Korban Banjir Bandang di Sumbar, BPBD: 34 Orang Meninggal Dunia 

Langgam.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat merilis, korban banjir bandang mencapai 34 orang meninggal dunia hingga pukul 16.00 WIB, Minggu (12/5/2024)

“Data sementara korban meninggal dunia 34 orang,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumatra Barat Ilham Wahab kepada langgam.id.

Kata dia, 34 korban meninggal dunia itu tersebar di dua daerah, yaitu 18 orang meninggal dunia di Tanah Datar dan 16 orang di Agam.

Tim masih melakukan pencarian terhadap korban hilang. BPBD Sumbar telah membuat posko pengaduan bagi warga yang merasa kehilangan keluarganya. 

Pantau langgam.id di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, sejumlah rumah warga disapu banjir bandang. Beberapa kendaraan juga diterjang. Bahkan mobil-mobil yang awalnya terparkir di jalan berpindah ke atas atap hingga di tengah sawah. 

Tim masih melakukan proses pembersihan material. Material itu terdiri dari lumpur, kayu hingga batu-batu gelondong besar. (Yh/Is)

Baca Juga

Glamping Lakeside di Alahan Panjang saat dipasang garis polisi. (Foro: Polsek Lembah Gumanti)
Update Kasus Bulan Madu Berujung Maut di Glamping Lakeside, Polisi Akan Periksa 2 Dokter SPH
Tim medis RSUP M Djamil Padang melakukan perawatan kepada Sena, balita 3 tahun korban penganiayaan. (Irwanda/Langgam.id)
Pengobatan Balita Dianiaya Ayah Tiri Tak Ditangggung BPJS, Pemkab Solok Cari Solusi
Warga negara (Citizen Lawsuit) menuju PTUN Padang mendaftarkan gugatan. (Foto: LBH Padang)
Bupati hingga Gubernur Sumbar dan Kapolda Digugat Warga ke PTUN, Buntut Bencana Ekologis
Petugas KAI menutup perlintasan liar selebar dua meter di Padang Pariaman. (Foto: Humas KAI Divre II Sumbar)
KAI Divre II Sumbar Tutup Perlintasan Liar di Padang Pariaman
Massa aksi membakar ban dan menutut keadilan kematian Karim di Balai Kota. (Foto: Fajar Hardiansyah/Langgam.id)
Tuntutan Massa Aksi Kasus Kematian Karim: Copot Kepala Satpol PP Padang, Polisi Usut Tuntas
Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Sumbar, R. Darma Wijaya. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Perum Bulog Sumbar Akui Harga Minyakita Masih Tembus HET, Distribusi Diklaim Aman