<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Gerhana Matahari Cincin di Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/gerhana-matahari-cincin-di-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/gerhana-matahari-cincin-di-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Jun 2020 23:57:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Gerhana Matahari Cincin di Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/gerhana-matahari-cincin-di-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Gubernur dan Ratusan Warga Salat Gerhana Matahari di Masjid Raya Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/gubernur-dan-ratusan-warga-salat-gerhana-matahari-di-masjid-raya-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 10:56:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=46637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ratusan masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) melaksanakan salat sunah kusuf atau salat gerhana matahari di Masjid Raya Sumbar, Minggu (21/6/2020). Salat yang juga dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno itu dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut Irwan, melangsungkan salat sunah gerhana dapat menambah keimanan. Adanya peristiwa alam ini, dapat lebih mendekati diri kepada Allah SWT. &#8220;Ini kita salat gerhana bersama jemaah di Masjid Raya. Tentu kita melakukan sunah nabi, untuk menambah keimanan kita akan ciptakan Allah SWT,&#8221; ujar Irwan kepada wartawan, Minggu (21/6/2020). Salat sunah gerhana dilangsungkan secara jamaah. Salat gerhana di Masjid Raya Sumbar diawali dengan istighosah dan diakhiri</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gubernur-dan-ratusan-warga-salat-gerhana-matahari-di-masjid-raya-sumbar/">Gubernur dan Ratusan Warga Salat Gerhana Matahari di Masjid Raya Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a></strong> &#8211; Ratusan masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) melaksanakan salat sunah kusuf atau salat gerhana matahari di Masjid Raya Sumbar, Minggu (21/6/2020). Salat yang juga dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno itu dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.</p>
<p>Menurut Irwan, melangsungkan salat sunah gerhana dapat menambah keimanan. Adanya peristiwa alam ini, dapat lebih mendekati diri kepada Allah SWT.</p>
<p>&#8220;Ini kita salat gerhana bersama jemaah di Masjid Raya. Tentu kita melakukan sunah nabi, untuk menambah keimanan kita akan ciptakan Allah SWT,&#8221; ujar Irwan kepada wartawan, Minggu (21/6/2020).</p>
<p>Salat sunah gerhana dilangsungkan secara jamaah. Salat gerhana di Masjid Raya Sumbar diawali dengan istighosah dan diakhiri dengan khutbah oleh Ketua Pimpinan Wilayah (DPW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Barat Duski Samad.</p>
<p>Jalannya salat gerhana mengikuti semua protokol kesehatan demi mengantisipasi <a href="https://corona.sumbarprov.go.id/">corona.</a> Tak sedikit para jemaah juga membawa sajadah sendiri dari rumah dan menggunakan masker.</p>
<p>Pantauan langgam.id, para jemaah sebelum masuk ke Masjid Raya Sumbar juga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Para petugas keamanan juga menyarankan jemaah untuk mencuci tangan di lokasi gerbang masuk yang telah disediakan.</p>
<p>Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar Hendri, salat gerhana tersebut serentak dilakukan di masjid di Sumbar. Hal ini sebagai bentuk keyakinan kepada Allah SWT dan mengikuti sunah Rasulullah.</p>
<p>&#8220;Hari ini serentak di masjid. Ini dalam bentuk adalah keyakinan kita kepada Allah dan mengikuti sunah Rasulullah. Salat dua rakaat, diikuti khotbah gerhana,&#8221; katanya.</p>
<p>Hendri mengungkapkan, gerhana matahari tidak terlihat begitu jelas dalam pengamatan yang dilakukan. Sebab, kondisi cuaca di Sumbar yang mendung dan ditutupi awan.</p>
<p>&#8220;Kita melihat hanya 9,95 persen. Terlalu kecil dan tidak terlalu gelap. Tadi awalnya 14.03 WIB, kemudian puncaknya tadi 14.47 WIB, berakhir 15.37 WIB,&#8221; jelasnya. <strong>(Irwanda/ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gubernur-dan-ratusan-warga-salat-gerhana-matahari-di-masjid-raya-sumbar/">Gubernur dan Ratusan Warga Salat Gerhana Matahari di Masjid Raya Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46637</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gerhana Matahari Cincin 21 Juni Berpotensi Timbulkan Abrasi</title>
		<link>https://langgam.id/gerhana-matahari-cincin-21-juni-berpotensi-timbulkan-abrasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 08:51:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Abrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=46587</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada 21 Juni 2020 berpotensi timbulkan abrasi dan banjir rob. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur menjelaskan, perlu diwaspadai dampak kalender astronomi tanggal 21 Juni 2020 yang merupakan bulan penuh. Pasalnya, berdasarkan informasi pasang dari dishidros bernilai 1,3-1,4 meter pada tanggal 20-22 Juni 2020 pukul 06.00-09.00 WIB. Sementara informasi gelombang laut di pesisir pantai Sumatra Barat maksimum 1,5 meter ( kategori sedang ). Baca Juga: Video Live Streaming Gerhana Matahari Cincin di Sumbar Kondisi Angin di pesisir pantai relatif normal 2- 10 knots. Maka itu, ungkap prakirawan BMKG Maritim Teluk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerhana-matahari-cincin-21-juni-berpotensi-timbulkan-abrasi/">Gerhana Matahari Cincin 21 Juni Berpotensi Timbulkan Abrasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada 21 Juni 2020 berpotensi timbulkan abrasi dan banjir rob.</p>
<p>Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur menjelaskan, perlu diwaspadai dampak kalender astronomi tanggal 21 Juni 2020 yang merupakan bulan penuh.</p>
<p>Pasalnya, berdasarkan informasi pasang dari dishidros bernilai 1,3-1,4 meter pada tanggal 20-22 Juni 2020 pukul 06.00-09.00 WIB. Sementara informasi gelombang laut di pesisir pantai Sumatra Barat maksimum 1,5 meter ( kategori sedang ).</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/video-live-streaming-gerhana-matahari-cincin-dari-bmkg-padang-panjang/">Video Live Streaming Gerhana Matahari Cincin di Sumbar</a></strong></p>
<p>Kondisi Angin di pesisir pantai relatif normal 2- 10 knots.</p>
<p>Maka itu, ungkap prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur, perlu diwaspadai potensi hempasan gelombang laut ( ombak ) ke daratan dapat menimbulkan abrasi. Lalu potensi banjir rob.</p>
<p>&#8220;Masyarakat yang beraktifitas di pinggir pantai agar lebih berhati-hati. Masyarakat untuk tidak berenang dipinggir pantai,&#8221; imbau BMKG. <strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerhana-matahari-cincin-21-juni-berpotensi-timbulkan-abrasi/">Gerhana Matahari Cincin 21 Juni Berpotensi Timbulkan Abrasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46587</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Video Live Streaming Gerhana Matahari Cincin dari BMKG Padang Panjang</title>
		<link>https://langgam.id/video-live-streaming-gerhana-matahari-cincin-dari-bmkg-padang-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 02:39:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=46541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Gerhana matahari cincin akan terjadi di Sumatra Barat Minggu (21/06/2020). Fenomena ini akan terlihat berupa gerhana sebagian. Baca juga: Jadwal Lengkap Puncak Gerhana Matahari Cincin di Sumbar Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Padang Panjang akan melakukan pengamatan gerhana tersebut di halaman kantor yang akan dimulai pada pukul 12.00 WIB. &#8220;Masyarakat bisa melihat secara live streaming pengamatan dari BMKG di seluruh Indonesia. Termasuk dari BMKG Padang Panjang,&#8221;ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri kepada langgam.id Sabtu (20/06/2020). Mamuri mengimbau jangan melihat gerhana dengan mata telanjang. Masyarakat bisa menyaksikan fenomena ini secara langsung, namun harus menggunakan kacamata pelindung</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/video-live-streaming-gerhana-matahari-cincin-dari-bmkg-padang-panjang/">Video Live Streaming Gerhana Matahari Cincin dari BMKG Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id-</strong> </a>Gerhana matahari cincin akan terjadi di Sumatra Barat Minggu (21/06/2020). Fenomena ini akan terlihat berupa gerhana sebagian.</p>
<p><a href="https://langgam.id/jadwal-lengkap-puncak-gerhana-matahari-cincin-di-sumbar/"><strong>Baca juga: Jadwal Lengkap Puncak Gerhana Matahari Cincin di Sumbar</strong></a></p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Padang Panjang akan melakukan pengamatan gerhana tersebut di halaman kantor yang akan dimulai pada pukul 12.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Masyarakat bisa melihat secara live streaming pengamatan dari BMKG di seluruh Indonesia. Termasuk dari BMKG Padang Panjang,&#8221;ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri kepada langgam.id Sabtu (20/06/2020).</p>
<p>Mamuri mengimbau jangan melihat gerhana dengan mata telanjang. Masyarakat bisa menyaksikan fenomena ini secara langsung, namun harus menggunakan kacamata pelindung mata.</p>
<p><a href="https://langgam.id/gerhana-matahari-di-sumbar-besok-bmkg-jangan-lihat-dengan-mata-telanjang/"><strong>Baca juga: Gerhana Matahari di Sumbar Besok, BMKG: Jangan Lihat dengan Mata Telanjang</strong></a></p>
<p>Kata dia, gerhana di Sumbar akan dimulai pada pukul 14.03 WIB. Puncak gerhana pada pukul 14.54 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.37 WIB.</p>
<p>&#8220;Durasi gerhana yang teramati di Sumbar rata-rata adalah 1,37 menit,&#8221; ujarnya.</p>
<p><a href="https://langgam.id/kisah-gerhana-matahari-1901-saat-ranah-minang-diserbu-astronom-dunia/"><strong>Baca juga: Kisah Gerhana Matahari 1901, Saat Ranah Minang Diserbu Astronom Dunia</strong></a></p>
<p>Gerhana matahari merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semua cahaya tersebut sampai ke bumi.</p>
<p>Kata dia, gerhana matahari cincin yang teramati dari Sumbar berupa gerhana matahari sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,031 di Tua Pejat hingga 0,099 di Lubuk Sikaping.</p>
<p>Berikut video live streaming pengamatan gerhana matahari cincin dari BMKG Padang Panjang dan LAPAN Agam</p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/d6Sb5cp_8WM" width="100%" height="220" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/jkh2EaUTM08" width="100%" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/video-live-streaming-gerhana-matahari-cincin-dari-bmkg-padang-panjang/">Video Live Streaming Gerhana Matahari Cincin dari BMKG Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46541</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gerhana Matahari di Sumbar Besok, BMKG: Jangan Lihat dengan Mata Telanjang</title>
		<link>https://langgam.id/gerhana-matahari-di-sumbar-besok-bmkg-jangan-lihat-dengan-mata-telanjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2020 15:02:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=46500</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Gerhana matahari cincin sebagian akan terlihat di Sumatra Barat Minggu (21/06/2020). BMKG mengimbau jangan melihat gerhana dengan mata telanjang. Baca juga: Jadwal Lengkap Puncak Gerhana Matahari Cincin di Sumbar &#8220;Masyarakat bisa menyaksikan fenomena ini secara langsung, namun harus menggunakan kacamata pelindung mata,&#8221; ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri kepada langgam.id Sabtu (20/06/2020). Selain menggunakan kacamata pelindung, gerhana matahari juga bisa dilihat dengan teropong yang menggunaka filter. Baca juga: Kisah Gerhana Matahari 1901, Saat Ranah Minang Diserbu Astronom Dunia Mamuri mengatakan, BMKG Padang Panjang akan melakukan pengamatan gerhana tersebut di halaman kantor yang akan dimulai pada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerhana-matahari-di-sumbar-besok-bmkg-jangan-lihat-dengan-mata-telanjang/">Gerhana Matahari di Sumbar Besok, BMKG: Jangan Lihat dengan Mata Telanjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id-</strong> </a>Gerhana matahari cincin sebagian akan terlihat di Sumatra Barat Minggu (21/06/2020). <a href="https://www.bmkg.go.id/">BMKG</a> mengimbau jangan melihat gerhana dengan mata telanjang.</p>
<p><a href="https://langgam.id/jadwal-lengkap-puncak-gerhana-matahari-cincin-di-sumbar/"><strong>Baca juga: Jadwal Lengkap Puncak Gerhana Matahari Cincin di Sumbar</strong></a></p>
<p>&#8220;Masyarakat bisa menyaksikan fenomena ini secara langsung, namun harus menggunakan kacamata pelindung mata,&#8221; ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri kepada langgam.id Sabtu (20/06/2020).</p>
<p>Selain menggunakan kacamata pelindung, gerhana matahari juga bisa dilihat dengan teropong yang menggunaka filter.</p>
<p><a href="https://langgam.id/kisah-gerhana-matahari-1901-saat-ranah-minang-diserbu-astronom-dunia/"><strong>Baca juga: Kisah Gerhana Matahari 1901, Saat Ranah Minang Diserbu Astronom Dunia</strong></a></p>
<p>Mamuri mengatakan, BMKG Padang Panjang akan melakukan pengamatan gerhana tersebut di halaman kantor yang akan dimulai pada pukul 12.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Secara umum, gerhana di Sumbar akan dimulai pada pukul 14.03 WIB. Puncak gerhana pada pukul 14.54 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.37 WIB,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menyebutkan, gerhana matahari merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semua cahaya tersebut sampai ke bumi.</p>
<p>Durasi gerhana yang teramati di Sumbar rata-rata adalah 1,37 menit. Gerhana matahari cincin ini terlihat sebagai gerhana sebagian.</p>
<p>Gerhana matahari cincin yang teramati dari Sumbar berupa gerhana matahari sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,031 di Tua Pejat hingga 0,099 di Lubuk Sikaping.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan peta visibilitas, gerhana matahari ini bisa dilihat di semua daerah Sumbar,&#8221; ujarnya. <strong>(SRP)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerhana-matahari-di-sumbar-besok-bmkg-jangan-lihat-dengan-mata-telanjang/">Gerhana Matahari di Sumbar Besok, BMKG: Jangan Lihat dengan Mata Telanjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadwal Lengkap Puncak Gerhana Matahari Cincin di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/jadwal-lengkap-puncak-gerhana-matahari-cincin-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2020 11:58:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=46487</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumatra Barat memprediksi puncak gerhana matahari cincin di Sumbar terjadi pada pukul 14.54 WIB Minggu (21/06/2020). Baca juga: Semua Daerah di Sumbar Bisa Amati Gerhana Matahari Sebagian 21 Juni 2020 &#8220;Secara umum, gerhana di Sumbar akan dimulai pada pukul 14.03 WIB. Puncak gerhana pada pukul 14.54 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.37 WIB,&#8221; ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri kepada langgam.id Sabtu (20/06/2020). Ia mengatakan, durasi gerhana yang teramati di Sumbar rata-rata adalah 1,37 menit. Gerhana ini terlihat sebagai gerhana sebagian. Baca juga: Kisah Gerhana</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jadwal-lengkap-puncak-gerhana-matahari-cincin-di-sumbar/">Jadwal Lengkap Puncak Gerhana Matahari Cincin di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id-</strong> </a>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika <a href="https://www.bmkg.go.id/">(BMKG)</a> Padang Panjang, Sumatra Barat memprediksi puncak gerhana matahari cincin di Sumbar terjadi pada pukul 14.54 WIB Minggu (21/06/2020).</p>
