Ini yang Ditelusuri Badan Geologi Selama 3 Hari Pantau Sinkhole di Limapuluh Kota

Tim ahli dari Badan Geologi sudah melakukan kajian terdahap fenomena sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky bersama tim ahli dari Badan Geologi. [foto: Ist]

Langgam.id – Tim ahli dari Badan Geologi sudah melakukan kajian terdahap fenomena sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, selama tiga hari.

Saat ini, tim Badan Geologi yang terdiri dari Taufik Wirabuana dan Riyan Nur tersebut telah kembali ke Bandung pada Senin siang (12/6/2026).

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky mengatakan selama tiga hari di Situjuah Limo Nagari, tim Badan Geologi didampingi BPBD dan Damkar Limapuluh Kota, serta Kepala Jorong Tepi Salmi, tidak hanya memantau lokasi sinkhole yang viral.

Namun tim ahli dari Badan Geologi juga melihat sumber air di sekitar lokasi, sawah dan permukiman penduduk, serta sumur warga yang airnya mengalir deras menuju sumber air Masjid Baitul Huda Tungkar.

“Tim ahli dari Badan Geologi, sudah melihat lokasi sinkhole masa lalu yang disebut sawah luluih oleh penduduk lokal. Letaknya di kawasan Sikabu, Nagari Tungkar. Tidak jauh dari lokasi sinkhole sekarang di kawasan Pombatan, Nagari Situjuah Batua,” kata anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky dalam keterangannya, Selasa (13/6/2026).

Fajar menyebutkan setelah kembali ke Bandung pada Senin siang (12/6/2021), tim Badan Geologi akan melaporkan hasil kajian cepat kepada pemda.

“Tentu kita bersama masyarakat, menunggu hasil kajian cepat itu. Sehingga bisa menjadi kebijakan bagi pemda, untuk penanganan sinkhole dan mitigasi bencana geologi,” beber Fajar Vesky.

Ia menyebutkan, sebelum bertolak ke Bandung, tim Badan Geologi, yakni Taufik Wirabuana, sempat berbincang dengan Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy, Minggu siang (11/1/2026).

Saat itu, Vasko mengunjungi lokasi sinkhole bersama Bupati Limapuluh Kota Safni, Wabup Ahlul Badrito Resha dan sejumlah pejabat daerah.

Dalam perbincangan itu, Taufik Wirabuana menyampaikan bahwa sinkhole di Situjuah Batua, merupakan sinkhole paling unik yang ditemukannya, selama sepuluh tahun bekerja di Badan Geologi.

“Sinkhole ini unik karena mengeluarkan air. Tapi, kami belum teliti kandungan airnya, karena laboratorium kami di Bandung, pak,” kata Taufik.

Usai mendengar laporan tim Badan Geologi, Wagub Sumbar Vasko Ruseimy juga mendengar laporan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas ESDM Sumbar.

Setelah itu, Wagub Vasko menyampaikan hasil penelitian Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Sumbar terhadap kandungan air yang keluar dari dalam sinkhole Situjuah Batua.

“Menurut hasil kajian Dinas Kesehatan, air ini mengandung bakteri yang cukup tinggi. Jadi, kalau bisa, tolong jangan diminum air ini secara langsung. Kecuali melalui proses dimasak. Ya Karena, kalau dalam sisi PH-nya, 6,5 masih dalam batas standar. TDS-nya oke. FE-nya oke. Tapi colinya, bakterinya tinggi. Jadi, ini sepertinya kayak air-air di Tangayia (Batang Air) biasa. Jadi dimasak dulu, jangan langsung diminum, ya buk ya,” kata Vasko.

Ia berharap, hasil kajian ini menjadi pedoman buat masyarakat. “Kondisi air ini juga tak ada hubungannya dengan hal-hal mistis. Ini proses alam yang biasa terjadi. Jadi gak ada hubunganya air ini nyambung ke zam-zam. Gak ada. Air ini juga gak ada hubunganya dengann menyembuhin kesehatan. Gak ada Kalau mau yang segar-segar. Mau air yang jernih. Ini air yang jernih. Tapi jangan langsung diminum,” ungkap Vasko.

Selain menyampaikan imbauan dasar dari Pemprov Sumbar, Wagub Vasko meminta tolong, untuk sementara ini, lokasi sinkhole tetap dijaga jaraknya, sesuai batas aman.

“Tolong Pak Wali Nagari, Pak Bupati, nanti mudah-mudahan hal ini menjadi berkah bagi Situjuah Batua. Menjadi tempat yang cukup diperhatikan. Karena saat ini, dunia memperhatikan Limapuluh Kota. Ini mudah-mudahan semua berkah. Dan tolong jangan terjadi hal-hal syirik di sini,” harap Vasko.

Wagub Vasko juga mendorong pemerintah nagari, agar di lokasi sinkhole, nantinya dibuat tempat pemandian, dengan desain khusus.

Mendengar ini, anggota DPRD Fajar Rillah Vesky dan mamak kepala kaum pemilik lahan, AKP (Purn) Irsal Dt Pobo, mengusulkan Vasko langsung jadi investornya.

Fajar Vesky juga mengusulkan kepada Wagub Vasko, agar dilakukan lagi pemeriksaan air dalam sinkhole, dengan melibatkan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Namun, menurut Vasko hasil pemeriksaan Diskes dan Dinas LH Sumbar sudah cukup. Tak perlu diulang lagi dengan BPOM. Sebab, air dalam sinkhole belum diproduksi sebagai air dalam kemasan yang pemeriksaannya memang masuk ranah BPOM.

“Bagi kita sendiri, pengumuman dari Wagub Sumbar soal air dalam sinkhole, bukan berarti air tidak boleh dimanfaatkan sama sekali. Boleh. Masyarakat tetap bisa memanfaatkan air sinkhole untuk mengairi sawah. Kemudian, kalau air dalam sinkhole itu hendak dikonsumsi, mesti dimasak terlebih dahulu sampai mendidih, supaya aman dan terhindar dari bakteri,” ujar Fajar Rillah Vesky. (*/)

Baca Juga

Tim ahli dari Badan Geologi Bandung yang diturunkan oleh Kementerian ESDM melakukan pengkajian terhadap fenomena sinkhole
Kaji Sinkhole di Limapuluh Kota, Kementerian ESDM Turunkan Tim Ahli dari Badan Geologi
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa fenomena amblesan (sinkhole) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua,
Badan Geologi Rekomendasikan Sinkhole di Limapuluh Kota Jadi Tempat Penyimpanan Air
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa fenomena amblesan (sinkhole) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua,
Ahli Geologi Jelaskan Soal Fenomena Sinkhole di Situjuh Batua
Bupati Limapuluh Kota, Safni melantik 1.316 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di RTH kawasan Komplek
Bupati Limapuluh Kota Lantik 1.316 PPPK Paruh Waktu
M. FAJAR RILLAH VESKY
Halaban, Penyambung Nafas Republik yang Terlupakan
Galodo di Jembatan Kembar Padang Panjang, 1 Warga Situjuah Batua Meninggal Dunia, 1 Lainnya Masih Dicari
Galodo di Jembatan Kembar Padang Panjang, 1 Warga Situjuah Batua Meninggal Dunia, 1 Lainnya Masih Dicari