Mahasiswa Baru Unand Mulai Dikenalkan Karakter Andalasian

Mahasiswa Baru Unand Mulai Dikenalkan Karakter Andalasian

Peserta training karakter andalasian foto bersama Rektor Unand Yuliandri. (Foto: Humas Unand)

Langgam.id – Universitas Andalas (Unand) mulai mengenalkan karakter andalasian kepada mahasiswa baru, melalui pelatihan karakter andalasian yang dimulai pada Selasa (1/8/2023) di Gedung Auditorium Kampus Limau Manis.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Andalas Khandra Fahmi, Ph. D menuturkan pelatihan karakter andalasian ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

“Ini gelombang pertama dimulainya pelatihan karakter andalasian, di mana nantinya akan terbagi sebanyak delapan gelombang hingga tanggal 15 Agustus 2023 yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Universitas Andalas baik itu jalur SNBP,SNBT, dan SIMA,” sebutnya.

Khandra merinci jadwal pelatihan karakter ini gelombang I (1/8), Gelombang II (3/8), Gelombang III (7/8), Gelombang IV (8/8), Gelombang V (9/8), Gelombang VI (10/8), Gelombang VII (14/8), dan Gelombang VIII (15/8).

Kemudian, setiap gelombang berlangsung satu hari penuh (pagi-sore) diikuti oleh 900 mahasiswa yang akan ditraining oleh dosen-dosen dari Universitas Andalas bersama asisten trainer.

Sementara itu, Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri mengucapkan Selamat datang kepada  putra-putri terbaik bangsa, dan selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Andalas.

“Menjadi insan akademis merupakan langkah awal bagi mahasiswa baru untuk berkontribusi dalam kemajuan Universitas Andalas dan Indonesia,” ujarnya.

Rektor mengungkapkan untuk membangun sisi intelektual,  sisi emosional dan sisi spiritual, Universitas Andalas mengemasnya dalam bentuk karakter andalasian. 

Menurutnya, secara umum karakter andalasian mengajarkan SEJATI yakni Sabar, Empati, Jujur, Adil, Tanggung Jawab dan Ikhlas.

Lebih lanjut, ia menyampaikan training karakter andalasian ini merupakan bekal awal bagi semua mahasiswa baru pada saat awal bergabung di Universitas Andalas.

“Melalui training karakter andalasian diharapkan mahasiswa Universitas Andalas mampu mengenal diri, mengenal lingkungan dan mengenal bangsanya, sehingga sadar dari mana kita berasal, untuk apa kita di sini dan ke mana akhir tujuan hidup kita,” pungkasnya.

Adapun, para dosen trainer dalam kegiatan ini antara lain Kurniadi Ilham, M.Si Dosen Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas, Herlambang Tinasih Gusti, SP, Alumni Unand, Hasdi Putra, ST.,MT Dosen Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas, dan
Dr. Henny Herwina, S.SI.,M.Sc Dosen Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas.

Kemudian, Dr. Alexie Herryandrie Bronto Adi Dosen Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas, Dr. Eng. Ramadi Kurnia, ST, MT Dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Andalas, Dr. Eng. Dendi Adi Saputra M,MT Dosen Teknik Mesin Universitas Andalas
Ir. Henmaidi, Ph.D Dosen Jurusan Teknik Industri Universitas Andalas, dan Dr. dr. Arina Widya Murni, Sp.PD-KPSI,FINASIM Dosen Kedokteran Unand. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Puncak Arus Mudik Idul Adha 2026, Jalur Lembah Anai Padat Lancar
Puncak Arus Mudik Idul Adha 2026, Jalur Lembah Anai Padat Lancar
Walhi Sumbar Desak Penindakan Pemodal dan Pembeking Tambang Emas Ilegal, WPR Bukan Solusi!  
Walhi Sumbar Desak Penindakan Pemodal dan Pembeking Tambang Emas Ilegal, WPR Bukan Solusi!  
Kebakaran di kawasan komplek Tarantang, Kota Padang. (Dok. Damkar Padang)
Tiga Rumah Terbakar di Tarantang Padang, Dua Sepeda Motor Hangus
Polres Padang Panjang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang melibatkan kerugian laptop dan handphone dari sebuah
Pelaku Pencurian Kotak Amal di Palembayan Agam Ditangkap Saat Tidur di Rumah Orang Tua
Cabai keriting di salah satu toko pedagang. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Harga Cabai Keriting Lokal Tembus Rp55 Ribu/Kg Jelang Idul Adha di Padang
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan 
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan