Jelang Libur Nataru, Sejumlah Bus Pariwisata di Sumbar Tidak Laik Jalan

Langgam.id - Satu unit bus pariwisata mengalami kecelakaan hingga menabrak tiga rumah warga di Jalan Raya Padang Panjang-Bukittinggi.

Kecelakaan Bus Pariwisata di Jalan Raya Padang Panjang-Bukittinggi, Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. [Foto: Dok. Polres Padang Panjang]

Langgam.id – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatra Barat (Sumbar) menemukan sejumlah bus pariwisata yang tidak memenuhi persyaratan administrasi dan kelaikan jalan.

Hasil ini terungkap dari kegiatan ramp check yang dilakukan di berbagai destinasi wisata di Sumbar, seperti Pantai Air Manis Kota Padang, Lapangan Kantin Bukittinggi, Pantai Gandoriah, dan Pantai Talao Pariaman pada Minggu (24/11/2024). Dari 15 bus yang diperiksa, hanya lima yang memenuhi syarat, sementara 10 lainnya dinyatakan tidak laik jalan.

Kepala BPTD Kelas II Sumbar, Muhammad Majid, mengungkapkan bahwa sebagian besar bus yang tidak laik jalan juga belum melengkapi izin administrasi, seperti Kartu Pengawasan (KP) dan masa uji KIR yang telah kedaluwarsa. “Pengusaha angkutan beralasan masih dalam proses pengurusan, tetapi kendaraan tetap dioperasikan,” kata Majid.

Ia juga menemukan sejumlah bus bernomor polisi luar Sumbar, seperti dari Riau dan Yogyakarta, meskipun terdaftar sebagai armada transportasi di kabupaten/kota Sumbar. “Pengemudi mengaku kendaraan baru dibeli dari luar daerah dan masih dalam proses balik nama. Seharusnya administrasi diselesaikan dulu sebelum kendaraan dioperasikan,” tegas Majid.

Majid mengingatkan agar pengusaha angkutan pariwisata tidak memaksakan operasional kendaraan hanya demi memanfaatkan momen libur Nataru. “Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama,” ujarnya. Ia juga mendorong masyarakat untuk aktif mengecek kelaikan kendaraan yang disewa menggunakan aplikasi MitraDarat, yang memungkinkan pengecekan status administrasi kendaraan melalui nomor polisi.

“Kalau izin kendaraan sudah mati atau tidak memiliki KP, jangan disewa. Gunakan jasa bus yang memenuhi persyaratan,” sarannya.

Kegiatan ramp check juga dilakukan di terminal tipe A di Sumbar. Selama Oktober hingga November 2024, BPTD telah memeriksa 1.193 kendaraan. Hasilnya, 1.013 unit dinyatakan laik jalan, 169 kendaraan diberi peringatan untuk perbaikan, enam unit dilarang beroperasi, dan enam lainnya ditilang sekaligus dilarang beroperasi.

Kepala Seksi Lalu Lintas, Jalan, Sungai, Danau, dan Pengawasan, Harwinanto, menambahkan bahwa sanksi tidak langsung diberikan. “Kami lebih mengedepankan pendekatan persuasif dengan menghubungi pemilik usaha agar segera melengkapi administrasi. Jika ada kendala, BPTD siap membantu pengurusan KP secara gratis,” katanya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Jasa Raharja. Kepala Cabang Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto, menyebutkan bahwa langkah ini penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan selama libur Nataru. “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

30 Orang Terjebak di Air Terjun Langkuik Tinggi Malalak Agam, Dievakuasi Tengah Malam
30 Orang Terjebak di Air Terjun Langkuik Tinggi Malalak Agam, Dievakuasi Tengah Malam
Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Reforma Agraria, Sumbar Jajaki Kerjasama dengan Bank Tanah
Reforma Agraria, Sumbar Jajaki Kerjasama dengan Bank Tanah
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Lumin Park Padang Berulang Dihantam Banjir, Walhi Sumbar Desak Evaluasi Penataan Ruang Daerah Rawan Bencana
Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan untuk Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok
Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan untuk Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok
Atasi Antrean Solar di Jalan, Pemko Padang Terapkan Sistem Digital di Koto Lalang
Atasi Antrean Solar di Jalan, Pemko Padang Terapkan Sistem Digital di Koto Lalang