Langgam.id — Manajemen PT Bank Nagari tetap optimistis kinerja perseroan akan membaik pada 2026, meskipun sepanjang 2025 laba bersih terkoreksi menjadi Rp493,74 miliar akibat tekanan ekonomi yang masih berlangsung.
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan, berbagai indikator menunjukkan ruang perbaikan kinerja mulai terbuka seiring stabilisasi ekonomi nasional, pelonggaran tekanan suku bunga, serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah.
“Kami optimistis laba Bank Nagari pada 2026 dapat kembali berada di atas Rp500 miliar. Sejumlah strategi penguatan bisnis sudah kami siapkan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Gusti di Padang, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, salah satu pendorong utama kinerja tahun depan adalah peningkatan penyaluran kredit ke sektor produktif, terutama UMKM, perdagangan, serta pembiayaan berbasis ekosistem pemerintah daerah. Bank Nagari juga akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit guna menjaga kualitas aset.
Sepanjang 2025, perlambatan ekonomi global dan domestik membuat dunia usaha masih berhati-hati, sehingga pertumbuhan kredit tidak seagresif tahun-tahun sebelumnya. Namun, fundamental Bank Nagari dinilai tetap solid, dengan fungsi intermediasi yang berjalan baik serta tingkat kepercayaan nasabah yang terjaga.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) diproyeksikan terus tumbuh seiring perluasan layanan digital dan optimalisasi jaringan kantor. Manajemen menilai transformasi digital menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperluas basis nasabah.
Gusti menambahkan, Bank Nagari juga terus memperkuat manajemen risiko untuk menjaga rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tetap berada pada level aman. Langkah ini dinilai penting agar pertumbuhan laba tidak mengorbankan kualitas pembiayaan.
“Fokus kami bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi memastikan pertumbuhan itu sehat. Dengan efisiensi yang lebih baik dan biaya dana yang lebih terkendali, kami melihat peluang peningkatan margin pada 2026,” katanya.
Ke depan, Bank Nagari akan mengoptimalkan potensi bisnis dari proyek-proyek strategis daerah, BUMD, serta penguatan layanan kepada aparatur sipil negara (ASN). Manajemen meyakini, dengan strategi yang lebih adaptif dan kondisi ekonomi yang berangsur membaik, target laba di atas Rp500 miliar pada 2026 dapat tercapai.