<p><a href="https://langgam.id/semua-daerah-di-sumbar-bisa-amati-gerhana-matahari-sebagian-21-juni-2020/"><strong>Baca juga: Semua Daerah di Sumbar Bisa Amati Gerhana Matahari Sebagian 21 Juni 2020</strong></a></p>
<p>&#8220;Secara umum, gerhana di Sumbar akan dimulai pada pukul 14.03 WIB. Puncak gerhana pada pukul 14.54 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.37 WIB,&#8221; ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri kepada langgam.id Sabtu (20/06/2020).</p>
<p>Ia mengatakan, durasi gerhana yang teramati di Sumbar rata-rata adalah 1,37 menit. Gerhana ini terlihat sebagai gerhana sebagian.</p>
<p><a href="https://langgam.id/kisah-gerhana-matahari-1901-saat-ranah-minang-diserbu-astronom-dunia/"><strong>Baca juga: Kisah Gerhana Matahari 1901, Saat Ranah Minang Diserbu Astronom Dunia</strong></a></p>
<p>Kata Mamuri, gerhana matahari cincin yang teramati dari Sumbar berupa gerhana matahari sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,031 di Tua Pejat hingga 0,099 di Lubuk Sikaping.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan peta visibilitas, gerhana matahari bisa dilihat di semua daerah Sumbar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>BMKG Padang Panjang akan melakukan pengamatan gerhana tersebut di halaman kantor yang akan dimulai pada pukul 12.00 WIB.</p>
<p><strong>Berikut jadwal lengkap puncak gerhana matahari cincin di Sumbar pada 21 Juni 2020.</strong></p>
<ol>
<li>Padang: 14.53 WIB</li>
<li>Tua Pejat: 14.51 WIB</li>
<li>Simpang Ampek: 14.52 WIB</li>
<li>Lubuk Basung: 14.52 WIB</li>
<li>Pariaman: 14.53 WIB</li>
<li>Lubuk Sikaping: 14.53 WIB</li>
<li>Parit Malintang: 14.53 WIB</li>
<li>Bukittinggi: 14.53 WIB</li>
<li>Padang Panjang: 14.53 WIB</li>
<li>Painan: 14.54 WIB</li>
<li>Payakumbuh: 14.54 WIB</li>
<li>Arosuka: 14.54 WIB</li>
<li>Batusangkar: 14.54 WIB</li>
<li>Solok: 14.54 WIB</li>
<li>Sarilamak: 14.54 WIB</li>
<li>Sawahlunto: 14.55 WIB</li>
<li>Sijunjung: 14.55 WIB</li>
<li>Padang Aro: 14.56 WIB</li>
<li>Sungai Dareh: 14.57 WIB</li>
</ol>
<p><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-46488 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/06/Jadwal-Gerhana-Matahari-di-Sumbar.jpg?resize=1000%2C536&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="1000" height="536" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/06/Jadwal-Gerhana-Matahari-di-Sumbar.jpg?w=1000&amp;ssl=1 1000w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/06/Jadwal-Gerhana-Matahari-di-Sumbar.jpg?resize=300%2C161&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/06/Jadwal-Gerhana-Matahari-di-Sumbar.jpg?resize=768%2C412&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/06/Jadwal-Gerhana-Matahari-di-Sumbar.jpg?resize=750%2C402&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Mamuri mengatakan, gerhana matahari merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan. Sehingga tidak semua cahaya tersebut sampai ke bumi. <strong>(SRP)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jadwal-lengkap-puncak-gerhana-matahari-cincin-di-sumbar/">Jadwal Lengkap Puncak Gerhana Matahari Cincin di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46487</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semua Daerah di Sumbar Bisa Amati Gerhana Matahari Sebagian 21 Juni 2020</title>
		<link>https://langgam.id/semua-daerah-di-sumbar-bisa-amati-gerhana-matahari-sebagian-21-juni-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2020 06:23:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=46414</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Gerhana matahari cincin akan terjadi pada Minggu (21/06/2020). Semua daerah di Sumatra Barat bisa menyaksikan berupa gerhana matahari sebagian. Baca juga: Kisah Gerhana Matahari 1901, Saat Ranah Minang Diserbu Astronom Dunia &#8220;Gerhana matahari cincin ini terlihat sebagai gerhana sebagian,&#8221; ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri kepada langgam.id Sabtu (20/06/2020). Ia mengatakan, gerhana matahari cincin yang teramati dari Sumbar berupa gerhana matahari sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,031 di Tua Pejat hingga 0,099 di Lubuk Sikaping. BMKG Padang Panjang memperkirakan, gerhana matahari cincin ini terjadi 14.03 WIB dan dan berakhir pada pukul 15.37 WIB. &#8220;Puncak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/semua-daerah-di-sumbar-bisa-amati-gerhana-matahari-sebagian-21-juni-2020/">Semua Daerah di Sumbar Bisa Amati Gerhana Matahari Sebagian 21 Juni 2020</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id-</strong></a> Gerhana matahari cincin akan terjadi pada Minggu (21/06/2020). Semua daerah di Sumatra Barat bisa menyaksikan berupa gerhana matahari sebagian.</p>
<p><a href="https://langgam.id/kisah-gerhana-matahari-1901-saat-ranah-minang-diserbu-astronom-dunia/"><strong>Baca juga: Kisah Gerhana Matahari 1901, Saat Ranah Minang Diserbu Astronom Dunia</strong></a></p>
<p>&#8220;Gerhana matahari cincin ini terlihat sebagai gerhana sebagian,&#8221; ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri kepada langgam.id Sabtu (20/06/2020).</p>
