Ramadan Penuh Berkah, Pedagang Takjil Raup Omzet Ratusan Ribu Sehari

Ramadan Penuh Berkah, Pedagang Takjil Raup Omzet Ratusan Ribu Sehari

Foto: AMCNews

Langgam.id – Bulan Ramadan mendatangkan berkah tersendiri bagi penjual takjil. Dalam sehari bisa raih omzet ratusan ribu rupiah.

Seperti yang dirasakan Kartini (46), salah seorang pedagang bahan baku takjil di Pasar Serikat Lubuk Basung Garagahan.

Ia mengaku tak mau menyia-nyiakan momen Ramadan yang menurutnya bisa mendatangkan keberkahan. Sehingga, ia sengaja menjual bahan -bahan baku untuk membuat panganan berbuka puasa.

Di lapaknya terdapat aneka bahan baku takjil seperti kolang-kaling alias buah atap, cendol dalimo, bongko hingga cincau. 

Ia mengaku tidak mematok harga spesifik untuk barang dagangannya. Harga di lapaknya menyesuaikan permintaan pembeli.

“Misal cincau ini, saya jual Rp5 ribu per potong. Tapi kalau ada yang minta Rp3 ribu maka saya sesuaikan ukurannya. Cendol dalimo ini juga begitu, ada Rp15 ribu pergelas, bisa pula dipesan Rp10 ribu saja,” katanya, Jumat,(15/3).

Dengan harga yang tidak dipatok katanya lagi, membuat barang dagangannya cepat laku. Bahkan, sebelum siang bahan baku untuk takjil ini telah ludes.

“Penghasilan lumayan, bisa bawa beras 10 kilo, cabai sekilo, ikan dan lain-lain. Itu perumpamaannya. Kalau nilainya paling antara Rp200-Rp300 per hari,” sebutnya, dicuplik dari AMCNews, Sabtu (16/3/2024).

Cerita lainnya juga datang dari seorang penjual takjil di Padang Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Muslim (35). 

Setiap Ramadan tiba, dia selalu menjajakan aneka makanan untuk buka puasa di kawasan terminal Pasar Serikat Lubuk Basung Garagahan.

Muslim telah berjualan aneka takjil di kawasan tersebut selama 7 tahun terakhir, sejak memutuskan menetap di kampung halaman.

Muslim menjejerkan dagangannya di atas meja berukuran dua meter persegi. Dagangan dimasukan ke dalam wadah toples, ada juga dimasukan ke dalam plastik.

Ada beberapa takjil yang disediakan, seperti aneka cendol, kolak, es campur, sop buah, bakwan, mie goreng hingga onde-onde. Dagangannya dipatok harga mulai Rp1000 hingga Rp10.000.

Muslim dibantu anak gadisnya yang masih SMP. Ia mulai menjajakan aneka takjik sejak pukul 16.00 sore hingga menjelang Isya.

“Dari dulu sudah jualan, sejak pulang kampung tujuh tahun lalu. Macam-macam menu buka puasa. Jualan dibantu anak bungsu,” katanya.

Selama Ramadan imbuhnya, dalam sehari ia bisa menghabiskan belasan kilo bahan baku pembuatan panganan untuk takjil. 

Sejauh pengalaman katanya, jarang dagangannya yang tidak laku. Hampir habis semua. Kalau pun berlebih, ia menyedekahkan ke kerabat atau orang yang kebetulan lewat.

“Penghasilan tak menentu. Tapi bisa dirata-ratakan Rp600 ribu sehari,” pungkasnya. (*/Yh)

Baca Juga

Mobnas Tabrak Bocah di Pariaman
Respons Pemkab Agam Soal Pengadaan Mobil Dinas
DWP Kemendagri Salurkan Bantuan untuk ASN Korban Bencana di Kabupaten Agam
DWP Kemendagri Salurkan Bantuan untuk ASN Korban Bencana di Kabupaten Agam
PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan langkah nyata dalam percepatan pemulihan Sumatra Barat
Pascabencana Sumbar, Kementerian PU-Brantas Abipraya Rehab 2 Masjid dan Bangun 2 Sekolah di Palembayan
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau pengerjaan bailey yang dibangun di jalan provinsi ruas Sicincin–Simpang Balingka di Malalak,
Menteri PU Kebut Fungsional Jalan Malalak Jelang Ramadan, 2 Jembatan Bailey Dibangun
TNI AD sudah memasang lima jembatan bailey di Tanah Datar. Pemasangan ini dilakukan karena jembatan sebelumnya diterjang banjir bandang
TNI AD Bangun Jembatan Armco di Salimpauang
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana