Mengenal Kampuang Sarugo, Kampung Adat di Limapuluh Kota

KAMPUANG SARUGO

Kampuang Sarugo di Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota (Foto: www.sumbarprov.go.id)

Langgam.id – Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jeruk di Sumatra Barat (Sumbar) ternyata juga memiliki objek wisata yang yang menawan.

Sama halnya seperti Kawasan Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan, daerah Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi juga memiliki kawasan Rumah Gadang yang dinamai Kampuang Sarugo atau Saribu Gonjong.

Nagari yang terletak di deretan Bukit Barisan itu secara administrasi masuk dalam wilayah Kecamatan Gunuang Omeh.

Sebagian Rumah Gadang yang ada di Kampuang Sarugo tersebut juga dijadikan sebagai tempat penginapan untuk wisatawan.

Yazid (25) seorang pegawai nagari di Koto Tinggi menyebutkan, bahwa di Kampuang Sarugo terdapat 29 Rumah Gadang dengan masing-masing ukuran sekitar 5×16 meter.

Baca Juga: Nagari Paninjauan Tanah Datar Layak untuk Destinasi Agrowisata

Dan uniknya, rata-rata Rumah Gadang di Kampuang Sarugo memiliki 5 gonjong. “Itu mencerminkan Rukun Islam,” ujar Yazid dikutip dari situs resmi milik Pemprov Sumbar, sumbarprov.go.id, Minggu (27/9/2020).

Dijelaskan Yazid, Kampuang Sarugo diresmikan pada akhir Agustus 2019. “Akhir pekan dan libur panjang, Kampuang Sarugo akan ramai dikunjungi wisatawan. Ada yang sekedar menikmati agrowisata jeruk dan bermain di sungai,” ungkapnya.

Lalu, juga ada wisatawan yang bermalam di Kampuang Sarugo. “Ada juga yang bermalam di sini, di Rumah Gadang, meski belum semua Rumah Gadang dijadikan homestay, minat wisatawan cukup tinggi untuk menginap,” jelasnya.

Meskipun memiliki keindahan alam yang menawan serta objek wisata yang mempesona, daerah Koti Tinggi ternyata masih kekurangan jaringan komunikasi.

Di daerah itu akses internet hanya bisa didapatkan melalui jaringan wifi yang dimiliki beberapa orang saja.

Padahal, saat ini Kampuang Sarugo masuk dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2020 dengan kategori Kampung Adat.

Untuk pembinaan dan promosi wisata, saat ini Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Komunikasi dan Informatika telah memfasilitasi pembuatan website dan media sosial Kampuang Sarugo.

“Kita juga mohon Kominfo Provinsi turut mempublikasikan Kampuang Sarugo agar dapat API 2020. Jika dapat penghargaan, otomatis Kampuang Sarugo juga terangkat dan lebih dikenal orang,” katanya. (*/ZE)

Baca Juga

Bulan Ramadan 1445 Hijriah akan memasuki 10 malam yang terakhir. Oleh karena itu dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dengan berdzikir,
Pengasuh Ponpes Ungkap Kondisi Santri yang Diduga Diintimidasi saat Beribadah
Perlindungan Hukum bagi Santri di Tengah Intoleransi Intra-Umat
Perlindungan Hukum bagi Santri di Tengah Intoleransi Intra-Umat
Buntut Tahanan Kabur, Propam Polda Sumbar Periksa Sejumlah Personel Polsek Lubuk Begalung
Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi Santri saat Beribadah di Limapuluh Kota
Santri di Limapuluh Kota Diduga Diintimidasi saat Beribadah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Santri di Limapuluh Kota Diduga Diintimidasi saat Beribadah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Truk Masuk Jurang di Limapuluh Kota, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit
Truk Masuk Jurang di Limapuluh Kota, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit