Realisasi PAD Padang hingga Oktober Baru Mencapai 85,48 Persen

Realisasi PAD Padang hingga Oktober Baru Mencapai 85,48 Persen

Kolam Renang Teratai, salah satu sumber PAD Kota Padang. Foto: Dok. Diskominfo Kota Padang

Langgam.id – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, Afriadi, mengungkapkan bahwa hingga 20 Oktober 2024, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah mencapai Rp854.825.000 atau 85,48 persen dari target Rp1 miliar. Ia optimistis target tersebut akan tercapai pada akhir tahun.

Menurut Afriadi, sumber retribusi terbesar berasal dari Kolam Renang Teratai, didukung oleh retribusi parkir, kedai, dan toilet umum.

“Alhamdulillah, Kolam Renang Teratai selalu ramai setiap hari. Kami juga terus melakukan promosi, dan pengunjung datang dari berbagai kalangan, termasuk TNI/Polri yang menggunakan fasilitas untuk latihan,” jelas Afriadi dalam wawancara pada Selasa (22/10/2024).

Ia optimistis bahwa capaian PAD tahun ini akan terealisasi dengan baik, bahkan melebihi target seperti tahun sebelumnya.

Untuk mendorong peningkatan PAD, Dispora Padang berupaya meningkatkan layanan, seperti menjaga kebersihan, keamanan, dan kejernihan air kolam.

“Hingga 20 Oktober 2024, capaian PAD sudah Rp854.825.000 (85,48 persen). Tahun lalu, target PAD sekitar Rp750 juta dan terealisasi Rp856 juta. Kami optimis bisa melampaui target tahun ini,” tutupnya. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

PDAM
Penjelasan PDAM Soal Distribusi Air Bermasalah ke Pelanggan di Lolong Belanti
6 Bulan Distribusi Air PDAM Bermasalah, Pelaku Usaha di Lolong Belanti Mengaku Kewalahan
6 Bulan Distribusi Air PDAM Bermasalah, Pelaku Usaha di Lolong Belanti Mengaku Kewalahan
Omzet Turun, Pedagang Seragam Sekolah Rasakan Dampak Kebijakan Seragam Gratis
Omzet Turun, Pedagang Seragam Sekolah Rasakan Dampak Kebijakan Seragam Gratis
UIN IB Padang
Safari Ramadan, UIN IB Padang Berbagi Bantuan di Malalak
UIN IB Padang
UIN IB Padang Terima Penghargaan Mitra Pemberdayaan Terbaik BTPN Syariah
Kondisi deforstasi di kawasan DAS Air DIngin Padang. Walhi
WALHI Sumbar: Kerusakan Hulu DAS dan Tambang Diduga Perparah Bencana Ekologis di Padang