Suami Istri dan Calon Menantu di Payakumbuh Kompak Edarkan Sabu

Suami Istri dan Calon Menantu di Payakumbuh Kompak Edarkan Sabu

Ilustrasi paket sabu.

Langgam.id – Pasangan suami istri di Kelurahan Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh diringkus polisi karena diduga terlibat peredaran narkoba. Aksi nekat keduanya, turut melibatkan calon menantu.

Pasangan suami istri yang ditangkap, yakni A (43) dan B (52). Mereka baru menikah sekitar empat bulan lalu. Sementara calon menantu berinisial AN (35).

Ketiga tersangka ditangkap Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Payakumbuh Senin (28/11) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka diringkus bersamaan oleh Tim Phantom Sat Narkoba Polres Payakumbuh di sebuah rumah di Perumahan Mande Villa Kelurahan Tiakar.

Penangkapan tersangka dibenarkan Kasat Resnarkoba Polres Payakumbuh Iptu Aiga Putra. “Betul. Tim kita kemarin berhasil mengamankan dua pria dan satu wanita,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Langgam.id Jumat (2/12/2022).

Disampaikan, penangkapan bermula dari informasi yang didapatkan pihak kepolisian. Ketiga tersangka dicurigai sering melakukan aktivitas jual beli narkotika di seputaran Kelurahan Tiakar dan sangat meresahkan warga sekitar.

Selain menerima laporan dan informasi, lanjutnya, ketiga tersangka juga sudah masuk dalam catatan Polres Payakumbuh. Polisi kemudian melakukan penyelidikan.

“Dan ternyata benar. Ketiga tersangka terlibat dalam jaringan peredaran narkotika,” kata Kasat Resnarkoba.

Ia menuturkan, penangkapan bermula ketika polisi membuntuti tersangka AN yang sedang berkendara. Selang beberapa lama sepeda motor yang dipakai tersangka AN sudah digunakan oleh tersangka A.

Tak ingin kecolongan, polisi langsung menyergap A dan membawa tersangka ke rumahnya di perumahan Mande villa. Di sanalah mereka bertiga dipertemukan dan menguak segala tindak tanduk mereka selama ini.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka A. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik bening.

Polisi juga mengamankan barang bukti dua unit handphone, uang sejumlah Rp 800.000, satu unit timbangan digital dan tiga pack kantong pembungkus klip yang diduga berguna untuk pembungkus sabu.

Tersangka mengakui bahwa semua barang bukti miliknya. Sementara tujuan AN ke rumah A untuk menjemput sabu yang dibelinya melalui A.

Baca Juga: Dugaan Penyalahgunaan Narkoba, Pasutri di Pesisir Selatan Diringkus Polisi

“Untuk tersangka B yang merupakan suami A, bertugas mengedarkan sabu milik A dan telah melakukan empat kali antaran,” kata Aiga Putra.

Baca Juga

Respon Pemprov Terkait Temuan BPK Rp858 Juta pada Proyek Pemeliharaan Masjid Raya Sumbar
Respon Pemprov Terkait Temuan BPK Rp858 Juta pada Proyek Pemeliharaan Masjid Raya Sumbar
Petugas BPBD evakuasi warga terjebak banjir di Kota Padang.
Banjir Kota Padang, BPBD Klaim Tak Ada Tanggul Jebol
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Kondisi Dadok Tunggul Hitam usai diterjang banjir pada Selasa pagi (3/8/2026).
Begini Kondisi Dadok Tunggul Hitam Usai Diterjang Banjir
SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang usai terdampak banjir, Selasa (4/8/2026).
Banjir Kota Padang, SMPN 41 Padang Masih Dipenuhi Lumpur
Banjir di Kecamatan Kuranji
BNPB: Banjir Rendam 3 Kecamatan di Padang, RSUD Terdampak