Langgam.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perbankan di Sumatera Barat mencapai Rp84,22 triliun pada posisi Juni 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Kepala OJK Sumatera Barat, Roni Nazra, pertumbuhan aset ini sejalan dengan kinerja industri jasa keuangan di daerah tersebut yang menunjukkan kondisi solid. Hal ini juga berperan signifikan dalam mendukung aktivitas perekonomian, yang tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II-2025 sebesar 3,94% secara tahunan.
"Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat terus menunjukkan kinerja yang kuat dan stabil, menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi daerah," ujar Roni Nazra.
Secara lebih rinci, total penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan mencapai Rp73,36 triliun, tumbuh 2,71%. Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun adalah sebesar Rp57,99 triliun, meningkat 2,13%. Risiko kredit masih terjaga, meskipun rasio Non-Performing Loan (NPL) naik sedikit menjadi 2,65% dari 2,53% pada tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga tetap menjadi prioritas, dengan total mencapai Rp31,62 triliun. Angka ini tumbuh 0,62% dan berkontribusi 43,10% dari total kredit yang disalurkan.
Perbankan Syariah dan BPR Turut Berkontribusi
Selain perbankan konvensional, sektor perbankan syariah juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Pada Juni 2025, total aset perbankan syariah di Sumatera Barat mencapai Rp13,65 triliun, melonjak hingga 30,50%.
Pertumbuhan aset ini didukung oleh total penghimpunan DPK sebesar Rp10,89 triliun (tumbuh 11,84%) dan penyaluran pembiayaan sebesar Rp11,42 triliun (tumbuh 28,72%). Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) juga berhasil ditekan menjadi 1,58%, turun dari 1,66% pada tahun sebelumnya.
Kinerja positif juga dicatat oleh Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah. Total aset BPR mencapai Rp2,86 triliun, tumbuh 10,13%. Total DPK yang dihimpun sebesar Rp2,06 triliun (tumbuh 6,10%) dan penyaluran kredit atau pembiayaan sebesar Rp2,23 triliun (tumbuh 9,50%). Sekitar 71,33% dari total penyaluran kredit BPR ditujukan untuk sektor UMKM.