Seekor Harimau Dilaporkan Muncul di Ladang Bawang Warga di Kabupaten Solok

Seekor Harimau Dilaporkan Muncul di Ladang Bawang Warga di Kabupaten Solok

Petugas bersama warga mengusir harimau menggunakan meriamkarbit (Foto; BKSDA Sumbar)

Langgam.id-Kemunculan seekor harimau sumatera dilaporkan di kawasan ladang bawang milik masyarakat di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Saat ini konflik dengan hewan dilindungi itu sedang ditangani oleh petugas berwenang.

Hewan dengan nama latin panthera tigris sumatrae itu dilaporkan berdasarkan kesaksian seorang warga yang melihat satwa ini dengan jelas di kawasan ladang masyarakat.

Selain itu, juga terlihat adanya bekas jejak kaki diduga satwa jenis harimau sumatera di ladang bawang yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat. Saat ini tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar sudah berada di lokasi.

"Kemunculan harimau dilaporkan terjadi pada Jorong Lurah Ingu, Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumbar," kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono, Kamis (18/11/2021).

Ardi menjelaskan, kemunculan berupa jejak harimau dilaporkan di ladang pada tanggal 11 November 2021. Kemudian telah dilakukan upaya doa secara adat oleh ninik mamak setempat.

"Kami juga sudah lakukan sosialisasi cara menghindari harimau sumatera, dan penggiringan dengan meriam yang udah diberikan sebanyak 4 unit. Kondisi saat ini masih di pantau oleh personil Resort Solok dan nagari," katanya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Resort Solok Afrilius mengatakan sejak beberapa waktu lalu telah dilakukan verifikasi di lapangan. Pihaknya menemukan adanya jejak-jejak harimau sumatera di Nagari tersebut yaitu di Jorong Rawang Gadang dan Jorong Lurah Ilmu.

"Kita BKSDA Sumbar telah membentuk kelompok walaupun sifatnya sementara yaitu grup WhatsApp, pagi hari patroli anak Nagari," katanya.

Menurutnya kegiatan itu merupakan program dari kepala BKSDA Sumbar dalam rangka deteksi dini keberadaan harimau sumatera yang keluar habitatnya. Sehingga baik harimau maupun manusia serta ternak masyarakat bisa dalam kondisi aman. (Rahmadi)

Baca Juga

BKSDA Sumatra Barat (Sumbar) menyebut konflik satwa dengan manusia meningkat lantaran jumlah pakan di habitatnya berkurang.
BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang
Harimau sumatra yang masuk kandang jebak di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, diberi nama Puti Malabin. Dikutip dari akun Instagram,
BKSDA Sumbar: Konflik Satwa dan Manusia Meningkat, Didominasi Harimau Sumatra
Gunung Talang Kabupaten Solok (istimewa)
Gunung Marapi Ditutup, BKSDA Sumbar Bakal Buka Jalur Pendakian 3 Gunung Lainnya Tahun Ini
BKSDA Sumbar memanggil para remaja yang melakukan pendakian secara ilegal di Gunung Marapi, Sumbar pada 19 Januari 2025 lalu.
Tiga Pendaki Ilegal Gunung Marapi Akui Kesalahan, BKSDA Beri Sanksi Tegas
BKSDA Sumbar melakukan pemeriksaan terkait enam orang pendaki ilegal pasca beredarnya video melakukan pendakian ke Gunung Marapi
Viral di Medsos Pendakian Ilegal ke Gunung Marapi, Ini Kata BKSDA Sumbar
Polisi Hutan (Polhut) Pesisir Selatan sebut telah melakukan verifikasi ke lapangan pasca harimau menerkam ternak warga di Pesisir Selatan,
Ternak Warga di Pessel Diterkam Harimau, Polhut: Hasil Verifikasi Lapangan Keluar Besok