<p>Ia mengatakan, gerhana matahari cincin yang teramati dari Sumbar berupa gerhana matahari sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,031 di Tua Pejat hingga 0,099 di Lubuk Sikaping.</p>
<p><a href="https://www.bmkg.go.id/">BMKG</a> Padang Panjang memperkirakan, gerhana matahari cincin ini terjadi 14.03 WIB dan dan berakhir pada pukul 15.37 WIB.</p>
<p>&#8220;Puncak gerhana terjadi pada pukul 14.54 WIB. Durasi gerhana matahari teramati Sumbar rata-rata 1,37 menit,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mamuri mengatakan, berdasarkan peta visibilitas, gerhana matahari cincin bisa dilihat di semua daerah di Sumbar. Sedangkan di Lampung dan Jawa hanya sebagian yang bisa melihatnya.</p>
<p>Kata dia, gerhana matahari merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semua cahaya tersebut sampai ke bumi.</p>
<p>&#8220;Kami BMKG Padang Panjang akan melakukan pengamatan gerhana tersebut di halaman kantor yang akan dimulai pada pukul 12.00 WIB,&#8221; ujarnya. <strong>(SRP)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/semua-daerah-di-sumbar-bisa-amati-gerhana-matahari-sebagian-21-juni-2020/">Semua Daerah di Sumbar Bisa Amati Gerhana Matahari Sebagian 21 Juni 2020</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46414</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Warga Solok Salat Khusuf Saat Gerhana Matahari</title>
		<link>https://langgam.id/ribuan-warga-solok-salat-khusuf-saat-gerhana-matahari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 15:35:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=21790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ribuan masyarakat Kota Solok melaksanakan salat sunnah khusuf saat terjadinya fenomena gerhana matahari cincin sebagian yang melewati daerah Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (25/6/2019). Salat sunnah gerhana ini berlangsung di Masjid Agung Al-Muhsinin, Kota Solok yang dipimpin imam masji, Edrawardi. Selain orang dewasa, salat khusuf juga diikuti anak-anak. Ustaz Ahmad Dahlan dalam khotbahnya mengatakan, fenomena gerhana matahari merupakan bagian dari bukti dan tanda-tanda kebesaran Allah SWT. &#8220;Nabi Muhammad SAW saat terjadi gerhana di masa beliau, beliau langsung mengajak kaum muslimin untuk salat sunnah berjamaah,&#8221; katanya. Saking pentingnya salat sunnah saat terjadinya gerhana matahari, jumhur ulama sepakat bahwa salat khusuf</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ribuan-warga-solok-salat-khusuf-saat-gerhana-matahari/">Ribuan Warga Solok Salat Khusuf Saat Gerhana Matahari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a> &#8211; Ribuan masyarakat Kota Solok melaksanakan salat sunnah khusuf saat terjadinya fenomena gerhana matahari cincin sebagian yang melewati daerah<span style="color: #000000;"> <a style="color: #000000;" href="http://www.sumbarprov.go.id/">Sumatra Barat</a> </span>(Sumbar), Kamis (25/6/2019).</p>
<p>Salat sunnah gerhana ini berlangsung di Masjid Agung Al-Muhsinin, Kota Solok yang dipimpin imam masji, Edrawardi. Selain orang dewasa, salat khusuf juga diikuti anak-anak.</p>
<p>Ustaz Ahmad Dahlan dalam khotbahnya mengatakan, fenomena gerhana matahari merupakan bagian dari bukti dan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.</p>
<p>&#8220;Nabi Muhammad SAW saat terjadi gerhana di masa beliau, beliau langsung mengajak kaum muslimin untuk salat sunnah berjamaah,&#8221; katanya.</p>
<p>Saking pentingnya salat sunnah saat terjadinya gerhana matahari, jumhur ulama sepakat bahwa salat khusuf hukumnya sunat muakad atau sangat dianjurkan. <span style="color: #ffffff;">Gerhana matahari solok</span></p>
<p>&#8220;Gerhana matahari bukan hal biasa atau sepele, tapi bagian dari tanda kekuasaan Allah. Perbanyak istighfar dan zikir, perbanyak ibadah dan perbanyak sedekah,&#8221; katanya.</p>
<p>Peristiwa Gerhana Matahari Cincin sebagian terjadi sekitar pukul 12.14 Wib. Gerhana ini terjadi ketika matahari, bulan dan bumi tepat berada di satu garis. <strong>(*/Rahmadi/ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ribuan-warga-solok-salat-khusuf-saat-gerhana-matahari/">Ribuan Warga Solok Salat Khusuf Saat Gerhana Matahari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21790</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Gerhana Matahari 1901, Saat Ranah Minang Diserbu Astronom Dunia</title>
		<link>https://langgam.id/kisah-gerhana-matahari-1901-saat-ranah-minang-diserbu-astronom-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 14:20:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=21809</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Meski gerhana matahari cincin, Kamis (26/12), tidak memamerkan kemolekan sempurna di langit Padang (baca Sumatra Barat), tapi kibasan gelap sesaatnya bisa dikatakan berdaya magis, bukti kekusaan Yang Maha Kuasa. Gerhana matahari cincin merupakan fenomena alamiah di jagat raya. Terjadi tatkala bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh matahari, sehingga matahari tampak sebagai &#8220;cincin&#8221; cahaya di sekeliling bulan. Disaat gerhana matahari berlangsung, kerucut bayangan bulan (umbra dan penumbra) akan jatuh ke sebagian permukaan bumi. Pelan-pelan, seluruh piringan matahari tertutup oleh