Peringatan Hari Jadi Sumbar ke-76, Pejabat dan Anggota DPRD Kenakan Baju Adat di Paripurna 

Langgam.id-Hari Jadi Sumbar

DPRD gelar rapat paripurna untuk memperingati Hari Jadi Sumbar ke-76. [foto: Rahmadi/langgam.id]

nLanggam.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna untuk memperingati Hari Jadi Sumbar ke-76 di ruang rapat utama Gedung DPRD Sumbar, Jumat (1/10/2021).

Saat rapat paripurna ini, sejumlah pejabat yang hadir dan anggota DPRD Sumbar mengenakan berbagai macam baju adat Minangkabau. Seperti baju marapulai, ninik mamak, baju dubalang, dan lainnya.

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, sesuai Perda Sumbar Nomor 4 Tahun 2019 tentang Hari Jadi Sumbar, tanggal 1 Oktober 1945 dijadikan sebagai titik tolak hari jadi sebagai satu kesatuan wilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Oleh sebab itu, pada setiap tanggal 1 Oktober, dilakukan rapat paripurna DPRD dengan agenda peringatan hari jadi Sumbar. Dengan demikian, pada hari ini merupakan hari jadi Provinsi Sumbar ke-76,” katanya.

Dia menjelaskan, tema untuk peringatan hari jadi yang ke-76 adalah “Dengan Semangat Hari Jadi Sumatra Barat ke-76 Kita Wujudkan Sumatra Barat Madani Melalui Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dalam Menghadapi Covid-19″.

Baca juga: Hak Angket DPRD Sumbar ke Gubernur Dibahas Oktober Ini, Jadwal Belum Jelas

Ia mengharapkan, dengan semangat Hari Jadi Sumbar ini, dapat menjadi momentum bagi daerah untuk bangkit dan keluar dari kondisi keterpurukan. Serta momentum keluar dari permasalahan pandemi covid-19.

Peringatan ini sebutnya, diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan motivasi untuk membangun dan memajukan daerah. Apalagi di tengah-tengah badai pandemi covid-19 ini.

“Waktu 76 Tahun merupakan waktu yang cukup panjang bagi kita untuk membangun daerah yang kita cintai ini. Banyak sumber daya dan potensi yang kita miliki untuk membangun daerah,” katanya.

Meski demikian, menurutnya, cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Sumbar madani, maju sejahtera yang berbasiskan sumber daya manusia yang agamis, masih belum dapat diwujudkan seutuhnya.

Sebab saat ini kata Supardi, angka kemiskinan masih cukup tinggi. Yaitu pada angka 6,56 persen, tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,88 persen.

Serta, indeks daya saing daerah berada pada urutan terbawah di Sumatera, dengan skor 0.02.

“Hal ini perlu kita renungkan bersama dan menunjukkan banyak yang harus kita kerjakan untuk membangun Sumatra Barat madani, maju dan sejahtera yang berbasis SDM yang agamis,” katanya.

Supardi juga mengharapkan, peringatan hari jadi ke-76 dapat dijadikan momentum untuk bangkit dan mengejar ketinggalan-ketinggalan.

“Semua pihak harus jadikan semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Jadi Sumbar sebagai sumber motivasi dan sumber inovasi, untuk membangun daerah dan masyarakat,” pintanya.

Baca Juga

Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort De Kock, Kuasa Hukum Lapor Itwasum Polri
Audiensi KPID Sumbar bersama Ketua KNPI yang juga Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria. (Dok. KPID Sumbar)
KNPI Sumbar Dorong Gugus Tugas Pengawasan Medsos Segera Dibentuk, Perkuat Literasi Digital
Gubernur Mahyeldi Ansharullah beserta istri saat melayat ke rumah duka almarhum Syaiful Bahri (Pung) di Jalan Koto Baru No: 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sabtu (5/9/2026). (Dok. Biro Adpim Pemprov Sumbar)
Kadis Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri Meninggal Dunia, Gubernur Mahyeldi: Beliau Penuh Dedikasi!
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Arry Yuswandi. (Foto: Biro Adpim Pemprov Sumbar)
Eks Kabiro PBJ Sumbar Cuti Usai Viral Kasus Video Mesra, Ini Penjelasan Sekda Soal Dugaan Disiplin
Gubernur Mahyeldi Dorong UNAND Jadi Pusat Inovasi Energi Masa Depan
Gubernur Mahyeldi Dorong UNAND Jadi Pusat Inovasi Energi Masa Depan
Pemprov Sumbar Jalin MoU dengan Jambi hingga Riau Soal Atasi Kabut Asap
Pemprov Sumbar Jalin MoU dengan Jambi hingga Riau Soal Atasi Kabut Asap