Gubernur Sumbar Minta Maaf ke Perantau Soal Larangan Mudik

singgah sahur, mudik lokal

Gubernur Sumbar Mahyeldi memberikan kata sambutan saat peresmian Pasar Rakyat Kota Pariaman. (foto: Youtube Wakil Presiden RI)

Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi meminta maaf atas kebijakan larangan mudik yang berlaku selama masa libur lebaran. Permintaan maaf itu disampaikan Mahyeldi kepada para perantau yang berada di luar Sumbar.

“Saya mohon maaf apabila kebijakan pemerintah kurang tepat, bahkan menimbulkan ketidak nyamanan dalam membatasi kegiatan keramaian,” kata Mahyeldi, Rabu (26/5/2021).

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat dalam pertemuan dengan warga Gadut Kecamatan Tilatang Kamang di Padang. Kagiatan itu juga dihidir para perantau secara virtual.

Mahyeldi mengatakan, kebijakan itu terpaksa dilakukan untuk menanggulangi penyebaran covid-19. Dia pun mengapresiasi sikap para perantau yang mematuhi kebijakan itu.

“Terima kasih buat dunsanak dunsanak yang ada diperantau telah mematuhi anjuran pemerintah pusat tidak mudik, demi menanggulangi penyebaran covid-19 di Sumbar,” ucap Gubernur Mahyeldi.

“Semoga kerja keras ini bisa membuahkan hasil dan Sumbar kembali melakukan aktivitas seperti semula lagi,” imbuhnya. (*ABW)

Baca Juga

Polda Sumbar memperlihatkan barang bukti saat penggerebekan kampung narkoba di Polda Sumbar.
Fakta Penggerebekan Kampung Narkoba Padang: 33 Orang Diciduk, Ratusan Paket Sabu Disita 
Polda Sumbar memperlihatkan barang bukti saat penggerebekan kampung narkoba di Polda Sumbar.
Polda Gerebek Kampung Narkoba di Padang, DPRD: Ini Tamparan Keras
Hadapi Semen Padang Fc, PSMS Medan Targetkan Tiga Poin
Hadapi Semen Padang Fc, PSMS Medan Targetkan Tiga Poin
TIM SAR mengevakuasi wisatawan terjatu dari puncak air terjun robo di Harau, Payakumbuh.
Korban Terjatuh di Air Terjun Robo Ditemukan Meninggal 
Asap Karhutla, Kasus ISPA di Kota Padang Meningkat Tajam 
Asap Karhutla, Kasus ISPA di Kota Padang Meningkat Tajam 
Sepekan Pascabanjir Pessel, Lebih 500 Rumah di Rahul Tapan Krisis Air Bersih
Sepekan Pascabanjir Pessel, Lebih 500 Rumah di Rahul Tapan Krisis Air Bersih