Museum di Balai Kota Lama Padang, Tempat Seru Belajar Sejarah ala Generasi Muda

Museum di Balai Kota Lama Padang, Tempat Seru Belajar Sejarah ala Generasi Muda

Foto: Info Publik Padang

Langgam.id – Aulia Maulina, siswi SMP 2 Kota Padang, tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya saat pertama kali melangkah masuk ke Museum dan Galeri Arsip Statis di Balai Kota Lama, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Bersama teman-teman sekolahnya, Aulia menikmati pengalaman unik belajar sejarah yang dikemas modern dan interaktif.

“Belajar di museum ternyata tidak membosankan. Tinggal scan barcode, kita bisa membaca sejarah dari setiap foto yang terpajang,” ujar Aulia penuh antusias pada Sabtu (7/12/2024), sebagaimana dilansir dari InfoPublik Padang, Minggu (8/12/2024).

Museum ini membawa pengunjung menelusuri jejak sejarah Kota Padang, mulai dari pembangunan Gedung Balaikota Lama tahun 1931 hingga koleksi benda bersejarah seperti stempel, mesin ketik, dan perjalanan para wali kota dari masa ke masa.

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah teknologi barcode yang terpasang pada setiap koleksi. Pengunjung cukup memindai barcode untuk mendapatkan informasi lengkap, menjadikan pembelajaran sejarah terasa lebih menyenangkan dan interaktif.

“Lewat scan barcode, kita bisa tahu sejarah Kota Padang dengan cara yang seru. Rasanya seperti berpetualang sambil belajar,” tambah Aulia.

Tak hanya konten informatif, museum ini juga memikat dengan arsitektur bangunannya yang ikonik. Gaya klasik gedung berusia hampir seabad ini membawa suasana nostalgia yang unik.
“Gaya bangunan klasiknya seperti mengajak kita kembali ke masa lalu. Setiap sudutnya bercerita,” kata Aulia.

Selain menyerap pengetahuan, Aulia dan teman-temannya tak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan momen di setiap sudut museum. Dengan konsep yang modern sekaligus instagramable, museum ini menjadi magnet bagi generasi muda.

“Kalau museum dibuat semenarik ini, pasti lebih banyak anak muda yang tertarik datang. Belajar sejarah jadi lebih seru dan bisa sekalian foto-foto,” ujarnya.

Kunjungan ini membuktikan bahwa Museum dan Galeri Arsip Statis bukan hanya menjadi tempat menyimpan sejarah, tetapi juga sarana belajar yang kreatif dan menginspirasi bagi generasi muda. Di tangan inovasi, belajar sejarah kini tak lagi terasa membosankan, melainkan menjadi pengalaman seru yang layak diabadikan. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

Kebakaran Ponpes Bustanul Yaqin di Lubuk Alung: dari Ruang Kelas hingga Asrama Santriwati
Kebakaran Ponpes Bustanul Yaqin di Lubuk Alung: dari Ruang Kelas hingga Asrama Santriwati
Pemko Padang Bidik Kota Gastronomi UNESCO, Finalisasi Dossier Tuntas
Pemko Padang Bidik Kota Gastronomi UNESCO, Finalisasi Dossier Tuntas
Porprov Sumbar 2026, KONI Pastikan Seluruh Tuan Rumah Siap Sambut Kirab Api hingga Pembukaan 2 Oktober
Porprov Sumbar 2026, KONI Pastikan Seluruh Tuan Rumah Siap Sambut Kirab Api hingga Pembukaan 2 Oktober
BNPB Serahkan 3 Unit Huntap Mandiri dengan Material Sepablock PT Semen Padang
BNPB Serahkan 3 Unit Huntap Mandiri dengan Material Sepablock PT Semen Padang
Ahli Geologi Ungkap Penyebab Krisis Air di Kuranji dan Pauh Pascabencana
Ahli Geologi Ungkap Penyebab Krisis Air di Kuranji dan Pauh Pascabencana
Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Sengketa Lahan Kampus Fort De Kock, Kuasa Hukum: Pemko Harusnya Tempuh PK Bukan Kekerasan