<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pencarian untuk Kabupaten Pasaman &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/search/Kabupaten+Pasaman/feed/rss2/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Jun 2026 04:04:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pencarian untuk Kabupaten Pasaman &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Pembaca Sejarah</title>
		<link>https://langgam.id/mahyeldi-ansharullah-gubernur-pembaca-sejarah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Fajar Rillah Vesky]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 03:30:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[mahyeldi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=249038</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Akhir-akhir ini minat anak muda terhadap sejarah amat rendah. Tetapi kecendrungan ini tampaknya juga terjadi di kalangan kaum politisi di negeri ini. Kebanyakan mereka tidak lagi mempelajari seiarah. Padahal para politisi dari generasi &#8220;the founding fathers&#8221; di masa lalu memiliki apresiasi sejarah yang amat intens.&#8221; Demikian ditulis sejarawan Indonesia, mendiang Profesor Mestika Zed, ketika beliau dengan rendah hati, memberi &#8220;kata pengantar&#8221; untuk buku saya berjudul &#8220;Tambiluak, Tentang PDRI dan Peristiwa Situjuah&#8220;. Buku ini dicetak Citra Budaya Indonesia tahun 2008 (ISBN 9789793458175), dan digitalisasi Unversitas Michigan, Amerika Serikat, sejak 13 Juli 2010. Hampir dua dasawarsa berlalu, pernyataan Profesor Mestika Zed, masih</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahyeldi-ansharullah-gubernur-pembaca-sejarah/">Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Pembaca Sejarah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>&#8220;Akhir-akhir ini minat anak muda terhadap sejarah amat rendah. Tetapi kecendrungan ini tampaknya juga terjadi di kalangan kaum politisi di negeri ini. Kebanyakan mereka tidak lagi mempelajari seiarah. Padahal para politisi dari generasi <em>&#8220;the founding fathers&#8221;</em> di masa lalu memiliki apresiasi sejarah yang amat intens.&#8221;</p>



<p>Demikian ditulis sejarawan Indonesia, mendiang Profesor Mestika Zed, ketika beliau dengan rendah hati, memberi &#8220;kata pengantar&#8221; untuk buku saya berjudul <strong>&#8220;Tambiluak, Tentang PDRI dan Peristiwa Situjuah</strong>&#8220;. Buku ini dicetak Citra Budaya Indonesia tahun 2008 (ISBN 9789793458175), dan digitalisasi Unversitas Michigan, Amerika Serikat, sejak 13 Juli 2010.</p>



<p>Hampir dua dasawarsa berlalu, pernyataan Profesor Mestika Zed, masih relevan. Memang tidak&nbsp; banyak politisi di negeri ini yang menaruh minat terhadap sejarah. Khusus di Sumatera Barat, sejak tahun 2000-an ke atas, politisi&nbsp; yang menaruh minat terhadap sejarah dapat dibilang jari. Selain Fadli Zon yang kini menteri, ada nama&nbsp; Gamawan Fauzi, Irman Gusman, sejumlah kepala daerah/wakil kepala daerah, dan beberapa pimpinan/anggota DPRD, baik yang sudah mantan, maupun yang masih aktif.</p>



<p>Namun, pekan lalu, saat menghadiri peresmian SMP Islam Darul Hakim yang didirikan Hakim Agung Dr Irfan Fachrudin di Jorong Bumbuang, Situjuah Batua, Limapuluh Kota, saya cukup terkejut, sekaligus angkat topi. Ternyata, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, menaruh minat tinggi terhadap sejarah. Saya tahu, Mahyeldi adalah Ketua Forum Bela Negara dan Ketua DHD 45. Namun, saya mengira, perhatian Buya untuk sejarah, cuma tercurah buat sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama PDRI semata.</p>



<p>Bahkan, harus jujur saya katakan, ekspektasi saya lebih rendah. Saya kira, jabatan Ketua Forum Bela Negara dan Ketua DHD 45 Sumatera Barat yang diemban Mahyeldi, lebih karena faktor beliau gubernur dua periode. Rupanya, perkiraan saya meleset. Mahyeldi, meminjam pernyataan Profesor Mestika Zed dalam &#8220;kata pengantar&#8221; buku saya, sudah meniru jejak langkah para politisi dari generasi <em>&#8220;the founding fathers&#8221;</em> yang memiliki apresiasi sejarah amat intens.</p>



<p>Walau dalam pidatonya, Mahyeldi belum sepenuhnya menjadikan sejarah sebagai rujukan dan sekaligus &#8220;amuninsi&#8221; untuk mengkritisi realitas yang sedang berlangsung. Namun, saat berpidato dalam peresmian SMP Islam Darul Hakim, Mahyeldi boleh dibilang gubernur pembaca sejarah dan menguasai sejarah. Awalnya, Mahyeldi bercerita soal menhir Maek, saksi sejarah peradaban tua dunia yang terhampar di Bukit Barisan, Limapuluh Kota.&nbsp;</p>



<p>Tak hanya menhir Maek, Mahyeldi juga menyebut soal Gua Lida Ajer di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.&nbsp; Oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada saya pernah disampaikan, bahwa Goa Lida Ajer dan fosil gigi manusia purba yang ditemukan Eugene Dubois di gua tersebut, merupakan salah satu bukti Indonesia poros peradaban dunia. Apalagi, sampai hari ini, belum ada ahli membantah, fosil gigi di Lida Ajer adalah fosil gigi manusia purba tertua di Asean,&nbsp; bahkan di Asia Pasifik.</p>



<p>Kemudian, Mahyeldi menyinggung situs menhir di Kabupaten Tanan  Datar. Buya Mahyeldi mengaku tertarik dengan bukti-bukti pra-sejarah tersebut karena menjadi pembicaraan perantau Minang di Malaysia, terutama Tan Sri&nbsp; Rais Yatim atau lebih tepatnya Tan Sri Dato&#8217; Seri Utama Rais bin Yatim. Karena itu, menurut Mahyeldi, pada Oktober 2026 nanti, akan ada ahli sejarah dari Australia, yang melihat segala sesuatu dari menhir, terutama menhir Maek.</p>



<p>Mahyeldi juga menyebut, sudah banyak tulisan tentang kekayaan sejarah yang dimiliki Sumbar. Ini menunjukkan masyarakat&nbsp; Sumbar sudah berbudaya sejak ribuan tahun lalu. Apalagi, kata Mahyeldi, ada satu dokumen dalam taurat berbicara tentang ophir. &#8220;Ophir itu emas. Ada yang menyatakan, emas Sulaiman itu dari ophir. Kata Tengku Zulkarnain, ophir diperkirakan di dua tempat. Salah satunya, ophir di Pasaman, Kecamatan Gunung Beremas,&#8221; ujar Buya.</p>



<p>Saya pikir, Mahyeldi berbicara sejarah hanya sampai di sini saja. Ternyata, tidak. Gubernur bekas garin masjid ini, menukilkan pula sejarah beberapa personel ternama di Asia Tenggara yang berasal dari Minangkabau atau Sumatera Barat. &#8221; Bahkan, Raja di Negeri Sembilan, didatangkan dari Minangkabau. Limapuluh Kota. Siapa yang menciptakan lagu Singapura? Siapa yang menciptakan ibukota Filipina, Manila? Itu orang Minangkabau,&#8221; tukuknya.</p>



<p>Tidak lupa pula, Mahyeldi bercerita&nbsp; hebatnya Ibrahim Datuk Tan Malaka, satu-satunya pahlawan nasional dari Limapuluh Kota, Bapak Republik Indonesia yang punya 23 nama. Berpindah dari satu negara ke&nbsp; negara lain. &#8220;Kalau bukan karena kecerdasan, kepintaran, dan jaringan, itu tak akan bisa dilakukan. Satu-satunya warga asal Sumbar, asal Limapuluh Kota, memimpin di Asia Tenggara adalah Tan Malaka,&#8221; ujar Mahyeldi.</p>



<p>Pada bagian lain pidatonya, Mahyeldi&nbsp; menceritakan pahlawan nasional Rahma El-Yunusiyah dan Diniyah Puteri-nya yang menginspirasi sampai ke Kairo, Mesir.&nbsp; Yang kisah hidupnya ditulis wartawan senior Khairul Jasmi dengan sangat ciamik. Diceritakan pula oleh Buya Mahyeldi tentang Bagindo Dahlan Abdullah, dari guru di Pariaman, jadi Duta Besar di Iran. Kemudian, Buya Mahyeldi menyebut, dibalik kehebatan Pancasila dan pembukaan UUD 1945, ada peran besar tokoh-tokoh asal Sumbar.</p>



<p>Walau menurut Mahyeldi, penduduk sumbar hanya 2,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Tapi persentase pejuang dan pahlawan bangsa dari Sumbar, lebih banyak dari provinsi lain. &#8220;Empat orang pendiri bangsa ini, tiga dari sumbar. Satu dari dua&nbsp; proklamator banga berasal, dari Sumbar. PDRi yang ada di Sumbar, perjalanannya dari Bukittinggi dan Limapuluh Kota sampai ke Solok Selatan, penyambung nyawa NKRI. Tak ada PDRI. Tak ada Indonesia,&#8221; kata Mahyeldi.</p>



<p>Buya menyebut, kiprah tokoh Minang di pentas sejarah, banyak ditulis wartawan senior Hasril Chaniago. Dengan menyimak beberapa kiprah personel asal Minangkabau dan tokoh bangsa asal Sumatera Barat, Mahyeldi meyakini, kemajuan peradaban sangat menentukan sebuah bangsa. Makanya, menurut Mahyeldi, tidaklah mengherankan, peradaban Minangkabau yang unggul itu, telah mengirimkan orang-orang terbaik yang punya wawasan kebangsaan, kebumiaan, keindonesiaan dan internasional.</p>



<p>Tapi yang menarik, seperti halnya Profesor Mestika Zed dan banyak akademisi di negeri ini, Buya Mahyeldi yakin, tak ada pemberontakan dari Sumbar. Tapi, diakui Mahyeldi, tokoh-tokoh berdarah Sumbar, memang&nbsp; kritis. Belakangan, ada Feri Amsari, Ferry Irwandi, Dino Pati Djalal,&nbsp; dan Djohermansyah Djohan yang berpengalaman di pemerintahan. Mereka memberi masukan. Karena yang mendirikan bangsa ini mayoritas orang Minang, maka Sumbar tentu harus tetap berikan yang terbaik untuk NKRI.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Walaupun bagaimana suhunya dari pusat sana. Saya merasakan, bagaimana suhunya itu. Kadang turun, kadang tinggi. Kini agak tinggi. Sebelumnya dingin bana. Tapi, bagaimana pun kondisinya, kita Sumbar tetap berikan kontribusi terbaik untuk bangsa ini. Karena kita pejuang, pendiri, proklamator, dan penyelamat republik ini. Di dalam generasi kita, mengalir darah pejuang, pendiri bangsa, dan mengalir darah penyelamat bangsa,&#8221; ulas Mahyeldi.</p>



<p>Tentu saja, tidak semua pidato Mahyeldi Ansharullah, saya kutip untuk tulisan ini. Tapi pendek kata, saya yang bukan pemilih Buya Mahyeldi di periode keduanya, melihat, Gubernur Sumbar berjanggut lebat serupa diplomat jenaka Inyiak Agus Salim ini, sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap sejarah. Meski tidak terdidik di bidang sejarah, tapi sebagai bagian kecil dari masyarakat sejarah Sumatera Barat, saya sungguh angkat topi untuk hal ini.</p>



<p>Tentu saja, sejarah-sejarah masa lalu itu tidak untuk &#8220;diberhalakan&#8221;. Tapi ketika Gubernur Mahyeldi membaca dan meraba sejarah, besar sekali harapan, program dan kegiatan strategis Pemprov Sumbar ke depan, berpihak pada kebudayaan. Tentu saja, sejarah masa lalu,&nbsp; tidak sekedar untuk. &#8220;didongengkan&#8221;. Tapi mesti dijadikan pelajaran dan pengalaman. Sehingga dengan mempelajari sejarah, perjuangan ke depan, tidak kehilangan elan vitalnya. Karena historia vitae magistra: sejarah adalah guru! <strong>(***)</strong></p>



<p><strong><em>Catatan: Penulis M. Fajar Rillah Vesky adalah Anggota  DPRD Limapuluh Kota</em></strong></p>



<p></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahyeldi-ansharullah-gubernur-pembaca-sejarah/">Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Pembaca Sejarah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">249038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengurus FORKI Sumbar 2025-2029 Dilantik, Hadi Tjahjanto Dorong Pembinaan Atlet dan Prestasi Karate</title>
		<link>https://langgam.id/pengurus-forki-sumbar-2025-2029-dilantik-hadi-tjahjanto-dorong-pembinaan-atlet-dan-prestasi-karate/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 07:14:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[FORKI Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248973</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id— Pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumatera Barat periode 2025-2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar FORKI, Hadi Tjahjanto, di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Padang, Sabtu (6/6/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi FORKI Sumbar untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi karate daerah dalam berbagai ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Hadi Tjahjanto menyatakan optimistis cabang olahraga karate di Sumatera Barat akan berkembang lebih baik di bawah kepengurusan yang baru. Menurut dia, dukungan pemerintah daerah dan insan olahraga menjadi modal penting dalam membangun organisasi dan pembinaan atlet. &#8220;Dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan seluruh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengurus-forki-sumbar-2025-2029-dilantik-hadi-tjahjanto-dorong-pembinaan-atlet-dan-prestasi-karate/">Pengurus FORKI Sumbar 2025-2029 Dilantik, Hadi Tjahjanto Dorong Pembinaan Atlet dan Prestasi Karate</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong>— Pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumatera Barat periode 2025-2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar FORKI, Hadi Tjahjanto, di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Padang, Sabtu (6/6/2026).</p>



<p>Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi FORKI Sumbar untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi karate daerah dalam berbagai ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.</p>



<p>Hadi Tjahjanto menyatakan optimistis cabang olahraga karate di Sumatera Barat akan berkembang lebih baik di bawah kepengurusan yang baru. Menurut dia, dukungan pemerintah daerah dan insan olahraga menjadi modal penting dalam membangun organisasi dan pembinaan atlet.</p>



<p>&#8220;Dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, ini akan menjadi motivasi bagi pengurus untuk menjalankan pembinaan dan pengembangan karate secara lebih baik,&#8221; ujar Hadi.</p>



<p>Mantan Panglima TNI itu juga berpesan agar seluruh unsur dalam organisasi, termasuk perguruan-perguruan karate yang ada di Sumbar, mengedepankan persatuan demi kemajuan prestasi atlet.</p>



<p>Menurut dia, evaluasi terhadap program pembinaan perlu terus dilakukan agar karate Sumbar mampu bersaing di tingkat nasional. Ia juga mengingatkan para wasit dan juri untuk menjaga objektivitas dalam setiap kejuaraan.</p>



<p>&#8220;Katakan yang baik itu baik. Penilaian yang objektif akan berdampak pada kualitas atlet yang dihasilkan,&#8221; katanya.</p>



<p>Penasehat FORKI Sumbar, Andre Rosiade, menilai kepengurusan baru memiliki peluang besar untuk membawa karate Sumbar meraih prestasi yang lebih tinggi. Ia menyebut Sumbar selama ini memiliki banyak karateka potensial yang telah menunjukkan kemampuan di berbagai kompetisi nasional.</p>



<p>&#8220;Saya optimistis FORKI Sumbar mampu mencetak prestasi yang lebih baik dan memberikan kontribusi medali untuk Sumatera Barat pada PON mendatang,&#8221; ujar Andre.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan olahraga, termasuk karate. Menurut dia, keberadaan ajang seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.</p>



<p>Arry bahkan meyakini cabang karate dapat menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi Sumbar pada PON mendatang.</p>



<p>&#8220;Karate memiliki potensi besar untuk menyumbangkan medali emas. Karena itu pembinaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan,&#8221; katanya.</p>



<p>Ketua KONI Sumbar Hamdanus juga menyampaikan keyakinannya terhadap potensi atlet karate Sumbar. Ia menyoroti sejumlah atlet yang telah menunjukkan prestasi di tingkat nasional dan diharapkan mampu menjadi andalan daerah pada PON.</p>



