Langgam.id — Kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan penguatan sepanjang 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total aset BPR dan BPR Syariah di Sumbar mencapai sekitar Rp3,12 triliun per Desember 2025, tumbuh dua digit dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.
Kepala OJK Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan, pertumbuhan aset tersebut mencerminkan peran Bank Perekonomian Rakyat yang semakin penting dalam menopang aktivitas ekonomi daerah, khususnya pada segmen usaha mikro dan kecil.
“Secara tahunan, aset Bank Perekonomian Rakyat di Sumatera Barat tumbuh sekitar 11 persen pada 2025. Ini menunjukkan kinerja yang cukup solid di tengah dinamika perekonomian dan tantangan sektor keuangan,” ujar Roni, dikutip Selasa (10/2/2026).
Menurut Roni, pertumbuhan aset BPR didorong oleh konsistensi penyaluran pembiayaan ke sektor produktif serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan lokal. Dengan karakteristik yang dekat dengan masyarakat, Bank Perekonomian Rakyat dinilai mampu menjangkau pelaku usaha yang belum sepenuhnya terlayani oleh bank umum.
Sejalan dengan itu, OJK mencatat total aset perbankan di Sumatera Barat per Desember 2025 mencapai Rp85,37 triliun atau tumbuh 1,64 persen secara tahunan. Di tengah pertumbuhan perbankan yang relatif moderat tersebut, laju pertumbuhan aset Bank Perekonomian Rakyat tercatat lebih tinggi.
Roni menambahkan, meskipun kinerja Bank Perekonomian Rakyat menunjukkan tren positif, penguatan fundamental tetap menjadi perhatian utama. OJK terus mendorong BPR untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan tata kelola, serta mengelola risiko secara lebih pruden.
“Ke depan, Bank Perekonomian Rakyat diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi aset, tetapi juga semakin sehat dan berdaya saing sehingga mampu memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian Sumatera Barat,” kata Roni.
Dengan kinerja tersebut, Bank Perekonomian Rakyat di Sumbar diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang ekonomi kerakyatan pada 2026, seiring upaya penguatan ekonomi daerah yang terus berlanjut.





