Mengenang Nasrul Syahrun, Bupati yang Menghidupkan Pertanian di Padang Pariaman

Mengenang Nasrul Syahrun, Bupati yang Menghidupkan Pertanian di Padang Pariaman

Mantan Bupati Padang Pariaman Alm Nasrul Syahrun. (Foto: Pemkab Padang Pariaman/padangpariamankab.go.id)

Langgam.id – Hawa dingin masih menyelimuti suasana yang ada di desa. Embun pagi yang berkilauan terpancar indah dibalik dedaunan. Terlihat samar-samar jalanan yang sedikit terhalang berkabut. Beberapa manusia sudah siap untuk menjalani aktifitasnya masing-masing. Saut-sautan anak kecil berteriak memanggil teman-temannya untuk bermain.

Di sisi rumah tua yang besar nampak seorang pria muda tengah merawat ibunya yang sedang sakit. Padahal dalam waktu dekat ia harus mengejar waktu untuk dapat mengikuti perkuliahan yang ia jalani di Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Iya, dialah Nasrul Syahrun, pemuda yang santun dan sungguh berbakti kepada orang tuanya. Meskipun harus berlomba dengan waktu karena harus membagi waktu antara mengurus ibu dan belajarnya, namun tidak menyulutkan semangatnya untuk terus mengejar cita-cita dan meraih gelar insinyur.

Nasrul Syahrun lahir di Limau Purut, 14 Mei 1945 seorang sosok yang dikenal dengan sifatnya yang santun dan ramah membuat ia disenangi oleh banyak orang, terutama oleh keluarga.

“Kesabaran beliau dalam mengurus ibunya yang sakit selama sepuluh tahun dapat menggambarkan betapa ramah dan santunnya ia kepada orang tuanya,” ujar Syaf C Mato keponakan Nasrul, dikutip dari laman resmi Pemkab Padang Pariaman, Sabtu (17/10/2020).

Ia mengatakan Nasrul memiliki 3 saudara dan ia satu-satunya anak laki-laki di tengah keluarga Siti Baheram dan Sutan Syahrun.

Meskipun berasal dari keluarga pedagang besar di Kota Padang, tidak membuat karakter Nasrun menjadi manja dan terus ingin berusaha menjadi lebih sukses tanpa mengandalkan harta orang tuanya.

Kelak ketika menjadi Bupati Padang Pariaman periode 1994-1999, karakternya yang pekerja keras begitu mencolok. Kesuksesan seorang Ir. H. Nasrul Syahrun dapat dilihat selama masa kepemimpinannya di Kabupaten Padang Pariaman sejak 4 Januari 1994.

Pada masa kepemimpinannya, ia selalu memiliki visi misi yang panjang untuk ke depannya, istilah orang sekarang visioner agar bisa mewujudkan Padang Pariaman menjadi lebih baik. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Jonpriadi yang sudah bekerja di Padang Pariaman pada masa pemerintahan Nasrul.

“Bapak Nasrul Syahrun terkenal dengan sifat mengayominya yang luar biasa, di mana dapat dikatakan ia termasuk jarang marah kepada stafnya, ia selalu berusaha menjalin hubungan baik dengan seluruh staf, memiliki rasa empati yang tinggi menjadikan ia disenangi dan dekat dengan stafnya,” terang Jon.

Jonpriadi lebih lanjut menjelaskan bahwa Bupati Nasrul pernah bercerita bahwa rasa empati yang tinggi dapat menjalin emosional yang baik antara pimpinan dan staf. Ketika hubungan telah baik maka kedisiplinan akan mudah untuk diterapkan.

Ia juga menambahkan pada masa memimpin Kabupaten Padang Pariaman, pria yang memiliki empat orang anak itu telah melahirkan beberapa inovasi demi kemajuan Padang Pariaman terutama pada bidang pertanian. sehingga bisa dilihat dampaknya sampai saat ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor pertanian selalu menempati peringkat tertinggi.

“Bupati periode 1994-1999 ini juga sangat dikenal dengan kedisipilinan yang bagus, memiliki pelayanan administrasi dan birokrasi terstruktur dengan jelas sehingga memudahkan stafnya dalam menjalankan pekerjaan juga dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Karena keramahan dan kedekatannya dengan masyarakat, ia juga dikenal dengan bulan pertolongan. Sapaan ini diberikan oleh guru besar Pimpinan Pesantren Buya H. Iskandar Tuanku Mudo kepada Nasrul Syahrun saat berkunjung ke pesantren di Lubuk Pandan.

Di mana panggilan ini menjadi pameo ditengah masyarakat karena di setiap kali ada momen bicara di forum resmi namanya selalu disebut sebagai Bulan Pertolongan.

Namun kini sang “Bulan Pertolongan” telah telah pergi tapi  jasa dan namanya akan tetap diingat dan tetap harum di hati masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.

Nasrul menghembuskan nafas terakhir di Bandung pada Rabu 14 Oktober 2020 pukul 15:45 WIB di Rumah Sakit Umum Santo Yusuf Ciracas Bandung, Jawa Barat dalam usia 75 tahun. (*/HFS)

Tag:

Baca Juga

Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort De Kock, Kuasa Hukum Lapor Itwasum Polri
Mahasiswa Unand berbagi makanan ke ojol dan warga Padang usai lulus ujian tesis. (Dok. Istimewa)
Mahasiswa Unand Rayakan Kelulusan Tesis dengan Bagi-bagi Makanan ke Ojol dan Warga Padang, Viral di TikTok
Dokter Spesialis Paru Subspesialis Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan Konsultan, Dr. dr. Roni Permana, SpP. Subsp.PKL (K) FISR. (Dok. Istimewa)
Dokter Paru Sebut Kabut Asap Sumbar Mengandung PM2,5 hingga Karbon Monoksida, Bisa Masuk ke Aliran Darah!
Muhammad Taufik
Saatnya Sekolah dan Kampus Mengajarkan Pembangkangan Sipil?
Ilustrasi - angin kencang. (Foto: MarcNoel/pixabay.com)
Sejumlah Wilayah Sumbar Berpotensi Dilanda Angin Kencang, Mentawai Paling Kuat
Audiensi KPID Sumbar bersama Ketua KNPI yang juga Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria. (Dok. KPID Sumbar)
KNPI Sumbar Dorong Gugus Tugas Pengawasan Medsos Segera Dibentuk, Perkuat Literasi Digital