<p>Di sisi lain, Ketua FORKI Sumbar periode 2025-2029 Khairuddin Simanjuntak menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PB FORKI, Pemerintah Provinsi Sumbar, KONI, serta seluruh insan olahraga terhadap organisasi yang dipimpinnya.</p>



<p>Menurut Khairuddin, kepengurusan baru akan segera fokus menyiapkan program pembinaan atlet dan agenda kompetisi daerah. Salah satu agenda terdekat adalah Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Sumbar yang akan digelar di Kabupaten Pasaman pada 26-28 Juni 2026.</p>



<p>&#8220;Kami akan bekerja untuk memperkuat pembinaan atlet dan organisasi. Dukungan dari semua pihak menjadi energi bagi kami untuk memajukan karate Sumatera Barat,&#8221; ujar Khairuddin.</p>



<p>Pelantikan pengurus baru FORKI Sumbar diharapkan menjadi awal penguatan sistem pembinaan karate di Ranah Minang, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengurus-forki-sumbar-2025-2029-dilantik-hadi-tjahjanto-dorong-pembinaan-atlet-dan-prestasi-karate/">Pengurus FORKI Sumbar 2025-2029 Dilantik, Hadi Tjahjanto Dorong Pembinaan Atlet dan Prestasi Karate</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248973</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar, Padang hingga Mentawai Perlu Waspada 8 Juni 2026</title>
		<link>https://langgam.id/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-di-sumbar-padang-hingga-mentawai-perlu-waspada-8-juni-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 05:02:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Cuaca di Sumatra Barat (Sumbar) dalam tiga hari ke depan diperkirakan didominasi kondisi cerah berawan dan berawan. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 mendatang. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Minangkabau yang dirilis Sabtu (6/6/2026) pukul 09.00 WIB, cuaca pada Sabtu hingga Minggu masih relatif kondusif dengan potensi hujan ringan yang tersebar di sejumlah wilayah. Pada Sabtu (6/6/2026), cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan sejak pagi. Hujan ringan berpotensi turun pada siang hingga sore hari di Pasaman</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-di-sumbar-padang-hingga-mentawai-perlu-waspada-8-juni-2026/">BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar, Padang hingga Mentawai Perlu Waspada 8 Juni 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Cuaca di Sumatra Barat (Sumbar) dalam tiga hari ke depan diperkirakan didominasi kondisi cerah berawan dan berawan. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 mendatang.</p>



<p>Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Minangkabau yang dirilis Sabtu (6/6/2026) pukul 09.00 WIB, cuaca pada Sabtu hingga Minggu masih relatif kondusif dengan potensi hujan ringan yang tersebar di sejumlah wilayah.</p>



<p>Pada Sabtu (6/6/2026), cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan sejak pagi. Hujan ringan berpotensi turun pada siang hingga sore hari di Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Solok Selatan.</p>



<p>Memasuki malam hingga dini hari, hujan ringan diprakirakan masih terjadi di beberapa daerah, antara lain Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Sawahlunto, dan Sijunjung.</p>



<p>Suhu udara pada hari itu diperkirakan berada pada kisaran 18 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga selatan dengan kecepatan 4 hingga 30 kilometer per jam. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini untuk kondisi cuaca pada Sabtu.</p>



<p>Sementara itu, pada Minggu (7/6/2026), cuaca Sumatera Barat masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan ringan diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari di Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.</p>



<p>Pada malam hingga dini hari, hujan ringan berpotensi mengguyur Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, Pasaman, Kepulauan Mentawai, dan Padang Pariaman. Suhu udara diprakirakan berkisar 18 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 hingga 98 persen. Kecepatan angin mencapai 4 hingga 32 kilometer per jam dari arah tenggara hingga barat laut.</p>



<p>Peningkatan aktivitas hujan diperkirakan mulai terjadi pada Senin (8/6). Sejak pagi hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai dan Pesisir Selatan. Pada saat yang sama, hujan ringan diprakirakan turun di Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Lima Puluh Kota, dan Payakumbuh.</p>



<p>Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi meluas ke Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Sementara Kepulauan Mentawai masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.</p>



<p>Pada malam hari, hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Kondisi serupa berpotensi berlanjut hingga dini hari di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Kota Padang.</p>



<p>BMKG Minangkabau telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat pada 8 Juni 2026 yang berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, serta wilayah sekitarnya.</p>



<p>Untuk periode tersebut, suhu udara diperkirakan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4 hingga 32 kilometer per jam.</p>



<p>Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG guna mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca yang dapat terjadi. <strong>(ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-di-sumbar-padang-hingga-mentawai-perlu-waspada-8-juni-2026/">BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar, Padang hingga Mentawai Perlu Waspada 8 Juni 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KMM JAYA Desak Penutupan Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Surati Satgas PKH hingga Kapolri</title>
		<link>https://langgam.id/kmm-jaya-desak-penutupan-tambang-emas-ilegal-di-sumbar-surati-satgas-pkh-hingga-kapolri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 04:08:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolri]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang emas tak berizin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Maraknya aktivitas tambang emas ilegal di sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) terus menuai sorotan, lebih-lebih sejak peristiwa longsor yang merenggut nyawa 9 penambang emas di Sijunjung baru-baru ini. Keluarga Mahasiswa Minangkabau Jakarta Raya (KMM JAYA) mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan seluruh aktivitas pertambangan tanpa izin yang dinilai telah merusak lingkungan, mengancam keselamatan warga hingga menimbulkan korban jiwa. KMM JAYA menyatakan keprihatinan terhadap masih berlangsungnya aktivitas tambang emas ilegal di berbagai wilayah di Sumbar. Kemudian, KMM JAYA juga telah menyampaikan surat resmi kepada Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kmm-jaya-desak-penutupan-tambang-emas-ilegal-di-sumbar-surati-satgas-pkh-hingga-kapolri/">KMM JAYA Desak Penutupan Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Surati Satgas PKH hingga Kapolri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Maraknya aktivitas tambang emas ilegal di sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) terus menuai sorotan, lebih-lebih sejak peristiwa longsor yang merenggut nyawa 9 penambang emas di Sijunjung baru-baru ini.</p>



<p>Keluarga Mahasiswa Minangkabau Jakarta Raya (KMM JAYA) mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan seluruh aktivitas pertambangan tanpa izin yang dinilai telah merusak lingkungan, mengancam keselamatan warga hingga menimbulkan korban jiwa.</p>



<p>KMM JAYA menyatakan keprihatinan terhadap masih berlangsungnya aktivitas tambang emas ilegal di berbagai wilayah di Sumbar. Kemudian, KMM JAYA juga telah menyampaikan surat resmi kepada Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Gubernur Sumbar, Menteri ESDM, Menteri Kehutanan, Kompolnas, serta Kapolri.</p>



<p>Berdasarkan data, pemantauan lapangan, dan pemetaan wilayah yang dihimpun WALHI, aktivitas pertambangan ilegal teridentifikasi di Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok, Dharmasraya, Sijunjung, Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, dan Pasaman.</p>



<p>KMM JAYA menegaskan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Selain itu, praktik tambang ilegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan juga dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.</p>



<p>Ketua Umum KMM JAYA, Hafis Septian Mubaraq mengatakan, pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat.</p>



<p>“Kami mengecam keras seluruh praktik pertambangan ilegal yang masih berlangsung di Sumbar. Aktivitas ini telah merusak lingkungan, mengancam kehidupan masyarakat dan bahkan menyebabkan banyak korban meninggal dunia,&#8221; katanya dalam keterangan tertulis diterima Langgam.id, Sabtu (6/6/2026).</p>



<p>KMM JAYA menilai persoalan tambang ilegal membutuhkan penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga pengawas. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.</p>



<p>Selain itu, KMM Jaya juga meminta penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pelaku lapangan, pemodal, jaringan distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut.</p>



<p>&#8220;Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama. Kami meminta seluruh instansi terkait segera mengambil tindakan nyata untuk menutup seluruh tambang ilegal yang masih beroperasi di Sumbar,&#8221; katanya.<strong> (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kmm-jaya-desak-penutupan-tambang-emas-ilegal-di-sumbar-surati-satgas-pkh-hingga-kapolri/">KMM JAYA Desak Penutupan Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Surati Satgas PKH hingga Kapolri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248945</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Turun 32,52 Persen, Kunjungan Wisnus ke Sumbar Hanya 1,88 Juta pada April 2026</title>
		<link>https://langgam.id/turun-3252-persen-kunjungan-wisnus-ke-sumbar-hanya-188-juta-pada-april-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 00:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sumatera Barat pada April 2026 mengalami penurunan cukup tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kunjungan wisnus ke daerah itu hanya mencapai 1,886 juta perjalanan atau turun 32,52 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 2,796 juta perjalanan. Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan penurunan tersebut juga terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara tahunan, jumlah perjalanan wisnus ke Sumbar turun 36,79 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 2,985 juta perjalanan. “Pada April 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Sumatera Barat tercatat sebanyak 1.886.972 perjalanan. Angka ini turun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/turun-3252-persen-kunjungan-wisnus-ke-sumbar-hanya-188-juta-pada-april-2026/">Turun 32,52 Persen, Kunjungan Wisnus ke Sumbar Hanya 1,88 Juta pada April 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> — Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sumatera Barat pada April 2026 mengalami penurunan cukup tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kunjungan wisnus ke daerah itu hanya mencapai 1,886 juta perjalanan atau turun 32,52 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 2,796 juta perjalanan.</p>



<p>Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan penurunan tersebut juga terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara tahunan, jumlah perjalanan wisnus ke Sumbar turun 36,79 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 2,985 juta perjalanan.</p>



<p>“Pada April 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Sumatera Barat tercatat sebanyak 1.886.972 perjalanan. Angka ini turun 32,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Nurul Hasanudin dikutip dari rilis resmi BPS, Sabtu (6/6/2026).</p>



<p>Menurut Nurul, seluruh daerah tujuan wisata utama di Sumbar mengalami penurunan kunjungan. Kota Padang masih menjadi tujuan wisata terbesar dengan 477.990 perjalanan pada April 2026. Namun jumlah tersebut turun 11,68 persen dibandingkan Maret 2026.</p>



<p>Setelah Padang, daerah tujuan wisata dengan jumlah perjalanan terbesar adalah Kabupaten Agam sebanyak 166.740 perjalanan, Kabupaten Solok 156.190 perjalanan, Kabupaten Padang Pariaman 139.590 perjalanan, dan Kota Bukittinggi 139.140 perjalanan.</p>



<p>Penurunan terdalam secara bulanan terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan yang anjlok 54,20 persen. Disusul Kabupaten Lima Puluh Kota yang turun 47,42 persen dan Kabupaten Tanah Datar sebesar 45,24 persen.</p>



