Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan Gelar Penyuluhan Keliling Cegah Demam Berdarah

Kasus DBD Padang di awal 2024 ini mengalami penurunan dibandingkan 2023 lalu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, total kasus DBD di Padang

Ilustrasi - Aedes Aegypti (Foto: Pixabay)

Langgam.id – Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan di Kabupaten Pesisir Selatan melaksanakan penyuluhan keliling tentang pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kepala Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan, Idris, SKM, menjelaskan bahwa DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, umumnya terjadi di wilayah tropis dan subtropis.

“DBD biasanya meningkat saat musim hujan, dengan genangan air yang muncul sebagai tempat berkembang biak nyamuk. Dengan melihat potensi peningkatan kasus, penting bagi kita untuk waspada dan mencegah DBD di lingkungan sekitar,” ungkap Idris, kemarin.

Atas instruksi Kepala Puskesmas, tim Promosi Kesehatan diberikan tugas untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap DBD. Mereka juga berkoordinasi dengan pemerintah nagari setempat untuk mengedukasi warga melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang disosialisasikan langsung kepada masyarakat.

Tim Promosi Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kebiasaan menggantung pakaian, dan menggunakan obat anti nyamuk saat berada di luar rumah, terutama sore hari. Mereka juga mendorong warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika merasa tidak sehat.

Selain ini, petugas juga melakukan koordinasi dengan pemerintah nagari setempat untuk menindaklanjuti kasus DBD yang ada di nagari, melalui Himbauan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN dan di sebarkan atau di beritahuan kepada masyarakat.

Lebih lanjut petugas Promosi Kesehatan menjelaskan dengan menjaga kebersihan lingkungan, hindari prilaku yang suka mengantung pakaian, duduk di luar rumah saat sore hari. 

Kemudian mengusahakan untuk memakai obat oles anti nyamuk saat bepergian, dan apabila merasa sakit segera memeriksakannya ke fasilitas kesehatan atau petugas kesehatan yang ada. 

Tidak kalah pentingnya pula agar masyarakat menjankan 3M Plus: Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin.

Menutup rapat-rapat tempat penampungan air. Mendaur ulang/memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan.
Plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk. 

Antara dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk. Menanam tanaman pengusir nyamuk. Tidur menggunakan kelambu. Memasang kawat kasa di lubang ventilasi. Menggunakan repellent/ lotion anti nyamuk. Tidak menggantung pakaian yang sudah dipakai. 

“Mari bersama kita lakukan langkah-langkah pencegahan penyakit DBD tersebut untuk mencegah penularannya di sekitar kita, ” kata Idris. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar secara tegas meminta Kepolisian Republik Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup,
Longsor di Tambang Emas Ilegal Kembali Telan Korban Jiwa, Polisi Didesak Tangkap Pemodal
Longsor Tambang Ilegal Solok Selatan, Polisi Sebut Tidak Ada Penggunaan Alat Berat
Longsor Tambang Ilegal Solok Selatan, Polisi Sebut Tidak Ada Penggunaan Alat Berat
Porprov Sumbar 2026, Kota Padang Sabet 3 Emas Dalam Ajang Balap Motor
Porprov Sumbar 2026, Kota Padang Sabet 3 Emas Dalam Ajang Balap Motor
Sidang Pemuda Mentawai Yogi Starlink, Pengacara Nilai Tuntutan Jaksa Abaikan Fakta Persidangan
Sidang Pemuda Mentawai Yogi Starlink, Pengacara Nilai Tuntutan Jaksa Abaikan Fakta Persidangan
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Dishub Sumbar mencatat ada sebanyak 12 ruas jalan yang rawan longsor di wilayah Provinsi Sumbar.
Kronologi Longsor Tambang Emas Solok Selatan Renggut 4 Korban Jiwa
UNAND Gelar ICSAB 2026, Dorong Inovasi Pertanian Cerdas untuk Ketahanan Pangan
UNAND Gelar ICSAB 2026, Dorong Inovasi Pertanian Cerdas untuk Ketahanan Pangan