bayangan bulan, hal yang kemudian disebut gerhana matahari total. Sementara pengamat di wilayah penumbra, hanya bisa melihat piringan matahari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kisah-gerhana-matahari-1901-saat-ranah-minang-diserbu-astronom-dunia/">Kisah Gerhana Matahari 1901, Saat Ranah Minang Diserbu Astronom Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a> &#8211; Meski gerhana matahari cincin, Kamis (26/12), tidak memamerkan kemolekan sempurna di langit Padang (baca Sumatra Barat), tapi kibasan gelap sesaatnya bisa dikatakan berdaya magis, bukti kekusaan Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Gerhana matahari cincin merupakan fenomena alamiah di jagat raya. Terjadi tatkala bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh matahari, sehingga matahari tampak sebagai &#8220;cincin&#8221; cahaya di sekeliling bulan.</p>
<p>Disaat gerhana matahari berlangsung, kerucut bayangan bulan (umbra dan penumbra) akan jatuh ke sebagian permukaan bumi. Pelan-pelan, seluruh piringan matahari tertutup oleh bayangan bulan, hal yang kemudian disebut gerhana matahari total.</p>
<p>Sementara pengamat di wilayah penumbra, hanya bisa melihat piringan matahari tertutup sebagian oleh bulan. Kondisi di area penumbra ini disebut dengan gerhana matahari sebagian.</p>
<p>Pada 26 Desember 2019, sebagaimana data yang dilansir dari <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://www.lapan.go.id/">Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional</a> </span>(LAPAN), gerhana matahari cincin sempurna terlihat di sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra.</p>
<p>Fenomena gerhana matahari cincin atau pun gerhana bulan lainnya adalah siklus alam. Ia terjadi berulang-ulang. Pola dan gesturenya sama. Yang membedakan hanya cara pandang dari mereka yang awam soal ketatasuryaan dan orang-orang yang bergiat di bidang itu (astronom).</p>
<p>Gerhana bulan bagi ilmuwan astronomi atau astronom, adalah fenomena yang terukur. Bisa ditebak kapan waktunya, bahkan posisi lintasannya.</p>
<p>Lebih seabad yang lalu, taksiran serupa juga telah ditunjukkan oleh para astronom. Awal abad 20, atau persisnya 18 Mei 1901, para astronom jauh-jauh hari telah tahu, dan telah memetakan wilayah perlintasannya.</p>
<p>Kepiawaian astronom menebak laku alam seperti gerhana tentunya bukan lantaran mereka ahli nujum, melainkan belajar, lalu paham dengan ilmu astronomi.</p>
<p>Sesungguhnya semua itu rasional. Dan bisa dipelajari.<br />
Narasi tentang tata surya di jagat raya mungkin terlalu ‘tinggi ilmunya’ untuk dipahami orang awam. Apalagi di masa lalu, kala ilmu yang dipahami ya alam takambang jadi guru.</p>
<p>Kembali ke cerita gerhana di awal abad ke-20, masa itu yang terjadi adalah gerhana matahari total. Padang dan Mentawai menjadi salah satu jalur yang dilewati GMT.</p>
<p>Berdasarkan catatan National Aeronautics and Space Administration (NASA), total durasi gerhana matahari saat itu, 6 menit 27 detik. Magnitudonya mencapai 1.034.</p>
<p>Selain Padang, gerhana matahari total ini juga terlihat di Bukittinggi, Sawahlunto, dan beberapa daerah lain di Sumatra. Untuk Indonesia, gerhana matahari total juga melintasi Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku. Gerhana matahari total juga melewati Mauritanius, Papua Nugini.</p>
<p>Oleh sebagian astronom, Padang menjadi salah satu tujuan utama untuk pengamatan dan penelitian.</p>
<p>James W. Gould dalam buku Americans in Sumatra menyebutkan, pemilihan Hindia Belanda utamanya pulau Sumatra, karena aksesnya mudah dan dirasa lebih aman.</p>
<p>Alkisah, astronom Charles Dillon Perrine serta staffnya R.H Curtiss yang bekerja di Lick Observatory, University of California, pemimpin ekspedisi gerhana dari lembaga tersebut, memilih Padang sebagai tempat pengamatan dan penelitian.</p>
<p>Perrine dan Curtiss bertolak dengan kapal dari San Fransisco pada tanggal 19 Februari 1901. Selama 45 hari mengarungi samudera dengan persinggahan di Honululu, Jepang, Hongkong, Singapura, Batavia, mereka akhirnya sampai di Pelabuhan Teluk Bayur (Emmahaven) tanggal 5 April.</p>
<p>Sejenak mereka berkeliling kota untuk melihat lokasi yang pas. Gelanggang pacuan kuda di pinggir kota, sekitar Tunggul Hitam sekarang, mereka pilih sebagai tempat pengamatan.</p>
<p>“Tempat pengamatan dibangun oleh tukang dengan konstruksi bambu dan atap ijuk. Bangunan itu dilengkapi gudang penampungan barang dan pagar,” cerita Perrine dalam The Popular Science Monthly yang terbit bulan Agustus 1905.</p>
<p>Mereka juga menyewa penduduk setempat untuk menjadi penjaga bangunan yang menyerupai perkemahan tersebut.</p>
<p>Perrine punya waktu sekitar enam minggu untuk persiapan sebelum gerhana matahari total pancar pada 18 Mei. Selama itu pula, ia berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat sekitar, lalu mempersiapkan alat penunjang pengamatan seperti kamera dan teleskop.</p>
<p>Dari interaksi dengan penduduk sekitar, terungkap kisah-kisah nan menggelitik. Masyarakat setempat memberi tahu Perrine, kalau lokasi camp itu angker.</p>
<p>Aura ketakutan dari sang penjaga di hari pertama, semakin menguatkan cerita penduduk lokal soal tempat itu.</p>
<p>“Setelah menanyainya, diberitahu bahwa pacuan kuda itu angker. Bahwa tidak penduduk asli yang berani tinggal sendirian, karena sering mendengar suara-suara aneh di tengah malam,” kisah Perrine.</p>
<p>Namun Perrine dan Curtiss tak lantas percaya. Bersama dengan sang penjaga, hari-hari mereka pun lebih banyak disana.</p>
<p>“Enam minggu sebelum gerhana kami sangat sibuk. Ada sepuluh teleskop<br />
yang dipasang dan disesuaikan dengan pas. Pengamatan waktu sering dibuat, sembari melakukan percobaan untuk menentukan metode terbaik untuk mendokumentasikan gerhana dengan fotografi,” jelasnya.</p>
<p>Sementara masyarakat pribumi, dikatakan Perrine, awalnya merasa terganggu. Mereka berpikir sebagai orang asing, dengan ras hampir sama dengan Belanda, dianggap sebagai mata-mata.</p>
<p>Lambat laun, keberadaan mereka diterima dengan tangan terbuka. Apalagi, bukan hanya Perrine dan Curtiss, para astronom asing pun semakin ramai menjejali Padang.</p>
<p>Menurut Perrine, kehadiran banyak astronom berdampak pada sambutan masyarakat. Kecurigaan tidak lagi terpapar. Bahkan, masyarakat pun sudah paham, bahwa orang-orang tersebut sedang mengamati gerhana matahari yang muncul sempurna di Padang.</p>
<p>Menariknya, masyarakat juga semakin liar menginterpretasikan keberadaan para peneliti tersebut. Para peneliti, karena membawa serta ‘benda yang baru mereka lihat, dan digunakan untuk pemantauan, dianggap pandai meramal.</p>
<p>&#8220;Jika kami bisa meramal peristiwa seperti kejadian saat gerhana nanti, kita akan dikultus manusia setengah dewa,&#8221; ujar Perrine.</p>
<p>Perrine menyebutkan, para astronom yang ada di Padang coba menjelaskan secara ilmiah atas pertanyaan-pertanyaan seputar gerhana yang terus mengalir dari warga setempat.</p>
<p>Seloroh astronom seperti mengatakan, komet besar muncul sesaat sebelum gerhana, sontak membuat iman penduduk guncang.</p>
<p>“Mereka membayangkan kejadian yang mengerikan seperti kiamat,” kata Perrine.</p>
<p>Rumor pun kemudian berkembang, kamp mereka akan dihancurkan, lantaran katakutan-ketakutan dan hal yang bersifat irasional.</p>
<p>&#8220;Aku tidak tahu bahwa ada bahaya nyata, tetapi kepolisian waspada hingga gerhana itu selesai,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Singkat cerita, hari yang ditunggu pun tiba. Berbalutkan sedikit awan, gerhana matahari total tampak di langit Padang.</p>
<p>Perrine dan kawan-kawan cukup terpuaskan. Sementara bagi penduduk lokal, ihwal pengalaman baru; melihat fenomena alam dan literasi ilmu astronomi dari para astronom. <strong>(OSH)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kisah-gerhana-matahari-1901-saat-ranah-minang-diserbu-astronom-dunia/">Kisah Gerhana Matahari 1901, Saat Ranah Minang Diserbu Astronom Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21809</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gerhana Matahari Cincin Tak Picu Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG</title>
		<link>https://langgam.id/gerhana-matahari-cincin-tak-picu-gempa-bumi-ini-penjelasan-bmkg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 13:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=21786</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gerhana Matahari cincin yang melewati sejumlah daerah di Indonesia dapat memberikan perubahan terhadap gravitasi bumi. Hal ini juga dapat mempengaruhi pasang naik dan pasang surut air laut. Kepala BMKG Stasiun Padangpanjang, Irwan Slamet, mengatakan gerhana matahari adalah pertanda perubahan bulan hijriah. Selain itu juga ada akumulasi energi yang disebabkan adanya perubahan gravitasi. &#8220;Otomatis jadi mempengaruhi pasang naik dan pasang surut, jadi karena ada matahari dan bulan maka akumulasinya bertambah, sehingga pasang naik bertambah,&#8221; kata Irwan Slamet ketika mengamati gerhana matahari cincin di Masjid Raya Sumbar, Kamis (26/12/2019). Kondisi itu terjadi ketika gerhana sedang berlangsung. Namun saat gerhana mulai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerhana-matahari-cincin-tak-picu-gempa-bumi-ini-penjelasan-bmkg/">Gerhana Matahari Cincin Tak Picu Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a> &#8211; Gerhana Matahari cincin yang melewati sejumlah daerah di Indonesia dapat memberikan perubahan terhadap gravitasi bumi. Hal ini juga dapat mempengaruhi pasang naik dan pasang surut air laut.</p>
<p>Kepala BMKG Stasiun Padangpanjang, Irwan Slamet, mengatakan gerhana matahari adalah pertanda perubahan bulan hijriah. Selain itu juga ada akumulasi energi yang disebabkan adanya perubahan gravitasi.</p>
<p>&#8220;Otomatis jadi mempengaruhi pasang naik dan pasang surut, jadi karena ada matahari dan bulan maka akumulasinya bertambah, sehingga pasang naik bertambah,&#8221; kata Irwan Slamet ketika mengamati gerhana matahari cincin di Masjid Raya Sumbar, Kamis (26/12/2019).</p>
<p>Kondisi itu terjadi ketika gerhana sedang berlangsung. Namun saat gerhana mulai menghilang, maka kekuatan gravitasinya pun akan menurun.</p>
<p>Menurutnya, nelayan atau masyarakat yang tinggal di pesisir pantai biasanya sudah memahami hal tersebut. Seperti saat bulan purnama, maka pasang akan naik hingga air laut bisa membentuk banjir rob.</p>