<p>“Secara spasial, seluruh kabupaten dan kota dalam kelompok 10 besar tujuan wisata mengalami penurunan jumlah perjalanan wisatawan nusantara,” ujar Nurul.</p>



<p>Selain dari sisi tujuan perjalanan, BPS juga mencatat jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari Sumatera Barat ikut menurun. Pada April 2026, perjalanan wisnus asal Sumbar tercatat sebanyak 1,666 juta perjalanan atau turun 24,05 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 2,194 juta perjalanan.</p>



<p>Kota Padang menjadi daerah asal wisatawan terbesar dengan 368.970 perjalanan. Namun jumlah tersebut turun 37,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan cukup besar juga terjadi pada Kabupaten Sijunjung yang turun 32,47 persen dan Kabupaten Pasaman Barat yang turun 29,25 persen.</p>



<p>Di tengah melemahnya perjalanan wisata domestik, sektor perhotelan berbintang justru menunjukkan perbaikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumbar pada April 2026 tercatat sebesar 45,82 persen atau naik 2,92 poin dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 42,90 persen.</p>



<p>“TPK hotel berbintang mengalami peningkatan menjadi 45,82 persen pada April 2026. Namun secara tahunan masih lebih rendah dibandingkan April tahun lalu,” kata Nurul.</p>



<p>Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau tercatat sebanyak 5.730 kunjungan pada April 2026. Angka tersebut turun 3,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5.968 kunjungan.</p>



<p>Malaysia masih menjadi negara asal wisman terbesar ke Sumbar dengan 3.783 kunjungan, disusul Australia sebanyak 295 kunjungan dan Amerika Serikat 175 kunjungan.</p>



<p>Nurul menambahkan, meski terjadi penurunan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada April 2026, Sumbar tetap menjadi salah satu destinasi utama di wilayah barat Indonesia dengan aktivitas pariwisata yang ditopang oleh perjalanan domestik dan kunjungan dari negara-negara tetangga. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/turun-3252-persen-kunjungan-wisnus-ke-sumbar-hanya-188-juta-pada-april-2026/">Turun 32,52 Persen, Kunjungan Wisnus ke Sumbar Hanya 1,88 Juta pada April 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248925</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebagian Besar Wilayah Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Ringan pada 5–7 Juni 2026</title>
		<link>https://langgam.id/sebagian-besar-wilayah-sumbar-berpotensi-diguyur-hujan-ringan-pada-5-7-juni-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248843</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memprakirakan sebagian wilayah Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan ringan selama periode 5 hingga 7 Juni 2026. Meski demikian, kondisi cuaca secara umum masih didominasi cerah berawan hingga berawan dan tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang dirilis pada Jumat (5/6/2026) pukul 08.30 WIB, kondisi cuaca di Sumatera Barat pada 5 Juni 2026 diprakirakan cerah berawan hingga berawan pada pagi hari. Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Pada malam hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di wilayah Pasaman, sedangkan pada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sebagian-besar-wilayah-sumbar-berpotensi-diguyur-hujan-ringan-pada-5-7-juni-2026/">Sebagian Besar Wilayah Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Ringan pada 5–7 Juni 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memprakirakan sebagian wilayah Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan ringan selama periode 5 hingga 7 Juni 2026.</p>



<p>Meski demikian, kondisi cuaca secara umum masih didominasi cerah berawan hingga berawan dan tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem.</p>



<p>Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang dirilis pada Jumat (5/6/2026) pukul 08.30 WIB, kondisi cuaca di Sumatera Barat pada 5 Juni 2026 diprakirakan cerah berawan hingga berawan pada pagi hari. Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Kabupaten Solok dan Solok Selatan.</p>



<p>Pada malam hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di wilayah Pasaman, sedangkan pada dini hari hujan ringan berpotensi kembali mengguyur Solok Selatan.</p>



<p>Suhu udara berkisar antara 18 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembaban udara mencapai 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4 hingga 30 kilometer per jam.</p>



<p>Sementara itu, pada 6 Juni 2026, cuaca pagi hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan ringan meningkat pada siang hingga sore hari dan dapat terjadi di sejumlah daerah, antara lain Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.</p>



<p>Pada malam hari, hujan ringan diprakirakan masih berpotensi terjadi di Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, dan Kabupaten Solok. Sedangkan pada dini hari, hujan ringan diperkirakan turun di Pasaman Barat, Kabupaten Agam, dan Pasaman.</p>



<p>Suhu udara berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembaban udara 60 hingga 98 persen. Kecepatan angin berkisar antara 4 hingga 28 kilometer per jam dari arah tenggara hingga barat laut.</p>



<p>Untuk 7 Juni 2026, BMKG memprakirakan kondisi berawan disertai potensi hujan ringan pada sejumlah wilayah sejak pagi hari.</p>



<p>Daerah yang berpotensi mengalami hujan ringan meliputi Kepulauan Mentawai, Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, dan Lima Puluh Kota.</p>



<p>Pada siang hingga sore hari, potensi hujan ringan meluas ke Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Lima Puluh Kota. Kondisi serupa diprakirakan berlanjut pada malam hari di wilayah-wilayah tersebut.</p>



