Petani dan Nelayan Jadi Penopang Ekonomi Padang, Wawako Ajak Generasi Muda Jadi Motor Inovasi

Petani dan Nelayan Jadi Penopang Ekonomi Padang, Wawako Ajak Generasi Muda Jadi Motor Inovasi

Foto: Diskominfo Padang

Langgam.id - Petani dan nelayan, baik yang telah lama mengabdi maupun generasi milenial yang mulai bermunculan, memegang peran penting bagi keberlanjutan ekonomi Kota Padang. Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat bertemu dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan para petani di Balai Kota Aia Pacah, Sabtu (30/8/2025).

“Atas nama Pemerintah Kota Padang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Selama ini bapak-ibu semua telah menjadi penopang ketahanan ekonomi kita, khususnya melalui sektor pertanian dan perikanan,” ujar Maigus Nasir, dilansir dari Diskominfo Kota Padang, Minggu (31/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Maigus menekankan pentingnya kolaborasi. Ia mengingatkan bahwa pola pembangunan daerah akan berubah mulai 2026 mendatang.
“APBD akan dipotong 25 persen karena sebagian besar proyek ditarik ke pusat. Artinya, kita tidak bisa lagi bergantung pada dana pemerintah. Kita harus kreatif, berinovasi, dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada. Tidak bisa jalan sendiri, tapi harus bersama-sama,” tegasnya.

Wawako juga memberi semangat khusus kepada petani dan nelayan milenial. Ia mencontohkan seorang pemuda yang sukses membudidayakan kepiting lunak hingga menjadi inspirasi bagi daerah lain.
“Anak-anak muda ini harus jadi motor perubahan. Dengan semangat, kreativitas, dan inovasi, mereka bisa membawa pertanian dan perikanan Padang ke level yang lebih maju. Cita-cita Wali Kota Fadly Amran hanya dua: menjadikan Padang sebagai kota wisata dan pendidikan. Pertanian dan perikanan bisa jadi penopang utama mewujudkan itu,” tutur Maigus yang akrab disapa Buya Maigus.

Ia menambahkan, peran petani dan nelayan sangat vital, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden.

Sementara itu, Ketua KTNA Kota Padang, Zainal Rajo Lelo, menyambut baik pertemuan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus penyampaian aspirasi.
“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa bertemu langsung dengan Wakil Wali Kota dan dinas terkait. Ini kesempatan emas bagi petani dan nelayan untuk menyuarakan kebutuhan serta harapan mereka,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui perbaikan lahan dan pemanfaatan teknologi.
“Sesuai program pemerintah, kita berkomitmen pada swasembada pangan. Padang masih punya lahan sawah yang luas, dan kita berharap produksi padi, jagung, dan kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Yoice juga menekankan bahwa petani dan nelayan tidak boleh stagnan. “Mereka harus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar bisa ikut mendorong kejayaan Kota Padang di masa depan,” pungkasnya. (*/Yh)

Baca Juga

Muswil V SPI Sumbar Menyatukan Tekad Petani untuk Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan: Tagakan Marwah Sako, Pertahankan Pusako!
Muswil V SPI Sumbar Menyatukan Tekad Petani untuk Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan: Tagakan Marwah Sako, Pertahankan Pusako!
Petani Kumbang Jantan Galakkan Pembuatan Ecoenzyme dan MOL: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan
Petani Kumbang Jantan Galakkan Pembuatan Ecoenzyme dan MOL: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: 80 persen nelayan di Kota Padang masih menggunakan alat tangkap tradisional.
Hasil Tangkap Ikan di Padang Turun 40 Persen
Pemprov Sumbar Asuransikan 7.000 Nelayan
Pemprov Sumbar Asuransikan 7.000 Nelayan
Petani di Padang Panjang Kini Dapat Perlindungan Asuransi dari Risiko Gagal Panen
Petani di Padang Panjang Kini Dapat Perlindungan Asuransi dari Risiko Gagal Panen
Asysyfa Maisarah, Anak Buruh Tani Asal Limapuluh Kota Merajut Mimpi di UGM
Asysyfa Maisarah, Anak Buruh Tani Asal Limapuluh Kota Merajut Mimpi di UGM