Langgam.id — Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PT Semen Padang kembali menggelar Safety, Health, and Environment (SHE) Challenge 2026. Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi serta memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) di Lapangan Fire Ground PT Semen Padang tersebut diikuti 17 tim dari berbagai unit kerja di lingkungan perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua K3 Nasional PT Semen Padang 2026, Angga Dwi Permana Putra.
Dalam sambutannya, Angga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Ia menegaskan bahwa SHE Challenge merupakan agenda tahunan PT Semen Padang yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap penerapan K3 di seluruh lini operasional.
Dalam pelaksanaannya, SHE Challenge 2026 mempertandingkan lima kategori utama, yakni cerdas cermat K3, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), confined space, working at height atau bekerja di ketinggian sekitar delapan meter dengan akses tangga vertikal, pemadaman api kecil menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), serta pemadaman api besar menggunakan fire truck.
“SHE Challenge bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembelajaran dan penguatan budaya K3 bagi seluruh insan PT Semen Padang. Ajang ini juga sejalan dengan tema Bulan K3 Nasional 2026, yaitu Membangun Ekosistem Pembinaan dan Pelayanan K3 Nasional yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah upaya perusahaan untuk terus bertumbuh dan bersaing di industri semen nasional, penerapan K3 harus menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas kerja. Untuk itu, ia berharap seluruh peserta dapat menunjukkan semangat, kolaborasi, dan profesionalisme dalam mengikuti setiap tahapan lomba.
Ia berharap pengalaman dan keterampilan yang diperoleh peserta selama mengikuti SHE Challenge dapat diterapkan dalam situasi nyata di lapangan. Meskipun kondisi darurat tidak diharapkan terjadi, pemahaman terhadap prosedur penyelamatan dan penanganan seperti kebakaran dinilai sangat penting sebagai langkah mitigasi risiko.
“Bekal yang diperoleh dari ajang ini diharapkan dapat membantu peserta dalam menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan kerja maupun di tempat tinggal,” tambahnya.
Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan bahwa pelaksanaan SHE Challenge 2026 mencerminkan komitmen manajemen PT Semen Padang dalam membangun dan memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini menjadi sarana penguatan budaya keselamatan yang melibatkan seluruh unit kerja, sekaligus menunjukkan keseriusan manajemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif,” ujarnya.
Ajang SHE Challenge ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Salah seorang peserta dari PKTD Wisma Indarung PT Semen Padang, Saskia, menyampaikan bahwa SHE Challenge memberikan manfaat besar bagi karyawan. Menurutnya, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman praktis tentang K3, khususnya dalam penanganan kebakaran dan korban cedera.
“Banyak hal yang sebelumnya belum kami pahami, kini menjadi lebih jelas dan aplikatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterampilan yang diperoleh melalui lomba tersebut sangat berguna apabila suatu saat terjadi keadaan darurat, meskipun hal tersebut tidak diharapkan. Saskia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.
“Idealnya, kegiatan ini dilakukan minimal dua kali dalam setahun agar seluruh insan Semen Padang terus terlatih dan sigap,” katanya.
Hal senada disampaikan peserta dari Unit Pengamanan PT Semen Padang, Angga. Ia menilai SHE Challenge tidak hanya meningkatkan pengetahuan K3, tetapi juga memperkuat kekompakan dan kerja sama tim. Menurutnya, koordinasi yang terbangun selama perlombaan dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Kekompakan tim yang terlatih tentu akan berdampak positif terhadap kinerja dan keselamatan kerja di unit masing-masing,” ujarnya.






