Sebagian Pengungsi di Pasaman dan Pasaman Barat Mulai Kembali ke Rumah Masing-masing

Berita Gempa Pasaman Barat terbaru dan terkini hari ini: Data BNPB, masih ada 7.464 warga terdampak gempa 6,1 Pasaman Barat di pengungsian.

Korban gempa Pasaman Barat yang dirawat di tenda. (Foto: Irwanda/Langgam.id)

Berita Gempa Pasaman Barat terbaru dan terkini hari ini: Data BNPB, masih ada 7.464 warga yang terdampak gempa magnitudo 6,1 Pasaman Barat berada di pengungsian.

Langgam.id - Sebagaian pengungsi akibat gempa dengan magnitudo 6,1 di Pasaman Barat (Pasbar) mulai kembali ke rumah masing-masing.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban terdampak gempa yang masih mengungsi di Pasaman dan Pasaman Barat kini 7.464 orang.

Artinya, dari data BNPB sehari sebelumnya, total jumlah pengungsi di Pasaman dan Pasaman Barat mencapai 14.785, dan kini yang masih tinggal di pengungsian 7.464 orang. Jadi, jumlah warga yang telah pulang ke rumah masing-masing mencapai 7.321 warga.

Namun, dari data BNPB, masih tercatat 5.636 warga mengungsi di Pasaman Barat, dan 4.407 warga di Kabupaten Pasaman.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hingga kari ke enam pasca gempa, BNPB masih memberikan pendampingan dalam penanganan darurat.

"BNPB mendukung dan memastikan pelayanan dasar untuk warga terdampak gempa di pengungsian terpenuhi," ujar Abdul melalui keterangan tertulisnya, Rabu (2/3/2022).

Personel BNPB, kata Abdul, juga membantu posko untuk pendataan warga yang mengungsi dengan basis administrasi penduduk.

"Ini upaya bersama dilakukan BNPB dan kementerian maupun instansi terkait pada kebutuhan manajemen pos pengungsian," ungkapnya.

Kemudian, kata Abdul, BNPB juga melakukan kajian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar secara terus dan berpola.

"Misalnya, pemberian bantuan logistik sekaligus untuk pemenuhan kebutuhan seminggu. Selain itu, pemenuhan kebutuhan kelompok rentan, terutama anak, wanita dan lanjut usia, dengan bantuan kebutuhan khusus," paparnya.

Lalu, BNPB juga telah mempersiapkan program pendampingan psikososial untuk para korban.

Kemudian, data sementara total korban terdampak gempa magnitudo 6,1 tercatat meninggal dunia 12 orang, luka berat 52 orang, luka ringan 373 orang dan warga yang hilang masih ada empat orang.

Selain itu, data sementara kerugian material tercatat total jumlah rumah rusak mencapai 1.783 unit. Sebanyak 1.754 unit masih dalam proses verifikasi tingkat kerusakan, sedangkan sisanya teridentifikasi rusak berat dua unit, rusak sedang 20 unit dan rusak ringan 7 unit.

Baca juga: Ingin Tahu Kondisi Keluarga yang Terdampak Gempa Pasaman Barat? Ini Caranya

Kerusakan rumah sebagian besar terjadi di Kabupaten Pasaman, mencapai 1.000 unit, selanjutnya Kabupaten Pasaman Barat 747 unit, Kabupaten Limapuluh Kota 27 unit, Kabupaten Agam dan Padang Pariaman masing-masing 1 unit.

Dapatkan update berita Gempa Pasaman Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

BMKG mencatat terdapat delapan kali gempa bumi terjadi di Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya selama periode 14-20 Maret 2025.
8 Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Sepekan
BMKG mencatat terdapat delapan kali gempa bumi terjadi di Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya selama periode 14-20 Maret 2025.
13 Gempa Terjadi di Sumbar Sepekan Terakhir
Banjir dan longsor melanda Kabupaten Limapuluh Kota. Dua bencana tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan sejak Rabu hingga
Catatan BNPB Soal Banjir dan Longsor yang Melanda Sumbar Jelang Ramadan
BMKG mencatat terdapat 12 kali gempa bumi di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya selama periode 21-28 Februari 2025.
12 Gempa Bumi Terjadi di Sumbar Sepekan Terakhir
BMKG Padang Panjang mencatat terdapat 20 gempa bumi terjadi di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya selama periode 7-13
20 Gempa Terjadi di Sumbar dalam Sepekan, Dipicu Aktivitas Lempeng dan Sesar Sumatra
BMKG mencatat terdapat delapan kali gempa bumi terjadi di Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya selama periode 14-20 Maret 2025.
BMKG: 13 Gempa Terjadi di Sumbar Periode 24-30 Januari 2025