Melihat Semangat Kaka, Calon Mahasiswa Disabilitas Ikuti UTBK di UNP

Melihat Semangat Kaka, Calon Mahasiswa Disabilitas Ikuti UTBK di UNP

Kaka, calon mahasiswa disabilitas (tuna rungu) yang mengikuti UTBK di UNP. (Foto: Dok. Humas)

Langgam.id – Di tengah hiruk pikuk peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Padang (UNP), terdapat pemandangan yang berbeda. Kasyfu Khabir, seorang calon mahasiswa baru dari Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, memasuki ruangan ujian di sesi 7 dengan didampingi oleh sejumlah panitia.

Kasyfu Khabir, yang akrab disapa Kaka, merupakan peserta UTBK-SNBT berkebutuhan khusus (disabilitas) yang memilih lokasi tes di UNP. Keterbatasannya yang tidak bisa mendengar (Tuna Rungu) tak menghambat semangatnya untuk menggapai cita-cita dan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Kaka yang dulunya normal sejak lahir, terpaksa harus menjalani operasi karena tumor di otaknya. Operasi tersebut mengakibatkan kerusakan pada saraf pendengarannya, sehingga ia tidak bisa mendengar.

Meskipun memiliki keterbatasan, Kaka tetap menunjukkan semangatnya untuk belajar dan bersekolah. Ia bahkan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi dengan memilih jurusan Perpustakaan di UNP.

“Dia yang daftar sendiri (UTBK), kemudian saya arahkan untuk ambil animasi saja agar bisa bekerja sendiri, ternyata dia tidak mau, kemudian saya sarankan lagi memilih Perpustakaan dan dia tertarik. Dia pilih Perpustakaan di UNP,” terang Dewi Marlina, orang tua Kaka, dikutip dari laman kampus, Minggu (5/5/2024).

Semangat Kaka untuk meraih pendidikan tinggi mendapat dukungan penuh dari UNP. Panitia UTBK-SNBT UNP mendampinginya selama proses ujian, memastikan ia dapat melaksanakan ujian dengan nyaman.

“Kita dampingi nanti sampai dia mulai ujian, kalau ujian sudah mulai baru kita tinggal. Posisinya dia (Kaka) mendaftar di sesi umum, harusnya dicentang disabilitas (saat proses mendaftar) dikasih keterangan untuk berada di sesi khusus, sesi tiga pasti akan kita layanan secara khusus. Tapi ketika mereka melapor maka kita laksanakan, kita akomodir dan kita dampingi saja untuk sementara sampai ujian dimulai, nanti kita tinggal. Kalau selesai ujian nanti baru dijemput lagi dengan orang tua,” terang Dr. Asrul Huda, S.Kom, M.Kom., Koordinator Pelaksana UTBK UNP.

UTBK sesi khusus disabilitas merupakan wujud komitmen UNP untuk memberikan akses dan kesempatan menempuh pendidikan tinggi kepada seluruh calon mahasiswa. UNP menyediakan fasilitas yang ramah disabilitas seperti pendamping dan alat khusus untuk peserta disabilitas.

“Bagi peserta disabilitas pasti akan kita akomodir dan pengawasnya juga khusus. Biasanya komputernya berbeda kemudian aplikasinya juga berbeda, karena aplikasinya berbeda makanya pengawasnya juga khusus. Memang orang dari Pendidikan Luar Biasa kita ambil,” tambah Asrul.

Kisah perjuangan Kasyfu Khabir merupakan bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk meraih mimpi. Semangatnya yang pantang menyerah dan dukungan penuh dari UNP diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi calon mahasiswa lainnya, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

OJK Catat Simpanan Pelajar di Sumbar Capai Rp262,48 Miliar
OJK Catat Simpanan Pelajar di Sumbar Capai Rp262,48 Miliar
Polisi Soal Sumber Emas WN India: Diduga dari Tambang Ilegal di Sijunjung dan Solok
Polisi Soal Sumber Emas WN India: Diduga dari Tambang Ilegal di Sijunjung dan Solok
bmkg sumbar
Potensi Cuaca Ekstrem di Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
KONI Sumbar Ambil Alih Sementara KONI Agam, Revdi Iwan Syahputra Ditunjuk Jadi Caretaker
KONI Sumbar Ambil Alih Sementara KONI Agam, Revdi Iwan Syahputra Ditunjuk Jadi Caretaker
investasi, investasi emas
WN India Tampung-Jual Emas Ilegal Asal Sumbar untuk WN Malaysia
Punya Potensi 1.651 MW, Mahyeldi Tegaskan Komitmen Sumbar Kembangkan Energi Panas Bumi
Punya Potensi 1.651 MW, Mahyeldi Tegaskan Komitmen Sumbar Kembangkan Energi Panas Bumi