<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Jengkol Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/jengkol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/jengkol/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Nov 2023 16:18:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Jengkol Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/jengkol/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Sumbar Ekspor Jengkol dan Daun Melinjo</title>
		<link>https://langgam.id/sumbar-ekspor-jengkol-dan-daun-melinjo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2023 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Jengkol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=192063</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Karantina Padang telah sukses melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap komoditas jengkol dan daun melinjo yang akan diekspor ke Jepang. Kepala Karantina Pertanian Kota Iswan Haryanto mengatakan serangkaian langkah ketat dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk pertanian. &#8220;Karantina berhasil memeriksa dan mengeluarkan sertifikat phytosanitary untuk 160 kg jengkol dan 15 kg daun melinjo yang akan dikirim ke Jepang,&#8221; ujarnya, Sabtu (18/11/2023) Iswan Haryanto mengatakan proses pemeriksaan yang dilakukan oleh tim karantina melibatkan serangkaian uji kesehatan dan keamanan. Termasuk pengecekan mutu, kebersihan, dan pemenuhan standar phytosanitary yang berlaku. &#8220;Seluruh komoditas yang akan diekspor melalui Bandara Internasional Minangkabau ini telah diawasi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-ekspor-jengkol-dan-daun-melinjo/">Sumbar Ekspor Jengkol dan Daun Melinjo</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Karantina Padang telah sukses melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap komoditas jengkol dan daun melinjo yang akan diekspor ke Jepang.</p>



<p>Kepala Karantina Pertanian Kota Iswan Haryanto mengatakan serangkaian langkah ketat dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk pertanian.</p>



<p>&#8220;Karantina berhasil memeriksa dan mengeluarkan sertifikat phytosanitary untuk 160 kg jengkol dan 15 kg daun melinjo yang akan dikirim ke Jepang,&#8221; ujarnya, Sabtu (18/11/2023)</p>



<p>Iswan Haryanto mengatakan proses pemeriksaan yang dilakukan oleh tim karantina melibatkan serangkaian uji kesehatan dan keamanan.</p>



<p>Termasuk pengecekan mutu, kebersihan, dan pemenuhan standar phytosanitary yang berlaku.</p>



<p>&#8220;Seluruh komoditas yang akan diekspor melalui Bandara Internasional Minangkabau ini telah diawasi dengan ketat, memastikan bahwa hanya produk berkualitas tinggi yang diperbolehkan untuk meninggalkan negara,&#8221; tambahnya, dicuplik dari <em>InfoPublik Padang, </em>Minggu (19/11/2023).</p>



<p>Ia menambahkan setelah melalui serangkaian uji dan pemeriksaan, seluruh komoditas jengkol dan daun melinjo dinyatakan bebas dari hama dan penyakit serta memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.</p>



<p>&#8220;Hasil pemeriksaan yang memuaskan memungkinkan penerbitan sertifikat phyto sanitary yang diperlukan untuk ekspor,&#8221; kata Haryanto.</p>



<p>Ia menjelaskan sertifikat phytosanitary ini menjadi bukti bahwa produk tersebut telah melewati pemeriksaan ketat dan dapat dianggap aman serta sehat untuk dikonsumsi. Keberhasilan pemeriksaan ini juga mencerminkan komitmen Karantina Padang dalam mendukung pertumbuhan ekspor produk pertanian Indonesia ke pasar internasional. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-ekspor-jengkol-dan-daun-melinjo/">Sumbar Ekspor Jengkol dan Daun Melinjo</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Provinsi Penghasil Jengkol Terbesar di Indonesia, Ada Sumbar?</title>
		<link>https://langgam.id/10-provinsi-penghasil-jengkol-terbesar-di-indonesia-ada-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2023 11:38:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jengkol]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=188655</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jengkol merupakan bahan pangan yang banyak disukai dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Meski menghasilkan bau yang kurang sedap, jengkol memiliki banyak manfaat. Dikutip dari ppid.pertanian.go.id, bahwa selain menangkal radikal bebas dan melancarkan peredaran darah, jengkol bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Selain itu, bagi yang ingin menurunkan berat badan, kandungan jengkol juga berguna untuk membakar energi tubuh dan mengatasi lemak tubuh. Pada 2022 lalu, berdasarkan data BPS, total jumlah produksi jengkol di Indonesia mencapai 155.909 ton. Tidak semua provinsi yang menghasilkan atau memproduksi jengkol. Ada tujuh provinsi yang tidak menjadi penghasil jengkol. Yaitu, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/10-provinsi-penghasil-jengkol-terbesar-di-indonesia-ada-sumbar/">10 Provinsi Penghasil Jengkol Terbesar di Indonesia, Ada Sumbar?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Jengkol merupakan bahan pangan yang banyak disukai dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Meski menghasilkan bau yang kurang sedap, jengkol memiliki banyak manfaat.</p>



<p>Dikutip dari ppid.pertanian.go.id, bahwa selain menangkal radikal bebas dan melancarkan peredaran darah, jengkol bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. </p>



<p>Selain itu, bagi yang ingin menurunkan berat badan, kandungan jengkol juga berguna untuk membakar energi tubuh dan mengatasi lemak tubuh.</p>



<p>Pada 2022 lalu, berdasarkan data BPS, total jumlah produksi jengkol di Indonesia mencapai 155.909 ton. Tidak semua provinsi yang menghasilkan atau memproduksi jengkol. </p>



<p>Ada tujuh provinsi yang tidak menjadi penghasil jengkol. Yaitu, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. </p>



<p>Sementara provinsi lainnya, produksi jengkolnya mulai dari 1 ton hingga puluhan ribu ton. Berikut 10 provinsi penghasil jengkol terbesar di Indonesia tahun 2022:</p>



<p>1. Sumatra Barat : 22.263 ton</p>



<p>2. Jawa Barat : 19.854 ton</p>



<p>3. Jawa Tengah : 14.948 ton</p>



<p>4. Banten : 14. 074 ton</p>



<p>5. Lampung : 13.403 ton</p>



<p>6. Kalimantan Barat : 11.651 ton</p>



<p>7. Bengkulu : 9.308 ton</p>



<p>8. Sumatra Utara : 8.765 ton</p>



<p>9. Jambi : 7.553 ton</p>



<p>10. Aceh : 7.037 ton </p>



<p>Demikian ulasan mengenai 10 provinsi di Indonesia yang menjadi penghasil jengkol terbanyak di 2022 lalu. <strong>(yki)</strong> </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/10-provinsi-penghasil-jengkol-terbesar-di-indonesia-ada-sumbar/">10 Provinsi Penghasil Jengkol Terbesar di Indonesia, Ada Sumbar?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188655</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komoditas Jengkol dari Sumbar Tembus Pasar Ekspor Jepang</title>
		<link>https://langgam.id/komoditas-jengkol-dari-sumbar-tembus-pasar-ekspor-jepang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2021 00:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Jengkol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=91642</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jengkol dari berbagai wilayah di Sumatra Barat (Sumbar) menembus pasar Jepang. Sampai bulan Februari 2021, sebanyak 100 kilogram komoditas pangan itu telah diekspor ke negara tersebut. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang Iswan Haryanto mengatakan peluang komoditas pertanian asal Sumbar di pasar luar negeri terus terbuka. Setelah banyak komoditas pertanian Sumbar berhasil melenggang di pasar mancanegara, kini giliran jengkol Sumbar untuk pertama kalinya masuk pasar Jepang. &#8220;Jengkol atau  Archidendron pauciflorum adalah komoditas asal sub sektor hortikultura yang banyak ditanam petani di  Sumatra Barat,&#8221;katanya, saat melakukan monitoring tindakan karantina pertanian di gudang pemilik, Kamis (18/2/2021). Dengan dukungan Ditjen</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/komoditas-jengkol-dari-sumbar-tembus-pasar-ekspor-jepang/">Komoditas Jengkol dari Sumbar Tembus Pasar Ekspor Jepang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Jengkol dari berbagai wilayah di Sumatra Barat (<a href="https://www.sumbarprov.go.id/">Sumbar</a>) menembus pasar Jepang. Sampai bulan Februari 2021, sebanyak 100 kilogram komoditas pangan itu telah diekspor ke negara tersebut.</p>
<p dir="ltr">Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang Iswan Haryanto mengatakan peluang komoditas pertanian asal Sumbar di pasar luar negeri terus terbuka. Setelah banyak komoditas pertanian Sumbar berhasil melenggang di pasar mancanegara, kini giliran jengkol Sumbar untuk pertama kalinya masuk pasar Jepang.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jengkol atau  Archidendron pauciflorum adalah komoditas asal sub sektor hortikultura yang banyak ditanam petani di  Sumatra Barat,&#8221;katanya, saat melakukan monitoring tindakan karantina pertanian di gudang pemilik, Kamis (18/2/2021).</p>
<p dir="ltr">Dengan dukungan Ditjen Teknis Hortikultura dan Dinas Pertanian serta kerjasama pelaku usaha dan petani, budidaya tanaman ini mampu menghasilkan panen  dengan jumlah yang besar dengan kualitas yang baik.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Satu lagi komoditas pertanian baru unggulan Sumbar mampu menembus pasar ekspor,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, guna memenuhi aturan dan protokol ekspor negara tujuan, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina pertanian untuk memastikan keamanan dan kesehatan komoditas.</p>
<p dir="ltr">Sertifikat kesehatan karantina tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) diterbitkan sebagai jaminan produk telah memenuhi persyaratan negara tujuan.</p>
<p dir="ltr">Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST di wilayah kerjanya jengkol asal Sumbar belum pernah masuk pasar ekspor. Namun pada bulan kedua tahun 2021, tercatat sebanyak 100 kg jengkol tujuan Tokyo, Jepang telah melewati sertifikasi karantina pertanian.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Yang menarik, pelaku usaha atau eksportirnya masih berusia muda,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengapresiasi adanya ragam dan negara tujuan ekspor baru asal Sumbar. Ragam dan negara tujuan ekspor baru menjadi fokus untuk mencapai target Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ini adalah pesan Pak Mentan kepada Badan Karantina Pertanian selaku koordinator,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Gratieks sendiri adalah gerakan dengan skema peningkatan nilai ekspor pertanian yang terstruktur yang digagas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.</p>
<p dir="ltr">Dengan mengakomodir semua kepentingan para pelaku pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir, gerakan ini dirancang untuk menggerakan roda ekonomi nasional, mulai dari sisi produksi sampai proses pengolahan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Partisipasi masyarakat juga sangat diperlukan, khususnya dalam menjaga kelestarian produk pertanian kita agar selain subur juga laris dipasar dunia, seperti jengkol Sumbar,&#8221; ujarnya. <strong>(Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/komoditas-jengkol-dari-sumbar-tembus-pasar-ekspor-jepang/">Komoditas Jengkol dari Sumbar Tembus Pasar Ekspor Jepang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91642</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesisir Selatan Juara Penghasil Jengkol di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/pesisir-selatan-juara-penghasil-jengkol-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2019 08:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jengkol]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=1668</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah salah satu tanaman sayur yang paling digemari dalam peta kuliner Ranah Minang. Dalam olahan berbagai masakan Minang, jengkol bisa dibuat jadi gulai, kalio, rendang, goreng, bakar dan jadi campuran sambalado. Banyaknya variasi jengkol dalam masakan Minang tersebut, menandakan jengkol menjadi salah satu makanan favorit. Hal ini yang membuat Sumbar kemudian juga menjadi salah satu penghasil jengkol terbesar di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar yang dilansir pada Kamis (31/1/2019) menyebutkan, dalam setahun, 18 dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar menghasilkan lebih 8 ribu ton jengkol per tahun atau tepatnya 8.533 ton. Jumlah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesisir-selatan-juara-penghasil-jengkol-di-sumbar/">Pesisir Selatan Juara Penghasil Jengkol di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah salah satu tanaman sayur yang paling digemari dalam peta kuliner Ranah Minang. </p>



<p>Dalam olahan berbagai masakan Minang, jengkol bisa dibuat jadi gulai, kalio, rendang, goreng, bakar dan jadi campuran sambalado.</p>



<p>Banyaknya variasi jengkol dalam masakan Minang tersebut, menandakan jengkol menjadi salah satu makanan favorit. Hal ini yang membuat Sumbar kemudian juga menjadi salah satu penghasil jengkol terbesar di Indonesia. </p>



<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar yang dilansir pada Kamis (31/1/2019) menyebutkan, dalam setahun, 18 dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar menghasilkan lebih 8 ribu ton jengkol per tahun atau tepatnya 8.533 ton. Jumlah ini sekitar 13 persen dari total produksi nasional pada angka lebih dari 66 ribu ton .</p>



<p>Kabupaten terbanyak yang memproduksi jengkol berdasar data tahun 2017 itu adalah Pesisir Selatan, dengan banyak produksi 3264,9 ton atau hampir 40 persen dari total produksi Sumbar.</p>



<p>Selanjutnya adalah Kabupaten Padang Pariaman, sebanyak 1.847 ton, disusul Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 1.027,2 ton per tahun.</p>



<p>Produksi Kota Padang ternyata lumayan banyak dan berada di peringkat keempat dengan 422,6 ton. Baru kemudian disusul Kabupaten Solok 341,1 ton, KabUpaten Pasaman Barat 314,4 ton, Kabupaten Dharmasraya 292,4 ton per tahun.</p>



<p>Selanjutnya, Kab.Tanah Datar 174,5 ton, KabUpaten Agam 159,7 ton, Kabupaten Sijunjung 135,1 ton dan Kota Payakumbuh 105,7 ton per tahun.</p>



<p>Penghasil yang lebih kecil yakni Kabupaten Solok Selatan 96,6 ton, Kota Sawahlunto 92,4 ton, Kab.Pasaman 86, 4 ton, Kota Solok 73,9 ton, Kabupaten Kepulauan Mentawai 59,9 ton, Kota Pariaman 38,7 ton dan Padang Panjang 0,5 ton per tahun.</p>



<p>Bukittinggi menjadi satu-satunya daerah yang tidak menghasilkan komoditas holtikultura yang disebut dengan jariang dalam Bahasa Minang dan diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi jering (KBBI) tersebut. (HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesisir-selatan-juara-penghasil-jengkol-di-sumbar/">Pesisir Selatan Juara Penghasil Jengkol di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1668</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/55 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-04 14:58:42 by W3 Total Cache
-->