Langgam.id- Imran Nahumarury gagal mengangkat performa Semen Padang FC dari jurang degradasi pada Super League 2025/2026. Ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Maret 2026, Imran justru mencatatkan hasil minor dalam 10 pertandingan terakhir musim ini.
Dari 11 laga yang dijalani bersama Kabau Sirah, Imran Nahumarury hanya mampu mempersembahkan satu kemenangan pada awal debutnya dengan Kabau Sirah, sementara sembilan pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Satu-satunya kemenangan Semen Padang di era Imran terjadi saat menghadapi PSBS Biak di tandang dengan skor 0-2 ada 9 Maret 2026 di Stadion Maguwoharjo.
Namun setelah kemenangan tersebut, Semen Padang kembali terpuruk dan gagal meraih poin hingga akhir musim. Bahkan dalam beberapa pertandingan, Kabau Sirah harus menelan kekalahan telak.
Selama ditangani Imran Nahumarury, Semen Padang hanya mampu mencetak empat gol dan kebobolan 31 gol. Kekalahan terbesar terjadi saat dibantai Persebaya Surabaya dengan skor 0-7 di Gor Haji Agus Salim Padang 15 Mei 2026.
Rentetan hasil buruk tersebut membuat Semen Padang dipastikan finis di posisi ke-17 klasemen akhir dengan raihan 20 poin, dan harus turun kasta ke Liga 2 Indonesia musim depan.
Berikut catatan pertandingan Semen Padang di bawah asuhan Imran Nahumarury:
Menang 0- 2 dari PSBS Biak
Kalah 0-2 dari Persib Bandung
Kalah 1-2 dari Persis Solo
Kalah 0-2 dari Persijap Jepara
Kalah 0-3 dari Borneo FC
Kalah 0-4 dari Madura United
Kalah 0-1 dari Dewa United
Kalah 0-3 atas Persik Kediri
Kalah 0-7 dari Persebaya Surabaya
Kalah 0-3 dari Persija Jakarta
Dari 34 pertandingan yang dijalani, Semen Padang hanya mampu mencetak 22 gol, dan kebobolan hingga 65 kali. Catatan itu membuat Semen Padang memiliki selisih gol minus 43.
Produktivitas gol Semen Padang juga menjadi yang terendah kedua, di kompetisi musim ini. Sementara jumlah kebobolan 65 gol menempatkan Kabau Sirah sebagai salah satu tim dengan pertahanan terburuk di Super League 2025/2026. (HER)





