Pemilik Bus PO ANS Haji Anas Meninggal Dunia

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Pemilik PO ANS Haji Anas Sutan Jamaris meninggal dunia pada Jumat (11/03/2022).

Bus PO ANS. (Sumbar Instagram @pt.ans.official)

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Pemilik Perusahaan Otobus (PO) ANS Haji Anas Sutan Jamaris meninggal dunia pada Jumat (11/03/2022).

Langgam.id – Pemilik Perusahaan Otobus (PO) ANS Haji Anas Sutan Jamaris meninggal dunia pada Jumat (11/03/2022). Almarhum diketahui berasal dari Balingka Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

“Benar. Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina Padang sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Zul Efi Astar kepada Langgam.id Jumat (11/3/2022).

Zul Efi mengatakan, jenazah disemayamkan di rumah duka yang terletak di Jalan Bagindo Aziz Chan Alang Laweh Padang.

“Almarhum meninggal dunia di usia 89 tahun,” ujarnya.

Haji Anas mendirikan PT Anas Nasional Sejahtera atau ANS pada tahun 1960-an. ANS memiliki slogan Aman Nyaman Sampao Tujuan.

Baca juga: Sosok Anak Muda Solok di Balik Beroperasinya PO Merah Sari, Bus Sumbar-Jakarta Nan Legendaris

ANS yang didirikan Haji Anas juga pernah menjadi salah satu perusahaan otobus tersebar di Sumatra. Malah pada era 1980-an hingga 1990-an, ANS pernah melayanani rute Banda Aceh hingga Denpasar Bali.

—

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Pelatih Semen Padang Fc Nil Maizar
Manajemen Pecat Pelatih Semen Padang FC Nil Maizar
Semen Padang Fc Kalah Tipis 0-1 dari PSPS Riau
Semen Padang Fc Kalah Tipis 0-1 dari PSPS Riau
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi
Breaking News! 8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
Gubernur Sumbar Mahyeldi
HUT ke-81 Sumbar, Mahyeldi Ungkap 35 Indikator Pembangunan Masih Perlu Dikebut
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru