Kasus Positif Corona di Sumbar Meningkat, Dekan FKM Unand: Bukan Berarti PSBB Gagal

Pesisir Selatan

Ilustrasi - penanganan corona (covid-19). (Foto: Gerd Altmann/pixabay.com)

Langgam.id – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Sumatra Barat (Sumbar) telah berjalan lebih dari sepakan. Namun semakin hari, kasus terkonfirmasi positif corona atau covid-19 terus bertambah hingga mencapai 172 kasus terhitung Jumat (1/5/2020).

Berdasarkan data Tim Kewaspadaan Covid-19 Universitas Andalas (Unand), dari semua kasus positif yang ditemukan 33,7 persen berasal dari orang tanpa gejala (OTG).

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand, Defriman Djafri, mengatakan ini menandakan kasus positif masih bisa terjaring. Tapi dengan penambahan kasus itu, masyarakat akan memahami bahwa pelaksanaan PSBB percuma.

“Kenapa orang berpikir setelah PSBB angkanya meningkat. Harus tahu pemahaman ini, saya kira harus dijelaskan kepada masyarakat. Peningkatan kasus bukan berarti PSBB gagal,” katanya dalam diskusi online kawal covid-19 Sumbar, Jumat (1/5/2020) malam.

Menurut Defriman, banyak kasus positif ditemukan terhadap OTG. Maka upaya surveilans tracking yang dilakukan berhasil. Sehingga antisipasi penularan dapat dikendalikan agar tidak meluas menjadi klaster penyebaran.

“Alhamdulillah, Sumbar masih bisa memetakan seperti ini. Bayangkan DKI Jakarta saja, 3000 kasus, 40 persen tidak jelas kelurahannya di mana, kontak di mana tidak jelas,” ujarnya.

“Makanya saya sampaikan kepada pak gubernur, alhamdulillah ini sudah on the track menurut saya. Tinggal bagaimana kita, mendidik ketika PSBB ini adalah proses belajar untuk disiplin dan bagaimana kita mempersiapkan pasca PSBB,” sambung Defriman.

Sebelumnya, hal yang sama juga diungkapkan Kepala Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand Andani Eka Putra. Dari 3.100 sampel spesimen corona yang telah diperiksa 80 persen sampel di antaranya berasal dari OTG dan orang dalam pemantauan (ODP).

Sementara, katanya, untuk 20 persennya lagi merupakan berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP). Bahkan kasus positif dari PDP tak begitu banyak, yang mendominasi adalah OTG serta ODP.

“Bahwa deteksi dini, karantina yang dilakukan secara sistematis dan rapi. Ini sudah usaha kita selama ini,” kata Andani.

Ia mencontohkan beberapa kasus positif yang sempat meningkat dalam sehari sebanyak 19 dan 23 kasus, itu merupakan berasal dari OTG dan ODP. Kasus ini diketahui dari hasil tracking yang kemudian dilakukan pemeriksaan spesimen.

“Kita berhasil menemukan orang-orang tidak bergejala. Nah, dari segi penularan (berbahaya) adalah OTG dan ODP,” ujarnya.

Semakin banyak OTG dan ODP yang ditemukan, kata Andani, artinya penanganan yang dilakukan telah semakin bagus. Maka, penyebaran virus di tengah masyarakat dapat diminimalisir secara dini.

“Karena prinsip pencegahan covid-19 adalah bagaimana kita dapat mengurangi penyebaran, bagaimana kita bisa memutus rantai penularan. Cara pikir begitu. Yang kita temukan adalah OTG dan ODP, kecuali yang kita temukan adalah PDP, baru masalah,” tuturnya. (Irwanda/SS)

Baca Juga

BPS mencatat luas panen padi pada 2025 mencapai 284.076 hektare (Ha). Angka ini mengalami penurunan sebesar 11.203 hektare atau 3,79
Luas Panen Padi Turun, Produksi Beras Sumbar 2025 Capai 800.613 Ton
Profil Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Mantan Ketua DPW Nasdem Sumbar yang Berlabuh di PSI
Profil Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Mantan Ketua DPW Nasdem Sumbar yang Berlabuh di PSI
Mobil Box Berisikan 7 Orang Jatuh ke Jurang di Flyover Kelok 9
Mobil Box Berisikan 7 Orang Jatuh ke Jurang di Flyover Kelok 9
Daftar 5 Korban Meninggal Kecelakaan Beruntun Truk Trailer di Sumbar
Daftar 5 Korban Meninggal Kecelakaan Beruntun Truk Trailer di Sumbar
Kisah Chatib Sulaiman yang Belum Jadi Pahlawan Nasional
Kisah Chatib Sulaiman yang Belum Jadi Pahlawan Nasional
PLMTH di Jorong Muaro Busuak, Kabupaten Solok, Sumbar sebagai sumber energi listrik swadaya warga
Menjajaki Transisi Energi Swadaya Warga di Kaki Bukit Barisan