Jalan Raya Atar Batusangkar Macet Akibat Buru Babi, Polisi Turun ke Lokasi

Jalan Raya Atar Batusangkar Macet Akibat Buru Babi, Polisi Turun ke Lokasi

Polisi turun ke lokasi urai kemaacetan (Foto: Polres tanah Datar)

Langgam.id – Kemacetan terjadi di Jalan Raya Atar-Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (28/11/2021). Hal ini diakibatkan adanya aktivitas buru babi yang dilakukan masyarakat.

Pihak kepolisian setempat pun terpaksa turun tangan. Apalagi, kegiatan ini tanpa ada sepengetahuan sebelumnya sehingga menimbulkan kemacetan.

“Personel sudah ke sana (lokasi macet). Kami juga minta bantuan oleh dinas perhubungan dua orang tadi,” kata Kanit Patroli Polres Tanah Datar, Ipda Rido dihubungi langgam.id, Minggu (28/11/2021).

Rido mengakui padatnya kendaraan sudah berangsur sejak pagi. Ini diakibatkan kendaraan dari peserta berburu babi parkir sembarangan.

“Orang ini juga tidak ada pemberitahuan, acara mendadak. Dipakai juga jalur timbal balik kiri kanan,” jelasnya.

Pihak kepolisian secepatnya mengurangi volume kendaraan untuk mengurangi kemacetan. Rido belum mengetahui persis berapa panjang antrian kendaraan.

“Nanti dikirim foto dokumentasi sama anggota. Yang jelas tim gabungan sedang berupaya mengurai kemacetan,” ujarnya.

Baca Juga

Mantan Bupati Solok 2 Periode Gusmal Wafat
Mantan Bupati Solok 2 Periode Gusmal Wafat
Tanah Datar Gelar Pacuan Kuda Mulai Hari Ini
Tanah Datar Gelar Pacuan Kuda Mulai Hari Ini
Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengatakan bahwa di daerah tersebut sudah selesai dibangun 62 unit huntara. Sementara 4 dalam proses
62 Unit Huntara di Tanah Datar Selesai Dibangun, 4 Tahap Pengerjaan
Ekskavator Terlepas dari Trailer di Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Sempat Padat
Ekskavator Terlepas dari Trailer di Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Sempat Padat
Mobil Box Berisikan 7 Orang Jatuh ke Jurang di Flyover Kelok 9
Mobil Box Berisikan 7 Orang Jatuh ke Jurang di Flyover Kelok 9
Pemerintah Pusat Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar
Pemerintah Pusat Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar