Kemendikbud Minta Pelaku Pemaksa Siswi Non Muslim Berhijab di Padang Disanksi

Ilustrasi Hijab. (Foto: Pixabay), cooling down

Ilustrasi Hijab. (Foto: Pixabay)

Langgam.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menyesalkan dugaan intoleransi terhadap seorang siswi non muslim yang diminta mengenakan hijab di SMKN 2 Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Kemendikbud meminta pelaku diberikan sanksi tegas jika terbukti melakukan intoleransi tersebut di sekolah negeri.

Hal itu dinyatakan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam keterangan persnya, Sabtu (23/1/2021).

“Ketentuan mengenai pakaian siswa siswi di satuan pendidikan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya dalam siarannya.

Baca juga: Kasus Siswi Non Muslim Wajib Berhijab Viral, Kepala SMK 2 Padang Minta Maaf

Ketentuan mengenai seragam sekolah telah diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Permendikbud tentang pakaian seragam sekolah ini tidak mewajibkan model pakaian kekhususan agama tertentu menjadi pakaian seragam sekolah.

Selain itu, sekolah tidak boleh membuat peraturan atau himbauan bagi peserta didik untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah.

Baca juga: Heboh Siswi Non Muslim di Padang Diwajibkan Berhijab, Disdik Sumbar Turun Tangan

Sekolah juga tidak boleh melarang jika peserta mengenakan seragam sekolah dengan model pakaian kekhususan agama tertentu berdasarkan kehendak orang tua, wali, dan peserta didik yang bersangkutan.

“Dinas Pendidikan harus memastikan Kepala sekolah, guru, pendidik, dan tenaga pendidikan untuk mematuhi Permendikbud Nomor 45 tahun 2014,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi telah mengklarifikasi terkait viralnya video pemaksaan penggunaan hijab bagi anak didik di sekolahnya itu. Menurutnya, anak didik tersebut bernama Jeni Cahyani Hia.

Rusmadi mengatakan, yang menghadapi orang tua dan siswi dalam video merupakan bawahnya. Di antaranya, Wakil Kepala Kesiswaan Zakri Zaini dan seorang guru Bimbingan Konseling (BK).

“Keduanya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya khusus dalam aturan berpakaian seragam siswa-siswi,” kata Rusmadi kepada wartawan, Jumat (22/1/2021) malam.

Menurutnya, wakil kesiswaan bersama guru BK telah menangani dan memfasilitasi keinginan anak didik untuk berseragam sekolah yang telah disebutkan dalam surat pernyataan. Mediasi itu terjadi pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saya sebagai Kepala sekolah ada di sekolah, tapi saya tidak tahu. Setelah saya koordinasi dengan teman-teman ternyata orang tuanya tidak dipanggil, hanya keinginan anak membawa orang tua mendatangi sekolah,” jelasnya.

“Makanya kami tidak tahu ada kejadian. Kami kepsek, mengakui kesalahan karena apa yang terjadi saat ini,” sambungnya Rusmadi.

Diakuinya dengan viralnya video tersebut ditakutkan gesekan umat beragama di Indonesia dan dunia.

“Itu yang kami takutkan. Ini kesalahan, kami proses dalam sekolah,” ucapnya.

Rusmadi mengucapkan permohonan maaf atas kesalahan dari jajarannya. Diharapkan kesalahan dan simpang siur informasi di media sosial dapat diselesaikan dalam semangat kebersamaan dan keberagaman.

“Saya memohon maaf, atas kesalahan dari jajaran dalam penetapan aturan cara berpakaian. Ananda Jeni Cahyani Hia tetap bersekolah seperti biasa, tadi masih bersekolah,” tuturnya. (*/Rahmadi/ICA)

Tag:

Baca Juga

Harapan Kebaikan Demokrasi Elektoral Malah Berlabuh pada Ketidakintegritasan
Harapan Kebaikan Demokrasi Elektoral Malah Berlabuh pada Ketidakintegritasan
Luncurkan Program Pemberdayaan UMKM Terdampak Bencana, LAZ Alumni FK UNAND Salurkan Modal Usaha Rp40 Juta
Luncurkan Program Pemberdayaan UMKM Terdampak Bencana, LAZ Alumni FK UNAND Salurkan Modal Usaha Rp40 Juta
Universitas Ekasakti (Unes) Padang Perkenalkan Inovasi Sala Lauak Bergizi Berbahan Tepung Talas Di Desa Rawang
Universitas Ekasakti (Unes) Padang Perkenalkan Inovasi Sala Lauak Bergizi Berbahan Tepung Talas Di Desa Rawang
Pemprov Sumbar menyiapkan anggaran ratusan juta untuk pengadaan barang rumah tangga dan elektronik di rumah dinas gubernur
Bantuan Pusat Dihentikan, Gubernur Mahyeldi Pastikan Pembinaan Atlet Tetap Berjalan
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Pengadaan barang rumah tangga di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menjadi sorotan.
Wagub Sumbar: KAHMI Mitra Strategis Pemerintah dalam Merumuskan Kebijakan Pembangunan