Kualitas Udara di Kota Padang Mulai Membaik Pasca Hujan, Hari ini ISPU Berada di Angka 54

Kualitas Udara di Kota Padang Mulai Membaik Pasca Hujan, Hari ini ISPU Berada di Angka 54

Kondisi udara di Kota Padang mulai membaik. (Foto: LSM/Langgam)

Langgam.id- Sempat berada dikategori tidak sehat, kini kualitas udara di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai membaik. Hari ini, Senin, (23/10/2023) pukul 11.53 WIB Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada diangka 54 atau masuk kategori sedang.

“Berdasarkan hasil uji yang dilakukan, kualitas udara jauh lebih baik dari sebelumnya. Siang ini ISPU berada di angka 54 atau masuk kategori sedang,” kata Kepala DLH Sumbar Asben Hendri, Senin, (23/10/2023).

Katanya, sebelumnya pada 19 Oktober 2023 ISPU Kota Padang sempat berada diangka 103 dan 104 atau sudah termasuk kategori tidak sehat.

“Hari ini kualitas udara kita sudah mulai membaik. Faktor utamanya disebakan karena hujan yang menguyur Kota Padang malam tadi,” lanjutnya.

Kendati demikian, Asben Hendri tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan ataupun membakar sampah.

“Meskipun udara kita sudah mulai membaik, kami tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah dan lahan agar tidak ikut menyumbang asap,” ujarnya.

Lanjutnya, kepada seluruh masyarakat yang ingin keluar rumah juga tetap disarankan untuk memakai masker.

Sebegaimana diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar sebut udara yang buruk di Kota Padang merupakan kiriman dari provinsi tetangga, mulai dari asumatera Selatan, Jambi dan Riau. (LSM/Fs)

Tag:

Baca Juga

HK Kebut Pengerjaan Akses Tol 2,4 Km ke Lubuk Alung
HK Kebut Pengerjaan Akses Tol 2,4 Km ke Lubuk Alung
Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Cerita Tetangga Ambil Paksa Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung di Padang: Saya Menangis, Jejak Luka Banyak
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
Sejumlah warga Nagari Anduriang menyeberang sungai mengunakan rakit sederhana. (Foto: Ghaffar Ramdi/Langgam.id)
Ketika Rakit Darurat Jadi Jembatan Harapan Warga Anduriang Padang Pariaman
Ket: Citra deforestasi area PETI Sijunjung periode 2020-2024 [Sumber LBH Padang]
LBH Padang Ungkap 14,5 Ribu Hektare Hutan di Sijunjung Rusak karena Tambang Emas Ilegal 
Penampakan RD, pelaku penganiayaan anak kandung sendiri. (Foto: Dok. Polresta Padang)
Penampakan Ayah Kandung di Padang yang Aniaya Bayinya, Digiring ke Sel Tahanan