. Ayolah kita menuju kemenangan sejati. Kemenangan saat kita mampu menahan ego dan gengsi supaya kita mampu memaafkan semua kesalahan dan kekurangan orang lain.</p>



<p>Taqabbalallahu minna wa minkum. Taqabbal ya kariim. Minal `aaidiin wal faaiziin.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rasional-dalam-pikiran-emosional-dalam-toleransi/">Rasional dalam Pikiran, Emosional dalam Toleransi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181596</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/54 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-10 03:07:37 by W3 Total Cache
-->