Langgam.id – Ada yang istimewa dari peringatan hari Kartini tahun ini di lingkungan PLN UP3 Padang.
Ya, momentum peringatan Hari Kartini tahun ini diperingati dengan mengadakan acara Go Green Cooking atau Lomba Memasak dengan menggunakan Kompor Induksi. Acara dengan tema “Capailah Impianmu dan jadilah pelopor Go Green dengan menggunakan Kompor Induksi” tersebut diselenggarakan di Hotel Ibis Padang pada Senin (22/4/2019).
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat Nevi Zuairina, Ketua Tim PKK Kota Padang, Harneli Bahar, para stakeholder utama PLN, pelanggan besar, dan seluruh jajaran manajemen PLN UIW Sumbar dan UP3 Padang.
General Manager PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto, mengungkapkan bahwa acara yang diselenggarakan oleh PLN UP3 Padang merupakan bentuk apresiasi PLN terhadap para perempuan di Kota Padang sekaligus juga memperkenalkan budaya Electrifying Style.
“Kehadiran kompor induksi saat ini semakin diminati, Kompor Induksi yang menggunakan energi listrik ini tidak menghasilkan panas namun menginduksi peralatan masak yang digunakan, sehingga suasana di dapur tetap nyaman dan bersih. Saya yakin ibu-ibu dirumah pasti sangat senang bila dapat dapat memasak dengan lebih nyaman, mudah, murah,” sahut Bambang.
Selain itu, Bambang juga menjelaskan kelebihan lain yang ditawarkan oleh Kompor Induksi, diantaranya, memiliki suhu yang stabil, sehingga sangat cepat untuk memanaskan makanan dan sangat menghemat waktu. Praktis, bisa dibawa kemana saja, mudah dibersihkan dan memiliki tampilan yang menarik atau stylish.
“Bila dilihat dari sisi ekonomis, tentu kompor induksi jadi jauh lebih unggul dibanding kompor biasa. Contoh: Estimasi kebutuhan per bulan per kepala keluarga untuk gas LPG sebanyak 9kg setara dengan Rp. 89.820,- sementara dengan kompor induksi sebanyak 45 kWh atau setara dengan Rp. 60.840,- sehingga mendapatkan efisiendsi biaya 67 persen dari kompor konvensional. Selain itu, tingkat efisiensi yang didapatkan jika menggunakan kompor induksi sekitar 33 persen dibandingkan menggunakan kompor konvensional," jelas Bambang.
Sebelum pelaksanaan lomba masak, PIKK UP3 Padang mengadakan Lomba Pakaian Adat Nusantara dan Seminar dengan tema "Semoga Perempuan Indonesia Semakin Hebat dalam Berkarya namun Tetap Mengutamakan Keluarganya" dengan menghadirkan narasumber Dosen Universitas Negeri Padang (UNP) Dr. Yuliana Sp. MSi dan Ketua PIKK PLN UIW Sumbar, Estiana.
Materi yang disampaikan terkait dengan peran perempuan yang hebat akan menghasilkan generasi yang tangguh untuk membangun bangsa dan negara.
Selama perlombaan memasak berlangsung, baik peserta maupun penonton nampak antusias menyaksikan keunggulan kompor induksi. Dari perlombaan tersebut juga terlihat bahwa waktu yang dibutuhkan kompor induksi kapasitas 1800 watt untuk memasak 1 liter air sampai mendidih lebih cepat dibandingkan dengan kompor konvensional.
Acara perlombaan tersebut juga dimanfaatkan oleh PLN untuk menawarkan program diskon tambah daya yang saat ini bisa dinikmati oleh seluruh pelanggan rumah tangga di Indonesia. Program menembus batas diskon tambah daya sebesar 50%. PLN juga memberikan diskon tambah daya sebesar 75% bagi pelanggan rumah tangga yang memiliki kompor Induksi.
Di acara ini PLN juga melakukan penandatanganan komitmen dengan para stakeholder. Adapun bersama dengan Stakeholder, PLN akan berkomitmen untuk mendukung Investasi Sektor Pariwisata di Sumatera Barat dan mendukung Go Green dengan penerapan budaya penggunaan peralatan listrik. Di akhir acara PLN juga menobatkan Ibu Harneli Bahar sebagai Duta Kompor Induksi. (ril)