<p>Memasuki dini hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, dan Sijunjung. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 18 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4 hingga 26 kilometer per jam. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sebagian-besar-wilayah-sumbar-berpotensi-diguyur-hujan-ringan-pada-5-7-juni-2026/">Sebagian Besar Wilayah Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Ringan pada 5–7 Juni 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248843</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar 2 Hari Kedepan</title>
		<link>https://langgam.id/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-di-sejumlah-wilayah-sumbar-2-hari-kedepan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 01:38:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada periode 4 hingga 6 Juni 2026. Masyarakat di sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan informasi yang dirilis pada Kamis (4/6/2026) pukul 08.20 WIB, cuaca di Sumatera Barat pada 4 Juni umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi hari. Memasuki siang hingga sore, terdapat potensi hujan ringan di Kabupaten Solok dan Sijunjung, sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Solok Selatan dan Dharmasraya. Pada malam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-di-sejumlah-wilayah-sumbar-2-hari-kedepan/">BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar 2 Hari Kedepan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada periode 4 hingga 6 Juni 2026.</p>



<p>Masyarakat di sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.</p>



<p>Berdasarkan informasi yang dirilis pada Kamis (4/6/2026) pukul 08.20 WIB, cuaca di Sumatera Barat pada 4 Juni umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi hari.</p>



<p>Memasuki siang hingga sore, terdapat potensi hujan ringan di Kabupaten Solok dan Sijunjung, sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Solok Selatan dan Dharmasraya.</p>



<p>Pada malam hari, cuaca diperkirakan berawan dengan peluang hujan ringan di Dharmasraya. BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi di Solok Selatan, Dharmasraya, dan wilayah sekitarnya.</p>



<p>Untuk Jumat (5/6/2026), kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Barat diprediksi cerah berawan hingga berawan pada pagi hari.</p>



<p>Siang hingga sore hari berpotensi terjadi hujan ringan di Solok Selatan, sedangkan malam hingga dini hari umumnya berawan. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini khusus untuk hari tersebut.</p>



<p>Sementara itu, pada Sabtu (6/6/2026), cuaca berawan diperkirakan mendominasi sejak pagi. Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi turun di Kota Padang, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan. Adapun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di wilayah Pesisir Selatan.</p>



<p>Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada malam hari dengan peluang hujan ringan di Padang, Pasaman, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan. Pesisir Selatan masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.</p>



<p>BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi di Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, dan daerah sekitarnya pada 6 Juni 2026.</p>



<p>Selama periode prakiraan tersebut, suhu udara di Sumatera Barat berkisar antara 18 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara mencapai 60 hingga 98 persen.</p>



<p>Kecepatan angin umumnya berada pada kisaran 4 hingga 30 kilometer per jam dengan arah bertiup dari barat daya hingga barat laut, serta dari tenggara hingga barat laut pada 6 Juni. (<strong>HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-di-sejumlah-wilayah-sumbar-2-hari-kedepan/">BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar 2 Hari Kedepan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248723</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Sedang hingga Lebat di Tiga Wilayah Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/waspada-bmkg-keluarkan-peringatan-dini-hujan-sedang-hingga-lebat-di-tiga-wilayah-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 05:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248664</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi di beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar) pada 3 dan 4 Juni 2026. Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang diterbitkan BMKG Minangkabau pada Rabu (3/6/2026) pukul 08.30 WIB, cuaca pada 3 Juni 2026 pagi hari diperkirakan cerah berawan hingga berawan.&#160; Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya. Pada malam hingga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/waspada-bmkg-keluarkan-peringatan-dini-hujan-sedang-hingga-lebat-di-tiga-wilayah-sumbar/">Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Sedang hingga Lebat di Tiga Wilayah Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi di beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar) pada 3 dan 4 Juni 2026.</p>



<p>Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang diterbitkan BMKG Minangkabau pada Rabu (3/6/2026) pukul 08.30 WIB, cuaca pada 3 Juni 2026 pagi hari diperkirakan cerah berawan hingga berawan.&nbsp;</p>



<p>Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan.</p>



<p>Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya. Pada malam hingga dini hari, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Barat diperkirakan berawan.</p>



<p>BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 4 hingga 28 kilometer per jam.</p>



<p>Kondisi serupa juga diperkirakan masih terjadi pada Kamis (4/6/2026). Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi turun di wilayah Pesisir Selatan dan Sijunjung. Sementara Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya kembali berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.</p>



<p>Untuk tanggal 4 Juni 2026, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 18 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4 hingga 26 kilometer per jam.</p>



<p>BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat yang berada di Kabupaten Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, dan wilayah sekitarnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi pada 3 dan 4 Juni 2026.</p>



<p>Sementara itu, pada Jumat (5/6/2026), kondisi cuaca di Sumatera Barat diperkirakan relatif lebih stabil. Cuaca pada pagi hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan, sedangkan siang hingga sore, malam, dan dini hari didominasi kondisi berawan.</p>



<p>Pada tanggal tersebut, suhu udara diperkirakan berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 hingga 98 persen.&nbsp;</p>



<p>Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4 hingga 30 kilometer per jam. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada 5 Juni 2026. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/waspada-bmkg-keluarkan-peringatan-dini-hujan-sedang-hingga-lebat-di-tiga-wilayah-sumbar/">Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Sedang hingga Lebat di Tiga Wilayah Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mei 2026: Sumbar Inflasi 3,91 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Pangan dan Emas Perhiasan</title>
		<link>https://langgam.id/mei-2026-sumbar-inflasi-391-persen-dipicu-kenaikan-harga-pangan-dan-emas-perhiasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 09:47:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248580</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Provinsi Sumatera Barat mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,91 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan emas perhiasan menjadi faktor utama yang mendorong laju inflasi di daerah tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, inflasi y-on-y terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,69 pada Mei 2025 menjadi 112,94 pada Mei 2026. Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan inflasi terjadi akibat meningkatnya harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau. &#8220;Pada Mei 2026, Sumatera Barat mengalami inflasi year-on-year sebesar 3,91 persen. Kenaikan harga masih didominasi oleh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mei-2026-sumbar-inflasi-391-persen-dipicu-kenaikan-harga-pangan-dan-emas-perhiasan/">Mei 2026: Sumbar Inflasi 3,91 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Pangan dan Emas Perhiasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> — Provinsi Sumatera Barat mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,91 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan emas perhiasan menjadi faktor utama yang mendorong laju inflasi di daerah tersebut.</p>



<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, inflasi y-on-y terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,69 pada Mei 2025 menjadi 112,94 pada Mei 2026.</p>



<p>Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan inflasi terjadi akibat meningkatnya harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau.</p>



<p>&#8220;Pada Mei 2026, Sumatera Barat mengalami inflasi year-on-year sebesar 3,91 persen. Kenaikan harga masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi,&#8221; kata Nurul Hasanudin dalam keterangan resmi BPS Sumbar, Selasa (2/6/2026).</p>



<p>Kelompok makanan, minuman dan tembakau tercatat mengalami inflasi sebesar 6,24 persen dan menyumbang 2,06 persen terhadap inflasi tahunan Sumbar. Sejumlah komoditas pangan yang menjadi pemicu utama kenaikan harga antara lain beras, cabai merah, minyak goreng, daging ayam ras, bawang merah, ikan cakalang, ikan nila, kangkung, serta jengkol.</p>



<p>Selain bahan pangan, kenaikan harga emas perhiasan juga menjadi salah satu faktor dominan pembentuk inflasi. Komoditas tersebut tercatat memberikan andil terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi hingga 10,48 persen.</p>



<p>&#8220;Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, beras, cabai merah, minyak goreng, daging ayam ras, bawang merah, serta angkutan udara,&#8221; ujar Nurul.</p>



<p>Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga mengalami inflasi sebesar 3,63 persen. Sementara kelompok transportasi naik 2,79 persen, dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara dan biaya transportasi lainnya.</p>



<p>Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Sumatera Barat mengalami inflasi sebesar 0,90 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga cabai merah menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil mencapai 0,40 persen. Selain itu, harga bawang merah, tomat, minyak goreng, kangkung, bayam, dan tarif angkutan udara turut mengalami kenaikan.</p>



<p>Hingga Mei 2026, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) Sumatera Barat tercatat sebesar 0,47 persen.</p>



<p>BPS juga mencatat seluruh daerah cakupan IHK di Sumatera Barat mengalami inflasi tahunan. Kabupaten Dharmasraya menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 5,31 persen, disusul Kabupaten Pasaman Barat 4,61 persen dan Kota Bukittinggi 3,73 persen. Adapun Kota Padang mencatat inflasi terendah, yakni 3,52 persen.</p>



<p>Menurut Nurul, stabilitas harga pangan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok menjadi faktor penting yang perlu terus dijaga untuk mengendalikan inflasi pada bulan-bulan mendatang.</p>



<p>&#8220;Ketersediaan pasokan dan distribusi yang lancar menjadi kunci menjaga inflasi tetap terkendali, terutama untuk komoditas pangan yang sangat memengaruhi daya beli masyarakat,&#8221; kata Nurul. (<strong>HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mei-2026-sumbar-inflasi-391-persen-dipicu-kenaikan-harga-pangan-dan-emas-perhiasan/">Mei 2026: Sumbar Inflasi 3,91 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Pangan dan Emas Perhiasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248580</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Waspada Cuaca Buruk, 3 Kabupaten di Sumbar Berpotensi Hujan Lebat</title>
		<link>https://langgam.id/waspada-cuaca-buruk-3-kabupaten-di-sumbar-berpotensi-hujan-lebat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 00:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Buruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248517</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Selasa (2/6/2026). Sejumlah wilayah di Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG, kondisi cuaca tersebut diperkirakan mulai terjadi pada pukul 07.30 WIB di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, khususnya Kecamatan Kinali dan daerah sekitarnya. BMKG juga memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat tersebut dapat meluas ke sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat. Daerah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Pelembayan, dan Ampek Nagari di Kabupaten Agam.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/waspada-cuaca-buruk-3-kabupaten-di-sumbar-berpotensi-hujan-lebat/">Waspada Cuaca Buruk, 3 Kabupaten di Sumbar Berpotensi Hujan Lebat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Langgam.id &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Selasa (2/6/2026).</p>



<p>Sejumlah wilayah di Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.</p>



<p>Berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG, kondisi cuaca tersebut diperkirakan mulai terjadi pada pukul 07.30 WIB di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, khususnya Kecamatan Kinali dan daerah sekitarnya.</p>



<p>BMKG juga memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat tersebut dapat meluas ke sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat.</p>



<p>Daerah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Pelembayan, dan Ampek Nagari di Kabupaten Agam.</p>



<p>Selain itu, cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, beserta wilayah sekitarnya.</p>



<p>BMKG menyebutkan kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 09.00 WIB.</p>



<p>Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat angin kencang dan sambaran petir.</p>



<p>Informasi peringatan dini cuaca merupakan bagian dari sistem nowcasting BMKG yang digunakan untuk memantau perkembangan cuaca secara real time.</p>



<p>BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/waspada-cuaca-buruk-3-kabupaten-di-sumbar-berpotensi-hujan-lebat/">Waspada Cuaca Buruk, 3 Kabupaten di Sumbar Berpotensi Hujan Lebat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248517</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/37 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-07 22:02:09 by W3 Total Cache
-->