<p>&#8220;Jika pasang naik tidak memiliki drainase bagus, tapi kalau bagus tidak masalah, dia cuman naik lalu turun lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Gerhana tidak ada memberikan dampak ekstrem bagi alam. Termasuk sejumlah masyarakat yang berpikir bahwa gerhana dapat mengakibatkan gempa bumi ia juga membantah.</p>
<p>&#8220;Kita aktifkan semua alat-alat seperti seismograf, sampai sekarang secara saintis belum ada hubungannya gerhana menyebabkan gempa, kita juga operasikan seluruh peralatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Termasuk adanya yang menyebutkan gerhana bisa mengakibatkan badai mangetik, hal itu juga dianggap salah. Jika itu benar, maka seharusnya alat komunikasi akan terpengaruh.</p>
<p>&#8220;HP kita kan aman-aman saja, belum ada bukti, hanya isu saja,&#8221; katanya. <strong>(Rahmadi/ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerhana-matahari-cincin-tak-picu-gempa-bumi-ini-penjelasan-bmkg/">Gerhana Matahari Cincin Tak Picu Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21786</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jangan Gembira, Gerhana Matahari Miniatur Kiamat</title>
		<link>https://langgam.id/jangan-gembira-gerhana-matahari-miniatur-kiamat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 12:01:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari Cincin di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=21783</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kaum muslim diingatkan agar tidak bergembira saat menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin sebagian yang melewati wilayah Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (26/12/2019). Hal ini disampaikan ustaz Muhammad Ridho Nur, dalam kutbahnya saat menjadi khatib salat sunnah khusuf usai gerhana matahari cincin sebagian di Padang. Salat dilangsungkan secara berjemaah usai salat zuhur di Masjid Raya Sumbar. Dia mengatakan, saat terjadinya gerhana matahari atau pun gerhana bulan, orang-orang biasanya berbondong-bondong pergi menyaksikan fenemona alam itu. Padahal sesuai perintah Rasulullah SAW, kaum muslimin diharuskan pergi ke masjid ketika fenomena itu terjadi. &#8220;Fenomena gerhana seharusnya bukan pergi melihat gerhana, tetapi melaksanakan salat khusuf</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jangan-gembira-gerhana-matahari-miniatur-kiamat/">Jangan Gembira, Gerhana Matahari Miniatur Kiamat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a> &#8211; Kaum muslim diingatkan agar tidak bergembira saat menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin sebagian yang melewati wilayah Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (26/12/2019).</p>
<p>Hal ini disampaikan ustaz Muhammad Ridho Nur, dalam kutbahnya saat menjadi khatib salat sunnah khusuf usai gerhana matahari cincin sebagian di Padang. Salat dilangsungkan secara berjemaah usai salat zuhur di Masjid Raya Sumbar.</p>
<p>Dia mengatakan, saat terjadinya gerhana matahari atau pun gerhana bulan, orang-orang biasanya berbondong-bondong pergi menyaksikan fenemona alam itu. Padahal sesuai perintah Rasulullah SAW, kaum muslimin diharuskan pergi ke masjid ketika fenomena itu terjadi.</p>
<p>&#8220;Fenomena gerhana seharusnya bukan pergi melihat gerhana, tetapi melaksanakan salat khusuf dua rakaat di mesjid,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia juga mengingatkan bahwa gerhana matahari tidak seharusnya disambut gembira seperti festival. Namun menjadi momentum kaum muslimin untuk menginstrospeksi diri bahwa akan adanya hari kiamat.</p>
<p>&#8220;Lewat gerhana matahari Allah SWT sampaikan pesan suasana hari kiamat, gerhana merupakan miniatur suasana hari kiamat,&#8221; katanya.</p>
<p>Pada hari kiamat nanti, manusia berada dalam ketakutan karena hilangnya cahaya di atas bumi. Suatu saat di hari akhir itu, manusia dikumpulkan semuanya dan akan berada di suasana gelap.</p>
<p>&#8220;Allah mengingatkan kita hari kiamat. Pesannya ingin memberikan kabar petakut kepada kita bukan kabar gembira. Bukan festival yang kita lakukan, tetapi mari ramaikan mesjid,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia juga mengingatkan agar manusia melakukan pertaubatan dan meninggalkan maksiat. Apalagi saat ini Sumbar sudah seringkali dilanda bencana alam seperti gempa bumi, banjir, banjir bandang, dan longsor.</p>
<p>Hal itu merupakan tanda-tanda peringatan Allah bagi manusia. Munculnya segala macam bencana juga hasil dari perbuatan manusia yang merusak.</p>
<p>&#8220;Allah mengirimkan tanda-tanda dengan bencana, tujuannya Allah memberikan kabar petakut kepada manusia,&#8221; katanya.</p>
<p>Khatib juga mengajak agar manusia meningkatkan amal ibadah dalam hidup. Memperbanyak salat jemaah ke mesjid serta meninggalkan perbuatan yang menimbulkan dosa. Salat merupakan benteng bagi keburukan.</p>
<p>&#8220;Mari tinggalkan perbuatan dosa, syirik, maksiat, LGBT atau apapun namanya, tinggalkan perbuatan tersebut,&#8221; katanya. <strong>(Rahmadi/ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jangan-gembira-gerhana-matahari-miniatur-kiamat/">Jangan Gembira, Gerhana Matahari Miniatur Kiamat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21783</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/85 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-04 02:59:13 by W3 Total Cache
-->